Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Kabel

Bahas Tuntas Seputar Kabel Otomotif Mobil

Daftar isi (2 bagian)
  1. PENTINGNYA SISTEM PERKABELAN PADA MOBIL
  2. JENIS, ARTI, DAN FUNGSI KABEL OTOMOTIF MOBIL
  3. Kabel Audio Mobil
  4. Kabel Busi Mobil
  5. Kabel Otomotif Mobil Body / Kabel Grounding
  6. Kabel Temperature Mobil
  7. Kabel AC
  8. Kabel ACC
  9. Kabel RPM
  10. Pertanyaan yang sering diajukan
  11. Tanya admin
gambar sistem kelistrikan mobil

Pada artikel sebelumnya, kita membahas dengan rinci mengenai kabel otomotif. Kali ini kita akan fokus membahas tuntas mengenai kabel otomotif pada mobil.

PENTINGNYA SISTEM PERKABELAN PADA MOBIL

Sistem kabel otomotif mobil
Sistem kelistrikan pada mobil

Secara umum sistem kelistrikan pada mobil merupakan hal yang vital bagi kendaraan. Salah satu komponen yang penting untuk sistem kelistrikan adalah kabel otomotif.

Kabel ini digunakan untuk membawa atau menyalurkan arus listrik dari baterai (aki) ke komponen-komponen dalam kelistrikan mobil dan menghubungkan satu komponen dengan lainnya.

Untuk menghubungkannya, kabel harus berada pada posisi yang tepat dan ukurannya sesuai arus beban. Kabel yang salah sambung, kekecilan, atau isolasinya terkelupas dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran pada kendaraan.

Peringatan keselamatan: sebelum memasang atau melepas kabel kelistrikan mobil, matikan mesin, cabut kunci, dan lepas terminal negatif aki lebih dulu. Hubungan pendek antara kabel positif aki dan bodi bisa menimbulkan percikan, kabel terbakar, bahkan kebakaran. Saat memasang kembali, terminal negatif disambung paling akhir.

Sistem kelistrikan mobil merupakan hal yang sangat penting bagi kendaraan. Pada mobil bermesin bensin atau diesel, tenaga penggerak berasal dari mesin, tetapi mesin baru bisa dihidupkan dan bekerja berkat kelistrikan: motor starter, sistem pengapian, injeksi bahan bakar, dan unit kontrol mesin (ECU). Pada mobil listrik, listrik dari baterai memang menjadi sumber tenaga penggeraknya.

Begitu pula penerangan pada mobil merupakan hasil dari sistem kelistrikan mobil.

Masih banyak komponen lain yang digerakkan oleh tenaga listrik, seperti sistem pengapian dan injeksi bahan bakar, motor starter, motor wiper, sistem pendingin atau air conditioner (AC), sistem penerangan lampu depan, lampu kota, lampu sein, lampu hazard, lampu plat nomor, rem lampu dan lampu mundur dan sebagainya.

Semakin modern suatu kendaraan maka semakin banyak menggunakan tenaga listrik.

Saat melakukan perbaikan pada kendaraan, beberapa rangkaian listrik / unit elektronik perlu dilepas untuk memudahkan pekerjaan agar hasil pekerjaannya optimal.

Setelah menyelesaikan pekerjaan reparasi tentunya mekanik dituntut untuk dapat mengembalikan komponen yang telah dilepas, hingga dapat berfungsi dengan baik kembali.

Komponen kelistrikan bodi antara lain sistem penerangan, sistem persinyalan (sein dan klakson), pengukur kombinasi, sistem wiper dan washer, serta komponen lain yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

JENIS, ARTI, DAN FUNGSI KABEL OTOMOTIF MOBIL

Kabel otomotif mobil terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :

  • Kabel audio mobil
  • Kabel busi mobil
  • Kabel body / grounding
  • Kabel temperatur mobil
  • Kabel AC
  • Kabel ACC
  • Kabel RPM

Kabel Audio Mobil

Kabel otomotif mobil kabel audio
Gambar kabel audio untuk mobil

Kabel audio mobil merupakan kabel yang digunakan sebagai penghubung gelombang listrik yang memiliki stabilitas muatan karakter sinyal terhadap komponen yang dihubungkan.

