Kabel Aki Mobil dan Kabel Busi Mobil Penting Loh!
Daftar isi (2 bagian)
Salah satu komponen yang cukup penting dan harus kita perhatikan pada mesin mobil adalah kabel otomotif mobil, diantaranya kabel aki mobil dan kabel busi.
Kabel Busi Mobil
Kabel busi adalah kabel yang mendukung sistem pengapian mesin. Fungsi kabel busi adalah penghubung komponen-komponen seperti coil ignition, delko dan busi.
Untuk coil ignition merupakan komponen penghasil tegangan tinggi yaitu sekitar 30.000 – 40.000 Volt yang selanjutnya tegangan tersebut akan didistribusikan ke komponen listrik yang lain yaitu delko.
Sebagai contoh dari bentuk kabel busi, coil ignition dan delko dapat dilihat pada gambar di bawah ini



Selanjutnya tegangan tinggi yang ada di delko akan disalurkan ke beberapa busi yang ada di sistem pengapian dengan cara sedemikian rupa sehingga mesin mobil dapat beroperasi dengan baik.

Namun dengan berkembangnya teknologi otomotif, saat ini terjadi perubahan pada jumlah koil di mesin mobil. Mesin mobil saat ini umumnya jumlah koilnya sama dengan jumlah busi yang digunakan di sistem pengapian. Jadi model koilnya seperti gambar dibawah ini

Harga kabel busi mobil di marketplace bervariasi tergantung jenis mobil dan kualitasnya.
Kabel Aki Mobil
Kabel aki mobil adalah kabel yang menghubungkan aki mobil ke komponen yang lain pada sistem kelistrikan mobil. Sebagai contoh dari kabel aki mobil, dapat dilihat digambar di bawah ini. Tugas utama kabel aki adalah mengalirkan arus yang sangat besar dari aki ke motor starter saat mesin dihidupkan, menghubungkan kutub negatif aki ke bodi dan mesin (ground), serta menyalurkan listrik ke kotak sekering yang membagikannya ke komponen listrik yang lain.
Seperti yang ada di gambar dibawah ini, secara fisik untuk bahan dasar pada kabel aki yang menghantarkan arus listrik adalah tembaga sedangkan kulit kabelnya adalah sama seperti kabel listrik pada umumnya.

Ukuran diameter kabel aki tiap jenis mobil berbeda, tergantung kebutuhan arus di sistem kelistrikannya. Semakin besar arus listrik yang di butuhkan untuk menjalankan sistem maka diperlukan diameter kabel aki yang besar pula.
Sedangkan pada kabel busi berbeda, arus listrik yang melewati kabel busi tidak besar melainkan tegangan nya yang besar yaitu sekitar 30.000 -40.000 Volt.
Oleh sebab itu konstruksi kabel busi berbeda dengan kabel aki, hal ini tampak seperti yang ada pada gambar di bawah ini.
Bagian intinya dilindungi oleh bahan-bahan khusus yang memiliki kemampuan menahan tegangan listrik yang sangat tinggi. Inti kabel busi mobil modern umumnya bukan kawat tembaga biasa, melainkan inti resistif (karbon atau kawat spiral) yang sengaja memiliki hambatan untuk meredam gangguan gelombang radio ke perangkat elektronik mobil. Karena itu kabel busi memang memiliki hambatan beberapa kilo-ohm.
Bahan-bahan tersebut disusun sedemikian rupa supaya tegangan listrik tidak bocor ke permukaan luar kulit kabel. Hal ini di buat mengingat tegangan listrik yang cukup tinggi yang melewati kabel busi tersebut.
Selain itu kondisi sekitar kabel busi yang cenderung lebih panas, jadi dibutuhkan pelindung kulit kabel yang baik juga seperti bahan silicon atau yang lainnya yang tahan terhadap panas.

Pada sistem kelistrikan di mobil terdapat kabel di terminal positif aki yang ukurannya agak kecil dan umumnya berwarna merah seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

Salah satu kabel tersebut merupakan kabel yang terhubung dengan alternator. Fungsi dari kabel tersebut adalah untuk menghantarkan arus listrik dari alternator ke kutub positif aki.
Hal ini diperlukan agar listrik yang sudah dihasilkan oleh alternator dapat digunakan untuk mencharge aki mobil. Sehingga diharapkan selama mesin beroperasi, cadangan arus listrik di aki tetap tersedia. Untuk lebih jelasnya kita lihat gambar diagram di bawah ini yang menunjukan hubungan aki dengan alternator.

