Informasi Lengkap Seputar Kabel Otomotif Motor
Daftar isi (2 bagian)
Motor itu emang pakai kabel ya? Kabel di motor itu gunanya apa? Ada berapa jenis kabel? Pertanyaan awam yang sering kali ditanyakan oleh para pengendara motor yang belum mengetahui mengenai komponen-komponen yang ada pada dunia otomotif.
Ternyata kabel itu menjadi salah satu hal penting dalam rangkaian kelistrikan otomotif. Kabel merupakan komponen penghantar yang berfungsi untuk menghubungkan antara komponen satu dengan yang lainnya pada sebuah rangkaian kelistrikan.
Kabel yang digunakan pada kendaraan, baik pada kendaraan sepeda motor, kendaraan ringan maupun kendaraan diesel dikategorikan sebagai kabel otomotif yaitu spesifikasi kabel yang disesuaikan dengan keperluan kendaraan pada umumnya yang memiliki tegangan kerja 12/24 V DC (sepeda motor umumnya 12 V).

Komponen Pada Kabel
Dalam kabel otomotif, terdapat komponen-komponen antara lain:
Penghantar
Penghantar atau konduktor adalah bagian dari kabel otomotif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik. Penghantar yang baik dan berkualitas biasanya terbuat dari tembaga murni.
Isolator
Isolator untuk kabel merupakan bagian dari kabel yang terbuat dari bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan bahan dielektrik adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus.
Isolator ini berfungsi untuk melindungi atau mengisolasi penghantar satu dan lainnya agar tidak saling berhubungan. Isolator juga berfungsi untuk melindungi lingkungan sekitarnya agar tidak terjadi kebocoran arus.
Kabel otomotif biasa hanya memakai isolator PVC atau bahan tahan panas tanpa pelindung khusus. Pelindung anyaman (shield) terhadap gangguan elektromagnetik hanya dipakai pada kabel sinyal tertentu, misalnya kabel sensor, agar sinyalnya tidak terganggu.
Pelindung luar
Bagian ini berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap kabel dari kerusakan mekanis, pengaruh bahan kimia, api dan hal-hal lain yang dapat merugikan.
Jenis dan Fungsi Kabel Otomotif Motor
Secara umum kabel otomotif motor digunakan untuk menunjang kinerja mesin pada sistem kelistrikan motor seperti aki, busi, klakson, dan spul.
Kinerja bagian-bagian mesin pada motor tidak lepas dari kabel yang menghubungkan satu bagian dengan bagian mesin lainnya.
Kabel aki motor

Kabel otomotif motor satu ini memiliki fungsi paling penting yaitu untuk menyalurkan arus listrik dari aki motor ke relay starter dan motor starter, serta lewat sekring ke rangkaian kabel (harness) yang membagi listrik ke komponen lainnya.
Kabel aki yang berkualitas terbuat dari tembaga sepenuhnya, bukan logam lain seperti aluminium atau baja yang dilapisi tembaga. Nah kabel aki ini menggunakan kabel penghantar arus besar sehingga kabel ini tebal tapi tetap harus fleksibel agar mudah dilakukan instalasi.
Pastikan juga sepatu kabel (skun) dijepit atau disolder dengan baik ke kabelnya dan bautnya terpasang kencang di terminal aki. Saat melepas, lepaskan kabel negatif lebih dulu, dan saat memasang, pasang kabel negatif paling akhir agar kunci tidak menimbulkan korsleting.
Kabel Busi

Fungsi utama dari kabel busi ini adalah menghantarkan arus listrik dari koil ke busi dengan tujuan agar aliran listrik dapat diubah menjadi bunga api oleh busi.
Kabel busi menyalurkan tegangan sangat tinggi dari koil (belasan sampai puluhan ribu volt) dengan arus yang kecil. Banyak kabel atau cop busi bawaan sengaja memiliki resistor untuk meredam gangguan gelombang radio ke sistem elektronik motor, jadi hambatan yang paling kecil belum tentu lebih baik; ikuti spesifikasi pabrikan motor.
Kabel busi terlihat tebal karena isolasinya harus menahan tegangan tinggi agar tidak bocor (memercik) ke bodi, bukan karena arusnya besar. Jangan memegang kabel busi saat mesin hidup karena bisa menyetrum.
Kabel otomotif motor pada klakson