Kabel audio ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dan sinyal suara sehingga menghasilkan suara yang dapat didengar dan dinikmati pengendara mobil.

Kabel Audio Mobil memiliki beberapa jenis kabel : ‍

‍Kabel setrum

kabel setrum audio mobil
Gambar kabel setrum pada mobil

‍Kabel setrum pada audio mobil berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki ke power amplifier. Kabel jenis ini memiliki beragam ukuran yang dibedakan menggunakan satuan AWG (American Wire Gauge).

Semakin kecil angka AWG, maka kabel tersebut akan semakin besar, dan begitu juga sebaliknya. Ukuran kabel harus disesuaikan dengan penggunaannya, semakin banyak power yang dipakai, maka kabel yang digunakan juga semakin besar. Kabel setrum dari aki ke power amplifier juga wajib diberi sekering (fuse) sedekat mungkin dengan terminal positif aki, supaya kabel tidak terbakar bila terjadi hubungan pendek.‍

Kabel RCA (Radio Corporation of America)

Kabel otomotif mobil RCA
Gambar kabel RCA

‍Kabel RCA berfungsi untuk menghantarkan sinyal suara head unit ke prosessor atau power.Jenis dan susunan lapisan kabel RCA bervariasi dan bisa mempengaruhi suara yang dihasilkan.

Misalnya saja ada yang susunan kabelnya dikepang agar arus bolak-balik atau AC tidak merusak suara.Ada pula dengan pemakaian serat kabel berlainan ukuran dalam satu wadah agar nada suara bisa dipilah-pilah.‍‍

‍Kabel speaker

kabel speaker mobil
Gambar kabel speaker pada mobil

Kabel speaker berfungsi menyalurkan sinyal suara yang sudah diperkuat dari head unit atau power amplifier ke speaker. Diameter kabel ini biasanya lebih kecil daripada kabel setrum (power) dari aki.

Ukuran kabel yang dipakai tergantung dari jenis speakernya. Untuk speaker biasa umumnya dipakai kabel berukuran 16–18 AWG, sedangkan untuk subwoofer yang dayanya lebih besar dipakai kabel yang lebih besar, yaitu sekitar 10–12 AWG.

Harga kabel speaker ini bervariasi tergantung merek dan ukurannya; cek harga terbaru di toko audio mobil atau marketplace.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai kabel audio pada mobil, bisa kalian baca pada artikel S-gala.com berjudul Kabel Audio Mobil, Si Penyelamat yang Buat Perjalananmu Menyenangkan Selama Di Mobil.

Kabel Busi Mobil

kabel busi mobil
Gambar kabel busi untuk mobil

Kabel busi merupakan salah satu kabel yang penting bagi mobil. Kabel busi pada mobil berfungsi untuk mengalirkan tegangan tinggi (30 ribu hingga 50ribu volt) yang dihasilkan oleh koil pengapian ke busi.

Ketika terpapar panas dan getaran, karbon pada kabel bisa menjadi longgar dan mengurangi konduksi di antara koil dan busi. Untuk performa mesin yang optimal, kabel busi harus diganti secara periodik.

Lalu bagaimana cara menguji kabel busi sehingga kita dapat memeriksa atau menghindari berbagai masalah seperti gagal distarternya mesin dan gangguan radio statis?

Cara menguji kabel busi

Peringatan keselamatan: kabel busi membawa tegangan sangat tinggi saat mesin hidup. Jangan memegang kabel busi atau koil ketika mesin menyala, gunakan obeng bergagang isolasi dan sarung tangan, jauhkan tangan, rambut, dan pakaian dari kipas serta tali kipas (belt), dan lakukan di tempat berventilasi. Pemakai alat pacu jantung sebaiknya tidak melakukan pengujian ini.