Cara Merawat Kabel Aki Mobil dan Kabel Busi Mobil
Dalam hal perawatan kabel, untuk kabel aki cukup kita lihat di bagian konektornya. Apabila konektor aki sudah kotor seperti di bawah ini maka kita perlu membersihkannya agar arus listrik dapat mengalir dengan sempurna serta konektor tidak berkarat.
Peringatan keselamatan: sebelum membersihkan atau melepas konektor, matikan mesin, lepas dulu kabel kutub negatif (−), baru kutub positif (+); saat memasang kembali, pasang kutub positif dulu dan kutub negatif terakhir. Jangan biarkan kunci atau benda logam menyentuh kutub positif dan bodi bersamaan, karena arus hubung singkat aki sangat besar dan bisa memercikkan api. Kerak putih di kutub aki bersifat asam, jadi gunakan sarung tangan dan jangan sampai terkena mata.
Selain itu, kita harus pastikan kabel aki yang terpasang pada kutub aki ataupun di bagian mobil yang lain, keadaannya menempel dengan sempurna dan baut konektor nya dalam kondisi kencang.
Hal ini dapat dipastikan dengan cara mencoba menggoyangkan konektor kabel aki yang menempel, apabila konektor tersebut sudah menempel sempurna, maka konektor kabel sama sekali tidak bisa digoyangkan.
Untuk perawatan kabel busi, berbeda dengan kabel aki. Secara visual dapat kita lihat bagian kulit kabel busi. Apabila kulit kabel ada yang rusak, sebaiknya di ganti kabel businya saja.
Fungsi kabel busi berhubungan dengan sistem pengapian, maka kita harus lebih waspada.
Karena hal ini jika di biarkan akan beresiko timbul bocor tegangan listrik yang memungkinkan timbulnya percikan bunga api antara kulit kabel yang rusak dengan body mobil / mesin mobil.
Kabel busi yang masih layak pakai, bila dicek dengan ohm meter, umumnya mempunyai tahanan maksimal sekitar 25 kilo-ohm per kabel; batas pastinya lihat buku manual servis mobil Anda. Ukur hanya saat mesin mati. Selanjutnya apabila kita akan melepas kabel busi, maka sebaiknya kita pegang bagian kepala kabel nya bukan bagian kabel nya.
Peringatan keselamatan: jangan menyentuh, mencabut, atau memeriksa kabel busi dan koil saat mesin hidup. Tegangannya mencapai puluhan ribu volt dan sengatannya bisa membuat tangan tersentak hingga cedera terkena kipas atau sabuk mesin.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kabel busi putus, mengingat bagian inti kabel busi yang kecil sehingga rawan putus. Agar lebih jelas, kita lihat gambar di bawah ini.

Kabel aki yang cukup banyak beredar di pasaran adalah kabel serabut halus (fleksibel) berukuran besar, misalnya 35 mm2, seperti yang tampak di gambar di bawah ini. Di pasaran, kabel aki biasanya dijual per meter dengan harga yang bervariasi tergantung merek.
Ukuran kabel aki tidak bisa disamaratakan untuk semua mobil. Saat mesin dihidupkan, motor starter bisa menarik arus ratusan ampere, dan kebutuhannya berbeda menurut besar mesin, panjang kabel, dan sistem kelistrikannya. Patokan paling aman adalah mengganti dengan kabel yang penampangnya sama atau lebih besar dari kabel aslinya, memakai isolasi yang tahan panas dan oli, serta sepatu kabel (skun) yang dipres kuat.
Panjang kabel juga perlu diperhitungkan karena posisi aki mobil terhadap komponen yang lainnya pada tiap jenis / tipe mobil berbeda-beda. Kabel yang terlalu panjang atau terlalu kecil membuat tegangan turun dan starter lemah.
Inti kabel aki yang baik terbuat dari tembaga. Magnet hanya bisa membantu mendeteksi inti besi atau baja: bila magnet menempel, inti kabel jelas bukan tembaga murni. Namun bila magnet tidak menempel, belum tentu intinya tembaga, karena aluminium dan kabel CCA (aluminium berlapis tembaga) juga tidak menempel pada magnet. Cara yang lebih pasti adalah memotong ujung kabel: tembaga murni berwarna kemerahan sampai ke tengah, sedangkan CCA tampak keperakan di bagian tengahnya.

Sedangkan untuk kabel busi, apabila kita ingin membeli kabel yang baru, maka kita harus mencari kabel sesuai dengan yang asli nya.
Hal ini di sebabkan ukuran, bentuk kepala serta panjang kabel berbeda masing-masing mobil.
Sebagai contoh, kabel busi untuk mobil Toyota Kijang seri EFI 1800 cc banyak dijual di marketplace.

Sebagai contoh yang lain adalah kabel busi untuk jenis mobil Suzuki APV. Kabel busi untuk mobil Suzuki APV ini juga tersedia di marketplace.

Kabel busi sebaiknya dibeli sesuai tipe mobil di toko suku cadang. Untuk kebutuhan kabel listrik lainnya, tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.
Sekian artikel mengenai pentingnya kabel aki mobil dan kabel busi untuk mobil, semoga artikel ini dapat membantu menambah pengetahuan dan bermanfaat ya!