Klakson merupakan komponen yang penting keberadaannya untuk motor. Dengan menggunakan klakson maka kita bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Klakson memberikan sinyal peringatan pada kendaraan lain dengan menggunakan suara. Komponen-komponen pada sistem kelistrikan klakson terdiri dari baterai, sekering atau fuse,relay, saklar, klakson dan kabel penghantar.
Ada sistem klakson yang menggunakan relay dan ada yang tidak. Relay tidak mengurangi arus yang dipakai klakson; fungsinya agar arus besar klakson mengalir lewat jalur kabel pendek dari aki (melalui sekring) ke klakson, sementara saklar di setang hanya mengalirkan arus kecil untuk menggerakkan relay. Hasilnya saklar lebih awet dan suara klakson lebih nyaring karena susut tegangannya kecil.
Kabel pada klakson berfungsi untuk menyambung dan menghantarkan arus listrik untuk setiap bagian sistem kelistrikan pada klakson. Jika klakson tidak berbunyi, salah satu penyebabnya bisa dari kabelnya apakah ada bagian yang terlepas / putus.
Jika ada bagian yang lepas dapat segera di pasang kembali agar klakson dapat bekerja normal.
Kabel Spul

Pada setiap spul (stator coil) sepeda motor tidak terlepas dari kabel yang berfungsi untuk menyalurkan arus atau penghubung arus dari komponen satu ke lainnya. Kabel spul ini berfungsi sebagai spul pengapian atau sumber pengapian yang dikeluarkan oleh busi. Jika spul ini lemah atau rusak maka sepeda motor tidak akan mengeluarkan api dari busi. Pada banyak motor, kabel spul umumnya terdiri dari 4 warna berikut. Warna dan fungsinya bisa berbeda antar merek dan tipe, jadi selalu cocokkan dengan diagram kelistrikan di buku servis motornya:
Warna Kabel Hitam – Garis Merah
Warna kabel hitam garis merah dari spul digunakan sebagai kabel arus awal pada sistem pengapian. Kabel spul ini berfungsi sebagai spul pengapian atau sumber pengapian yang dikeluarkan oleh busi, jika spul ini lemah atau rusak maka sepeda motor tidak akan mengeluarkan api dari busi.
Warna Kabel Kuning
Warna kabel kuning pada spul motor difungsikan sebagai arus awal dari lampu penerangan motor yang melewati kiprok (regulator) terlebih dahulu agar tegangannya dibatasi. Tergantung tipe motornya, lampu utama memakai listrik AC yang tegangannya diatur kiprok atau listrik DC yang sudah disearahkan.
Warna Kabel Putih
Warna kabel putih dari spul motor berfungsi sebagai spul pengisian untuk sistem pengisian (cas) Accu, agar tegangan Accu tetap stabil ketika dipakai untuk sistem beban.
Warna kabel putih ini akan masuk terlebih dahulu ke kiprok (regulator) kemudian disearahkan menjadi DC dan dibatasi tegangannya, umumnya sekitar 14–15 V, sebelum masuk ke Accu.
Warna Kabel Biru – Garis Kuning
Warna kabel biru garis kuning berasal dari pulser (pick-up coil), yang memberi sinyal posisi putaran mesin ke CDI/ECU untuk menentukan waktu pengapian pada sepeda motor.
Kabel Setan
Kabel setan adalah sebutan pasar untuk kabel tambahan yang dipasang untuk memperbaiki jalur listrik ke koil atau jalur massa (ground), misalnya kabel langsung dari aki ke koil atau kabel massa tambahan ke blok mesin.
Manfaatnya terasa bila jalur bawaan sudah buruk, misalnya karena karat, sambungan longgar, atau kabel getas, sehingga tegangan yang sampai ke koil turun. Pada motor yang kelistrikannya masih sehat, peningkatan performa tidak terjamin.
Bila memasangnya, beri sekring pada jalur positif dan pastikan semua sambungan rapat, lalu lepas kabel negatif aki selama pemasangan agar tidak terjadi korsleting.
Demikian penjelasan mengenai kabel otomotif motor. Semoga bisa membantu dan menambah wawasan kalian ya!



