Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Kabel

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kabel Otomotif

Daftar isi (2 bagian)
  1. Definisi dan Fungsi Kabel Otomotif pada Kendaraan
  2. Jenis Kabel Otomotif Menurut Penghantarannya
  3. Hubungan Ukuran Kabel dengan Hambatan dan Tegangan Jatuh
  4. Hubungan diameter kabel dengan hambatan listrik
  5. Pengaruh panjang kabel terhadap hambatan listrik
  6. Pertanyaan yang sering diajukan
  7. Tanya admin
Gambar kabel otomotif

Pada artikel kali ini, kita akan kupas tuntas mengenai barang yang menjadi hal penting bagi sebuah kendaraan namun jarang dibahas dengan rinci yaitu Kabel Otomotif.

Kita akan bahas mengenai deskripsi kabel otomotif, fungsi pada motor dan mobil, serta lain sebagainya.

Definisi dan Fungsi Kabel Otomotif pada Kendaraan

Pada setiap rangkaian kelistrikan pasti membutuhkan sebuah komponen untuk menghubungkan antara komponen satu dengan yang lainnya yang ada di dalam sistem kelistrikan tersebut.

Komponen untuk menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya di dalam body mobil ini adalah kabel.

Kabel yang digunakan pada kendaraan, baik pada kendaraan mobil atapun sepeda motor, kendaraan ringan maupun kendaraan diesel dikategorikan sebagai kabel otomotif.

Kabel otomotif atau auto cable merupakan kabel yang memiliki spesifikasi yang disesuaikan dengan keperluan kendaraan pada umumnya yaitu memiliki tegangan kerja 12 V atau 24 V DC (umumnya 12 V untuk sepeda motor dan mobil, 24 V untuk truk dan bus).

auto cable
Gambar auto cable

Auto cable mempunyai bahan isolasi yang tahan terhadap suhu panas dan minyak atau oli.

Sehingga tidak mengganggu kemampuan untuk melindungi kawat didalamnya. Jika kabel listrik motor / mobil mudah meleleh atau bereaksi dengan minyak /oli maka bisa mengakibatkan korslet.

Gunakanlah auto cable yang sesuai dengan kebutuhan dan pastikan untuk hanya memakai auto cable untuk kendaraan.

Auto cable ini banyak ditemukan di toko aksesoris atau toko onderdil otomotif, juga di market place. Kabel otomotif juga memiliki banyak varian tergantung pada spesifikasi dan kualitas bahannya.

Pilihlah auto cable yang memiliki isolasi luar yang mengkilap atau halus, memiliki merk kabel (tidak polos) pada kulit kabel, isi kawat konduktor sepenuhnya tembaga murni mengkilap dan tebal, lalu kabel juga harus flexible atau mudah di tekuk.

Untuk harga berbeda-beda untuk setiap spesifikasi dan kualitasnya.

Jenis Kabel Otomotif Menurut Penghantarannya

kabel otomotif
Gambar kabel otomotif

Dalam dunia otomotif jenis kabel terbagi menjadi 3 menurut penghantarnya, yaitu:

  • Kabel penghantar arus kecil
  • Kabel penghantar arus besar
  • Kabel penghantar data informasi

Mari kita bahas satu per satu dan perbedaan masing-masing kabel.

Kabel Penghantar Arus Besar

Mengalirkan arus yang besar yang berasal dari tegangan baterai dan memiliki ukuran diameter kabel yang besar, contohnya adalah kabel yang menghubungkan antara positif baterai dengan motor starter dan kabel yang menghubungkan negatif baterai dengan massa kendaraan.

Kabel penghantar arus kecil

Kabel penghantar arus kecil tidak membutuhkan ukuran diameter kabel yang besar, yaitu digunakan kabel dengan ukuran diameter yang kecil dan disesuaikan dengan kebutuhan pada sistem kelistrikan kendaraan, misalnya kabel lampu, klakson, dan aksesori.

Kabel penghantar data informasi

Kabel ini digunakan untuk menyalurkan sinyal listrik berarus kecil antara sensor, ECU (unit kontrol elektronik), dan aktuator pada mesin EFI (Electronic Fuel Injection).

Sistem EFI ini merupakan sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik.

Sebagian kabel jenis ini memiliki konstruksi khusus, misalnya berpelindung (shielded) atau dipilin (twisted pair), agar sinyalnya terlindung dari interferensi elektromagnetik, yaitu gangguan dari sistem pengapian, alternator, atau motor listrik.

Jika kabel yang dipakai tidak sesuai spesifikasi, sinyal yang dikirim bisa terganggu interferensi sehingga ECU menerima data sensor yang keliru, misalnya data putaran mesin atau posisi katup gas. Akibatnya takaran bahan bakar dan waktu pengapian tidak tepat dan mesin tidak bekerja normal.

Hubungan Ukuran Kabel dengan Hambatan dan Tegangan Jatuh

Sistem kelistrikan otomotif sangat sensitif terhadap perubahan resistensi. Hal ini membuat pemilihan kabel berukuran tepat menjadi penting setiap kali sistem dirancang atau rangkaian diperbaiki.

Hubungan diameter kabel dengan hambatan listrik

Ukuran kabel (cable size), yaitu luas penampang kawat penghantarnya yang dinyatakan dalam mm² atau AWG, adalah hal terpenting saat memilih kabel otomotif, baik untuk motor maupun mobil.

Kabel dengan penampang yang lebih besar mampu menghantarkan arus listrik yang lebih besar pula.

