Cara Aman Menyekun / Skun Kabel Listrik
Daftar isi (3 bagian)
- Berbagai Cara Menyambung Kabel
- Menyambung Menggunakan Simpul (Sambungan Ekor Babi)
- Menyambung Menggunakan Solder dan Timah
- Menyambung Menggunakan Skun
- Skun Kabel Listrik
- Cara Memasang Skun yang Benar
- Pertama, dengan menggunakan tang long nose
- Kedua, dengan menggunakan crimper atau crimping tool
- Ketiga, dengan menggunakan solder dan timah
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Tanya admin
Pada saat kita menggunakan kabel listrik, tentunya tidak terlepas dengan proses sambung-menyambung kabel listrik. Baik itu menyambung antar kabel, kabel ke terminal, ataupun kabel ke PCB (Printed Circuit Board).
Berbagai Cara Menyambung Kabel
Dalam hal sambung-menyambung kabel listrik ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya adalah :
- Menyambung dengan menggunakan simpul (antar kabel)
- Menyambung dengan menggunakan solder dan timah (antar kabel, terminal, atau PCB)
- Menyambung dengan menggunakan skun (antar kabel dan terminal)
Metode-metode penyambungan yang telah disebutkan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Menyambung Menggunakan Simpul (Sambungan Ekor Babi)

Jika dilihat dari sisi kemudahannya, menyambung menggunakan simpul adalah yang paling mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat khusus.
Hanya dengan mengupas kabel dan menyambungnya dengan cara memuntir kedua kabel atau menggunakan simpul, kabel sudah tersambung. Sambungan kabel listrik model ini sering disebut juga dengan istilah sambungan ekor babi.
Namun tentunya dengan cara ini jika simpul yang digunakan kurang bagus, maka saat kabel tertarik kabel akan mudah putus atau kendur. Sambungan yang kendur menimbulkan panas dan bisa memicu kebakaran, jadi sambungan pilin untuk listrik PLN harus kencang, ditutup isolasi atau lasdop yang sesuai, dan sebaiknya diletakkan di dalam kotak sambung, bukan dibiarkan terbuka.
Menyambung Menggunakan Solder dan Timah

Jikadilihat dari sisi kekuatan sambungan, menyambung dengan menggunakan solder dan timah tentunya akan membuat sambungan bersifat permanen dan kuat.
Menyambung Menggunakan Skun
Nah, jika kalian ingin membuat sambungan yang semi permanen (dapat dilepas pasang namun memiliki sambungan yang kuat), maka menggunakan skun kabel listrik adalah cara yang tepat.
Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai skun kabel listrik secara rinci dan bagaimana cara tepat menggunakan benda kecil serbaguna ini.
Skun Kabel Listrik

Skun sendiri adalah terminal atau konektor yang dapat dipasang pada kabel secara bebas (free hanging-tidak menggunakan rumah soket). Bahan dari skun ini juga bermacam-macam mulai dari tembaga, kuningan, sampai alumunium.
Pilih bahan skun yang sesuai dengan bahan kabelnya: skun tembaga (umumnya dilapis timah) untuk kabel tembaga, dan skun aluminium untuk kabel aluminium. Tembaga dan aluminium yang bersentuhan langsung memicu korosi di titik sambungan, sehingga untuk sambungan campuran dipakai skun bimetal. Untuk kabel tembaga di rumah, skun tembaga adalah pilihan yang paling umum dan awet.
Selain bahannya, bentuknya dan ukurannya pun bermacam-macam mulai dari yang berbentuk snap on sampai yang menggunakan baut.
Untuk memilih bentuk skun kabel ini tentunya sesuaikan juga dengan kebutuhan dan ukuran kabel yang kalian gunakan.

Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Cara Memasang Skun yang Benar
Sebelum mulai: matikan MCB atau cabut steker, lalu pastikan kabel tidak bertegangan dengan test pen. Pilih skun yang ukurannya sesuai penampang kabel (tertera dalam mm² pada skun atau kemasannya), dan kupas isolasi kabel sepanjang laras skun saja.
Lalu bagaimana cara memasang skun kabel yang baik dan benar sehingga kabel dan skun kuat terpasang? Ada 3 cara untuk memasang skun ini ke kabel yaitu:
Pertama, dengan menggunakan tang long nose
Cara ini adalah yang paling mudah karena tool-nya mudah ditemukan dan harganya tidak terlalu mahal. Caranya cukup mudah, kalian tinggal mengupas kabel dan menempatkan pada skun lalu menguncinya dengan tang long nose ini dan jangan lupa untuk mengecek kekuatan sambungan dengan cara menariknya.
Namun yang perlu diperhatikan jika kalian menggunakan tang ini adalah sering kali pengunci kabel pada skun tidak ter-crimp atau terpasang dengan baik sehingga kabel mudah lepas dari skunnya dan cukup sulit untuk membuat bentuk penguncian yang bagus.
Karena itu, tang long nose sebaiknya hanya dipakai untuk keadaan darurat atau sambungan berarus kecil. Untuk kabel listrik PLN dan arus besar, pakai crimping tool supaya jepitannya rapat. Sambungan skun yang kendur akan panas dan bisa terbakar.

Kedua, dengan menggunakan crimper atau crimping tool
Namun tools ini selain harganya cukup mahal, jenisnya pun bermacam-macam sesuai dengan bentuk skun yang digunakan. Meskipun ada crimper yang universal, tetapi untuk pemakaiannya tetap terbatas untuk jenis skun tertentu.
Jadi jika kalian ingin menggunakan crimping tool ini sesuaikan dengan skun yang kalian gunakan. Tentunya crimping tool ini akan menghasilkan sambungan dan penguncian yang sangat kuat dan rapi. Setelah dijepit, tarik kabel untuk menguji kekuatannya, lalu tutup bagian logam yang terbuka dengan selongsong isolasi atau heat shrink bila skunnya tanpa isolator.


Ketiga, dengan menggunakan solder dan timah
Jika kalian menginginkan sambungan yang kuat pada skun, maka solder dan timah dapat memberikan hasil tersebut. Namun penggunaan solder dan timah akan cukup sulit pada jenis skun tertentu, seperti skun yang memiliki insulator karena dengan mudah insulator akan meleleh jika dipanaskan.
Selain itu, penggunaan timah yang terlalu banyak juga membuat skun tidak dapat terpasang dengan baik pada terminal atau skun lain karena terhalang oleh timah, sehingga pastikan kalian menggunakan timah secukupnya.
Semoga setelah membaca artikel ini, kalian dapat melakukan skun kabel listrik dengan benar ya! Jangan lupa untuk mampir ke artikel lain di www.s-gala.com untuk mendapatkan informasi berkualitas lainnya.
Kalau ingin menjadikan lampu LED sebagai usaha sampingan, Anda bisa mulai dari belanja kecil di S-Gala. Harga ecer berlaku mulai 1 biji, harga reseller mulai total belanja Rp300 ribu, dan harga grosir mulai Rp1 juta, boleh campur watt dan merek. Untungnya Anda tentukan sendiri dari harga jual. Lihat harga grosir lampu LED atau chat admin di 0812-2276-8892.