‍Periksa gejala-gejala.

Kabel busi yang rusak akan menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas seperti : keadaan nirbeban yang tidak teratur, mesin gagal distarter, gangguan radio , jarak tempuh bahan bakar berkurang, Tes emisi yang gagal karena emisi hidrokarbon yang tinggi atau kode bermasalah yang menunjukkan silinder tidak nyala, dan lampu pengecekan mesin bermasalah.

Periksa kabel-kabel.

Gunakan senter atau daerah yang bagus pencahayaannya untuk melakukan pemeriksaan visual pada kabel busi.‍

Hidupkan mesin.

Cari busur listrik atau dengarkan suara berdentur yang menunjukkan kebocoran tegangan tinggi.

‍Gunakan kabel jumper untuk mentanahkan obeng yang terisolasi dengan baik.

Tarik obeng ke arah panjang dari setiap kabel busi, di sekeliling koil, dan rumahan busi. Jika terlihat busur listrik dari kabel ke obeng, artinya ada kabel yang rusak.‍

Gunakan botol penyemprot berisi air untuk menyemprot kabel.

Anda harus menyemprotkan air di dekat rumahan busi yang terpasang pada busi apabila ingin melihat terjadinya busur listrik dan adanya kabut.

Jika ditemukan busur listrik pada rumahan busi di dekat busi, matikan mesin. Kemudian lepas rumahan (cop) busi dari busi dan periksa bagian dalamnya. Jika ada jejak karbon (garis hitam bekas loncatan listrik), rumahan atau kabel busi perlu diganti, dan businya sebaiknya diperiksa juga.‍

Ukur hambatan (resistansi) kabel busi.

Dengan mesin mati, ukur hambatan tiap kabel busi memakai ohmmeter atau multimeter, lalu bandingkan dengan nilai standar di buku manual kendaraan. Hambatan yang jauh lebih besar dari standar atau tak terhingga menandakan kabel rusak. ‍

Periksa klip pegas yang menahan kabel di dalam tutup distributor.

‍Klip yang rusak bisa menyebabkan kabel selip karena klip tersebut tidak menahan posisi kabel.‍

Pastikan kabel busi dirutekan dengan benar.

Lihat buku manual kendaraan untuk urutan dan jalur kabel busi. Kabel yang tertukar urutannya, atau saling menempel sejajar terlalu panjang, dapat menimbulkan induksi silang sehingga busi memercik pada saat yang salah dan mesin pincang (misfire).

Untuk penjelasan lebih detail mengenai kabel busi bisa kalian cek di artikel blog S-gala.com dengan judul Kabel Aki & Kabel Busi Mobil, Penting Lho!

Kabel Otomotif Mobil Body / Kabel Grounding

kabel grounding mobil
Gambar kabel grounding body mobil

Kabel otomotif mobil pada body atau biasa disebut kabel grounding menghubungkan terminal negatif aki dengan sasis/bodi dan blok mesin. Bodi mobil dipakai sebagai jalur balik arus ke aki, sehingga sambungan grounding yang bersih dan kencang membuat kelistrikan bekerja stabil; grounding yang berkarat atau kendur bisa membuat lampu redup, starter berat, atau sensor memberi bacaan salah.

Untuk penjelasan detail mengenai kabel grounding dapat kalian baca di artikel blog S-gala.com dengan judul Mengenal Lebih Jauh Istilah Kabel Grounding Mobil.

Kabel Temperature Mobil

kabel temperatur mobil
Gambar kabel temperatur pada mobil

Kabel temperature pada mobil adalah kabel yang menghubungkan sensor suhu mesin (sensor suhu air pendingin) ke indikator suhu di dasbor dan/atau ECU, pada kendaraan berpendingin radiator.

