Mengenal Lebih Jauh Kabel Grounding Mobil Dalam Dunia Otomotif
Daftar isi (1 bagian)
Kabel grounding mobil atau grounding cable adalah suatu kabel yang keberadaanya penting untuk sistem kelistrikan pada otomotif. Kabel grounding dalam dunia otomotif mobil merupakan kabel yang menghubungkan kutub negatif aki ke bagian / area mobil tertentu.
Hal ini bertujuan agar pada bagian atau area yang dihubungkan oleh kabel grounding mobil memiliki kualitas listrik negatif yang baik sehingga peralatan elektronik yang tersambung dapat bekerja secara maksimal.
Secara umum, fungsi utama dari kabel otomotif mobil satu ini adalah untuk menjaga kestabilan arus listrik. Pada saat kita akan menggunakan kabel grounding mobil kita harus memilih kabel yang kualitas tembaganya cukup baik.

Salah satu ciri grounding cable yang kualitasnya baik adalah kabel tersebut terasa tidak kaku. Selain itu kabel tersebut memiliki ketahanan suhu yang cukup tinggi mengingat suhu disekitar mesin mobil yaitu 80 – 90°C.
Secara umum grounding cable yang tersedia di pasaran memakai kabel tembaga serabut berukuran besar, misalnya sekitar 8–10 mm². Pilih kabel yang isolasinya memang tahan panas ruang mesin; kabel bangunan seperti NYAF umumnya hanya dirancang untuk suhu penghantar sekitar 70°C. Kabel tersebut ada yang dijual dengan satuan meteran ataupun per set yang memudahkan konsumen pada waktu pemasangannya.
Apabila kita membeli grounding cable meteran, maka kita perlu menyiapkan beberapa komponen lainnya misalkan terminal tembaga, sepatu kabel dll.
Untuk grounding cable yang siap pakai, di pasaran satu set tersedia yang 5 dan 7 titik grounding masing-masing sudah di lengkapi dengan busbar / header tembaga yang di pasang di kutub negative dari accu.
Berikut ini adalah contoh grounding cable mobil siap pasang yang terdapat di pasaran.

Kabel grounding mobil seperti di atas tersedia di situs marketplace dengan harga yang bervariasi tergantung merek dan jumlah titiknya.

Kabel grounding mobil seperti di atas juga banyak dijual di marketplace.
Peringatan keselamatan: sebelum memasang kabel grounding, matikan mesin, cabut kunci, dan lepas terminal negatif aki lebih dulu. Jangan sampai kunci pas menyentuh terminal positif dan bodi bersamaan karena arus hubung singkat aki sangat besar. Pasang terminal negatif paling akhir, dan pastikan titik pemasangan bersih dari cat dan karat.
Titik Penempatan Kabel Grounding Mobil
Kabel grounding mobil ini menghubungkan kutub negatif dari accu ke bagian mobil lainnya,umumnya ada 5 bagian mobil yang di pasang kabel tersebut, yaitu pada:
- Body / cassis mobil
- Dekat alternator
- Pada blok mesin
- Kepala silinder
- ECU
Body atau cassis mobil

Jalur ini biasa digunakan sebagai kutub negatif dari peralatan yang tersambung ke sistem kelistrikan mobil.
Peralatan tersebut adalah jenis peralatan yang sederhana misalkan lampu, power window, tape mobil, ataupun peralatan variasi mobil yang sederhana lainnya.
Apabila kualitas grounding di area ini kurang baik maka cahaya lampu mobil akan terasa kurang terang ataupun gerakan power window (naik atau turun) juga terasa agak lambat.
Selain itu hasil suara dari tape mobil pun terkadang terdapat suara “ nging ”, yang mana suara tersebut akan semakin jelas terdengar di telinga kita apabila mobil sedang kita gas. Suara seperti ini secara teknis sering disebut stroring.
Kabel Grounding Dekat alternator