Gambar pengaruh diameter kabel pada hambatan
Gambar pengaruh diameter kabel pada hambatan

Tiga faktor penting dalam menentukan ukuran kabel yang benar adalah besar arus beban, panjang kabel, dan batas tegangan jatuh yang diizinkan; selain itu tegangan kerja kabel harus sesuai sistem kendaraan. Besar arus dihitung dari daya beban: I = P ÷ V. Contohnya, lampu 60 W pada sistem 12 V menarik arus 60 ÷ 12 = 5 A.

Diameter kabel juga mempengaruhi banyaknya arus listrik yang dapat melewati kabel.

Semakin besar diameter kawat penghantar yang ada dalam kabel maka semakin banyak juga jumlah listrik yang dapat melewati kabel tersebut.

Jika akan mengalirkan arus besar maka kabel yang digunakan harus memiliki kawat penghantar yang berdiameter besar juga, begitu pula sebaliknya.

Sebaliknya, jika arus yang dialirkan kecil, kawat penghantar tidak perlu berdiameter besar.

Menggunakan kabel dengan diameter kawat penghantar kecil untuk arus listrik yang besar dapat menyebabkan tahanan listrik pada kabel menjadi besar.

Hal itu akan menyebabkan kabel cepat panas, isolasinya meleleh, dan pada kasus fatal kabel putus atau terjadi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Berdasarkan besarnya arus listrik yg mengalir pada kabel otomotif dikelompokan menjadi 2, yaitu :

  1. Diameter kecil : kabel dengan diameter kecil digunakan untuk beban lampu dan aksesoris lainnya.
  2. Diameter besar : kabel dengan diameter besar digunakan untuk kabel baterai atau aki.

Pengaruh panjang kabel terhadap hambatan listrik

Semakin panjang kawat, maka tahanan dan tegangan jatuhnya juga meningkat.

Tahanan (resistance) dapat menyebabkan konduktor menjadi panas. Bila panas ini berlebihan kabel dapat meleleh dan isolasi kabel terbakar.

Semakin besar ukuran kabel, makin kecil jumlah tahanannya. Karena itu, untuk menekan tahanan dan tegangan jatuh pada kabel yang panjang, ukuran penampang kabel perlu diperbesar.

Hambatan atau resistance listrik merupakan sesuatu yang dapat menahan gerakan elektron atau menghambat aliran arus listrik.

Semakin panjang kabel pada rangkaian kelistrikan, maka akan timbul kerugian tegangan (tegangan jatuh) dan daya yang berubah menjadi panas akibat hambatan pada kawat penghantar.

Jadi semakin panjang kabel maka semakin besar juga hambatan yang terjadi pada kabel dan sebaliknya. Jika kabel semakin pendek maka semakin kecil pula hambatannya.

Gambar pengaruh panjang kabel pada hambatan
Gambar pengaruh panjang kabel pada hambatan

Tips aman: sebelum memasang atau mengganti kabel kendaraan, lepas dulu kabel negatif (−) aki, dan lindungi setiap jalur tambahan dengan sekring yang ratingnya sesuai kemampuan kabel.

Auto cable yang beredar di pasaran beragam jenis dan mereknya. Pilih produk yang mencantumkan spesifikasi dengan jelas pada kulit kabelnya, seperti ukuran penampang (mm²), tegangan kerja, dan merek, lalu sesuaikan ukurannya dengan arus beban dan panjang kabel.

Sekian pembahasan tentang kabel otomotif kali ini. Semoga bermanfaat ya!

Ada pertanyaan seputar kabel? Hubungi admin S-Gala lewat WhatsApp.

Baca juga: Macam-macam Warna Kabel Motor dan Fungsinya

Baca juga: Cari Tahu Seputar Kunci Kontak Motor di Sini!

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda kabel otomotif dengan kabel listrik biasa?
Kabel otomotif dirancang untuk tegangan DC 12 V atau 24 V dan isolasinya tahan panas serta tidak bereaksi dengan oli. Kabel yang mudah meleleh atau rusak terkena oli bisa menyebabkan korsleting di kendaraan.
Bagaimana memilih kabel otomotif yang bagus?
Pilih yang isolasi luarnya halus mengkilap, mencantumkan merek dan spesifikasi (ukuran penampang mm², tegangan kerja) di kulitnya, konduktornya tembaga mengkilap, serta lentur saat ditekuk. Ukurannya disesuaikan dengan arus beban dan panjang kabel.
Kenapa ukuran kabel otomotif harus sesuai arus?
Kabel berpenampang kecil punya hambatan lebih tinggi, sehingga bila dialiri arus besar cepat panas, isolasinya bisa meleleh, bahkan terjadi korsleting. Arus dihitung dari I = P ÷ V; misalnya lampu 60 W pada sistem 12 V menarik 5 A.
Apakah panjang kabel berpengaruh?
Ya. Makin panjang kabel, makin besar hambatan dan tegangan jatuhnya. Untuk mengimbanginya, ukuran penampang kabel perlu diperbesar.
Kenapa kabel sensor sistem EFI harus khusus?
Kabel EFI membawa sinyal kecil dari sensor ke ECU. Sebagian dibuat berpelindung (shielded) atau dipilin agar tidak terganggu interferensi elektromagnetik dari pengapian atau alternator; gangguan bisa membuat ECU salah membaca data dan mesin tidak bekerja normal.

Tanya admin di WhatsApp

Mau tanya soal kabel atau isi artikel ini? Admin S-Gala bantu jawab lewat WhatsApp.

Tanya admin di WhatsApp

Baca juga