Kabel otomotif mobil jenis ini memiliki fungsi sebagai patokan untuk melihat suhu keamanan mesin dalam berkendara. Selain itu dapat memberi info akurat tentang suhu mesin dalam batasan aman maupun tinggi.

Kabel AC

Kabel AC mobil
Gambar kabel AC pada mobil

Kabel AC adalah rangkaian kabel kelistrikan sistem AC mobil: menyalurkan arus ke kopling magnet kompresor, kipas blower, dan kipas kondensor, serta menghubungkan saklar, termostat, dan sensor AC, sehingga suhu kabin bisa diatur.

Kabel ACC

Kabel otomotif mobil satu ini mengalirkan daya listrik ketika kunci kontak diputar ke posisi ACC (accessory). Kabel ini keluar dari sakelar kunci kontak dan memberi daya ke aksesori.

Kabel ACC mobil
Gambar kabel ACC pada mobil

Ketika kita memasukkan kunci ke sakelar kontak dan memutarnya satu tingkat dari posisi LOCK ke posisi ACC, sirkuit ACC ini akan aktif.

Ini akan memungkinkan kita untuk mengoperasikan radio, jendela dan aksesoris lainnya, tetapi tidak menyalakan pompa bahan bakar dan kontrol mesin lainnya.

Hal ini menghemat daya baterai saat kita perlu mengoperasikan komponen kendaraan tanpa mesin menyala.

Kabel RPM

Gambar kabel RPM untuk mobil
Gambar kabel RPM untuk mobil

Kabel ini membawa sinyal putaran mesin (RPM) dari sistem pengapian atau ECU ke takometer di panel instrumen, sehingga pengemudi dapat membaca putaran mesin. Kabel ini tidak mengatur putaran mesin, hanya menyalurkan sinyalnya.

Setiap jenis kabel otomotif mobil banyak di jual di pasaran dengan berbagai merk dan daftar harga yang berbeda setiap merk nya. Kamu akan dapat dengan mudah menemukannya di market place, website atau toko offline.

Sekian pembahasan tentang kabel otomotif mobil kali ini. Mudah – mudahan bermanfaat ya!

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja jenis kabel otomotif pada mobil?
Di antaranya kabel audio (kabel setrum/power, RCA, dan speaker), kabel busi, kabel body/grounding, kabel sensor suhu, kabel sistem AC, kabel ACC, dan kabel sinyal RPM. Masing-masing punya ukuran dan isolasi sesuai arus, tegangan, dan suhu tempat pasangnya.
Apa fungsi kabel grounding pada mobil?
Kabel grounding menghubungkan terminal negatif aki ke bodi dan mesin sehingga bodi menjadi jalur balik arus. Grounding yang berkarat atau kendur membuat lampu redup, starter berat, atau sensor membaca salah.
Berapa tegangan pada kabel busi?
Koil pengapian menghasilkan tegangan puluhan ribu volt (sekitar 30–50 kV) yang disalurkan kabel busi ke busi. Karena itu kabel busi tidak boleh dipegang saat mesin hidup.
Ukuran kabel speaker mobil berapa AWG?
Speaker biasa umumnya memakai kabel 16–18 AWG, sedangkan subwoofer memakai kabel lebih besar sekitar 10–12 AWG. Makin kecil angka AWG, makin besar penampang kabelnya.
Bagaimana cara mengetahui kabel busi rusak?
Gejalanya antara lain mesin pincang atau sulit dihidupkan, bensin lebih boros, dan gangguan suara di radio. Periksa retak pada isolasi dan jejak karbon di rumahan busi, lalu ukur hambatannya dengan ohmmeter saat mesin mati.

Tanya admin di WhatsApp

Mau tanya soal kabel atau isi artikel ini? Admin S-Gala bantu jawab lewat WhatsApp.

Tanya admin di WhatsApp

Baca juga