Jalur grounding di sini diperlukan agar kinerja alternator menjadi baik. Mengingat fungsi dari alternator yang bertugas mengubah putaran mesin menjadi energi listrik, dengan tegangan pengisian umumnya sekitar 13,5–14,5 Volt, yang nantinya digunakan untuk mengcharge accu adalah cukup penting.
Jadi apabila sistem grounding di area ini tidak baik, maka kinerja alternator juga akan terganggu sehingga mengakibatkan sistem kelistrikan di mobil tidak dalam keadaan yang baik / optimal.
Aki 12 V yang terisi penuh dan sedang diam (mesin mati) umumnya bertegangan sekitar 12,6–12,8 Volt, dan tegangan ini turun bila aki dipakai tanpa diisi. Saat mesin hidup, alternator mengisi aki sehingga tegangan di aki naik ke kisaran pengisian tadi.
Oleh sebab itu, pada saat accu sedang di gunakan sebaiknya energi listrik yang berasal dari alternator juga harus siap untuk mengisi kembali accu.
Blok mesin

Pada blok mesin di perlukan jalur grounding listrik yang baik hal ini dikarenakan pada blok mesin banyak peralatan elektronik seperti knock sensor, Engine Coolant Temperature, distributor, dipengapian, koil, Vehicle speed sensor, PNP switch, RPM sensor dan lain-lain yang menempel di permukaan atau terpasang di dalam blok mesin yang memerlukan kestabilan sistem kelistrikan yang cukup baik.
Sehingga dengan adanya jalur grounding yang baik maka kinerja dari mesin diharapkan baik juga karena sensor-sensor tersebut akan bekerja dengan optimal dan dapat memberikan informasi ke ECU dengan baik.
Kepala silinder

Pada kepala silinder diperlukan jalur grounding yang baik, karena pada bagian ini terdapat proses pembakaran bahan bakar yang akan di rubah menjadi gerakan mekanik mesin yang berfungsi untuk mengerakan roda mobil.
Proses ini memerlukan sistem grounding yang baik agar ruangan bertekanan tinggi yang ada di permukaan piston bisa terjadi pembakaran yang sempurna.

Pembakaran tersebut berasal dari bahan bakar yang ada di area tesebut yang di beri percikan bunga api oleh busi.

Busi bekerja dengan tegangan sangat tinggi dari koil yang melompati celah antara elektroda tengah dan elektroda massa (besi melengkung di ujung busi), sehingga timbul percikan api.
Elektroda massa itu terhubung ke kepala silinder melalui ulir busi, lalu ke massa (ground) mobil. Apabila jalur massa ini buruk, misalnya karena karat atau sambungan longgar, percikan api bisa melemah dan performa mesin menurun.
ECU

Gambar diatas menunjukan model salah satu Ecu di mobil yang merupakan otak dari sistem kerja mobil. Salah satu tugas dari ECU adalah menganalisa temperatur mesin.
Sebagai contoh, ECU membaca sensor suhu mesin (ECT) sebagai tegangan listrik yang diukur terhadap massa. ECU memberi tegangan acuan 5 Volt, dan karena sensornya bertipe NTC, tegangan yang terbaca makin kecil saat mesin makin panas. Berdasarkan bacaan ini ECU antara lain mengatur campuran bahan bakar dan, pada banyak mobil, menyalakan kipas pendingin pada suhu kerja tertentu sesuai setelan pabrikan.
Bila jalur massa ECU atau sensor buruk, muncul tegangan tambahan pada jalur massa sehingga bacaan sensor bergeser. ECU bisa salah membaca suhu, misalnya terlambat menyalakan kipas, dan mesin berisiko bekerja di luar temperatur normalnya.
Dalam waktu yang lama, apabila kondisi tersebut di biarkan dapat membuat mesin kepanasan (overheat) dan pelumasannya terganggu. Oleh sebab itu sistem grounding di ECU sebaiknya kita buat sebaik mungkin sehingga ECU dapat mengontrol sistem kelistrikan lebih baik.
Untuk grounding cable yang jumlahnya 7 titik maka biasanya pemasangannya sama dengan grounding cable 5 titik seperti penjelasan diatas namun untuk 2 titik kabel sisanya lagi, biasanya salah satu kabel di pasang di bagian body mobil sisi lainnya lagi yang belum terpasang grounding cable.
Lalu sisa 1 titik kabel lagi biasanya di pasang pada kompresor AC mobil seperti gambar di bawah ini.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat ya!



