Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Kabel

Perbedaan Kabel Otomotif vs Kabel Listrik untuk Bangunan

Daftar isi (2 bagian)
  1. PERBEDAAN KABEL OTOMOTIF VS KABEL LISTRIK
  2. Perbedaan kabel otomotif berdasarkan tegangannya
  3. Isolator yang kuat
  4. Tidak disarankan menggunakan kabel tunggal
  5. Perbedaan ukuran kabel otomotif
  6. Pertanyaan yang sering diajukan
  7. Tanya admin
Perbedaan kabel otomotif dan kabel listrik

Seperti yang kita ketahui, kabel memiliki fungsi, jenis, ukuran dan kegunaannya masing-masing. Penggunaan kabel pun disesuaikan dengan fungsinya.

Secara umum kabel berfungsi untuk menghantarkan arus listrik dan untuk menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya.

Kabel menjadi salah satu komponen penting dalam rangkaian kelistrikan bangunan dan sistem kelistrikan mobil.

Ada kabel yang khusus digunakan untuk bangunan / rumah, ada pula kabel yang digunakan khusus untuk sistem kelistrikan pada kendaraan atau yang kita sebut dengan kabel otomotif.

Lalu apa sebenarnya apa yang membedakan dua jenis kabel ini?

Bagi orang awam, sekilas kedua kabel ini akan terlihat sama. Namun ternyata kabel listrik biasa tidak disarankan untuk dipakai untuk kabel otomotif. Mengapa?

Masing-masing kabel memiliki spesifikasi dan kemampuannya sendiri.

Kabel otomotif dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan kinerja sistem kelistrikan pada kendaraan dan tidak menyebabkan konslet saat berkendara.

PERBEDAAN KABEL OTOMOTIF VS KABEL LISTRIK

Yang membedakan kabel otomotif dengan kabel listrik untuk bangunan adalah :

  • Tegangannya
  • Isolatornya
  • Pemakaian kabel tunggal

Perbedaan kabel otomotif berdasarkan tegangannya

Kabel otomotif dibuat menyesuaikan keperluan kendaraan pada umumnya, yaitu memiliki tegangan kerja 12 V atau 24 V DC.

Isolator yang kuat

Memiliki isolator kabel yang tahan terhadap minyak, oli dan suhu panas karena saat mesin mobil menyala, maka suhu pada mesin mobil akan meningkat. Isolator kabel ini bertujuan untuk melindungi kawat agar tidak terjadi konsleting listrik.

Tidak disarankan menggunakan kabel tunggal

Gambar kabel listrik tunggal
Gambar kabel listrik tunggal

Kabel yang dipakai untuk mobil tidak boleh memakai kabel tunggal, yaitu kabel dengan 1 inti padat.

Kawat padat cocok untuk instalasi tetap di bangunan yang tidak bergetar, tetapi tidak untuk kendaraan.

Mengapa? Karena jenis kabel tunggal tidak fleksibel dan mudah rusak. Tentunya kita tidak ingin hal tidak menyenangkan terjadi saat berkendara, bukan?

Kabel otomotif harus fleksibel. Inti serabut (pilin) tahan ditekuk dan bergetar berulang-ulang, sedangkan inti padat hanya tahan ditekuk beberapa kali sebelum retak dan putus.

Jangan gunakan kabel inti padat dalam aplikasi otomotif apa pun.

Perbedaan ukuran kabel otomotif

perbedaan ukuran kawat kabel
Gambar perbedaan ukuran kawat

Perbedaan utama kabel adalah ukuran kawat. Kawat digunakan untuk membawa arus listrik. Arus yang aman dibawa sebuah kabel terutama ditentukan oleh luas penampangnya (mm² atau AWG) dan jenis isolasinya, sedangkan panjang kabel menentukan seberapa besar tegangan yang hilang (susut tegangan) di sepanjang kabel.

Kabel yang dipakai pada 1 kendaraan pun beragam, mulai dari yang kecil sampai yang besar atau tebal.

Seperti contoh kabel yang digunakan sebagai kabel sinyal untuk mengantarkan informasi dari sensor ke komputer tidak perlu terlalu besar karena arus listrik yang dibutuhkan pun cukup rendah.

Sedangkan kabel daya utama, seperti kabel dari aki ke motor starter dan kabel dari alternator, berukuran lebih besar karena menghantarkan arus listrik yang besar. Kabel busi berbeda: arusnya kecil tetapi tegangannya sangat tinggi, sehingga yang tebal adalah isolasinya, bukan inti penghantarnya.

perbedaan ukuran kabel dengan tegangannya
Gambar perbandingan ukuran kabel dengan tegangannya

Memilih kabel otomotif perlu bijaksana, pilihlah yang sesuai dengan tegangan dan beban yang akan disuplai oleh tegangan listrik sesuai ukuran standar.

Tujuannya agar kabel tidak kepanasan karena arus melebihi kemampuannya dan agar susut tegangan di sepanjang kabel tidak terlalu besar.

Tiga faktor penting dalam menentukan ukuran kabel yang tepat adalah tegangan sistem (12 V atau 24 V), arus beban, dan panjang kabel.

Semakin panjang kabel maka tahanan pada kabel pun meningkat. Tahanan atau resistansi ini juga dapat menyebabkan konduktor menjadi panas.

Jika panas yang didapat berlebih dapat menyebabkan kabel meleleh dan isolasi kabel terbakar.

Semakin besar ukuran kabel maka semakin kecil juga tahanannya. Saat jarak dari sumber bertambah, diameter kabel harus lebih besar juga.

Hal ini untuk mengurangi hambatan yang terjadi pada penghantar sehingga kinerja sistem kelistrikan pada kendaraan berjalan sempurna.

Pasang juga sekring (fuse) sedekat mungkin dengan aki pada setiap jalur kabel tambahan. Hubung singkat dari aki bisa mengalirkan arus sangat besar dan membakar kabel dalam hitungan detik.

Selain ukuran, hal terpenting lainnya saat memilih kabel adalah kualitas kabelnya. Kabel yang baik harus yang terbuat dari bahan tembaga penuh.

Waspadai kabel CCA (copper clad aluminium), yaitu kawat aluminium yang dilapis tembaga: bila ujung kawatnya dikerok atau dipotong, bagian dalamnya tampak putih keperakan. Jangan tertukar dengan kabel tembaga berlapis timah (tinned copper) yang permukaannya juga keperakan, tetapi bagian dalamnya tetap berwarna tembaga.

Kabel otomotif sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu kabel otomotif untuk motor dan kabel otomotif untuk mobil.

Untuk mengenal jenis kabel otomotif lebih dalam, dapat kalian baca di artikel S-gala.com dengan judul Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Otomotif.

Sekian artikel kali ini, semoga menambah wawasan kalian ya!

Pertanyaan yang sering diajukan

Bolehkah kabel listrik rumah dipakai untuk motor atau mobil?
Tidak disarankan. Kabel rumah berinti padat mudah retak karena getaran kendaraan, dan isolasinya tidak dirancang untuk oli dan panas mesin.
Kenapa kabel otomotif harus berinti serabut?
Inti serabut tahan ditekuk dan bergetar berulang-ulang, sedangkan inti padat hanya tahan ditekuk beberapa kali sebelum retak dan putus.
Bagaimana menentukan ukuran kabel otomotif?
Lihat tegangan sistem (12 V atau 24 V), arus beban, dan panjang kabel. Makin besar arus dan makin panjang kabel, makin besar penampang yang dibutuhkan agar kabel tidak panas dan susut tegangannya kecil.
Apa itu kabel CCA?
CCA (copper clad aluminium) adalah kawat aluminium yang dilapis tembaga. Bila dikerok, bagian dalamnya putih keperakan; mutunya di bawah kabel tembaga murni.
Kenapa kabel busi tebal padahal arusnya kecil?
Kabel busi membawa tegangan sangat tinggi dengan arus kecil, sehingga yang tebal adalah isolasinya, bukan inti penghantarnya.

Tanya admin di WhatsApp

Mau tanya soal kabel atau isi artikel ini? Admin S-Gala bantu jawab lewat WhatsApp.

Tanya admin di WhatsApp

Baca juga