Serba-serbi Kabel Listrik
Daftar isi (8 bagian)
- Definisi & Fungsi Umum
- Sejarah Singkat
- Material Penyusun
- Konduktor
- Isolator / Insulator / Jaket Kabel
- Kabel PLN (3 Phase)
- Cara Memilih Kabel Listrik Yang Baik
- Kawat Penghantar
- Identifikasi Kabel
- Nomor Registrasi Produk (NRP)
- Standar Kabel Listrik di Indonesia
- Male & Female Kabel
- Merk dan Ukuran
- Kabel Wilson NYA
- Kabel Wilson NYM
- Kabel Wilson NYMHY
- Kabel Wilson NYY
- Kabel Wilson NYYHY
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Tanya admin
Pada artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas mengenai sebuah benda yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Apakah benda yang dimaksud? Ya, Kabel Listrik!
Kita akan membahas mengenai apa sih kabel listrik itu, apa fungsinya, material pembuatannya, dan lain sebagainya.
Definisi & Fungsi Umum
Secara singkat, kabel listrik didefinisikan sebagai media untuk menyalurkan energi listrik. Kabel Listrik pada dasarnya merupakan sejumlah wire (kawat) terisolator yang diikat bersama dan membentuk jalur transmisi multikonduktor.

Dalam pemilihan kabel listrik, kita perlu memperhatikan beberapa faktor penting yaitu:
- Warna kabel listrik
- Ukuran penampang kabel dalam mm² (1,5 mm², 2,5 mm², 4 mm², 6 mm² dan seterusnya)
- Tegangan nominal/tegangan opersional (misalnya 450/750V)
- Kode kabel (NYA, NYAF, NGA, NYM, NYMHY, NYY, NYYHY, dll)
- Jumlah wire dalam kabel (tunggal/serabut)
- Keterangan aplikasi atau penggunaan
Informasi tersebut biasanya tercetak di kemasan kabel listrik yang bersangkutan, kalian dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
Untuk warna, PUIL 2011 menetapkan: coklat untuk fasa pada instalasi 1 fasa (coklat, hitam, dan abu-abu untuk 3 fasa), biru untuk netral, dan hijau-kuning untuk ground (PE). Kabel ground wajib tersambung, bukan pelengkap.
Fungsi umum dan utama dari kabel listrik sendiri yaitu sebagai penghantar listrik. Namun dari satu fungsi utama tersebut, kabel listik memiliki banyak sekali kegunaan dalam penerapannya.
Sejarah Singkat
Sistem distribusi tenaga pertama kali dibuat menggunakan batang tembaga yang dikembangkan oleh Thomas Edison pada tahun 1882 di New York City. “Kabel” tersebut dibungkus mengunakan rami dan ditempatkan dalam pipa kaku yang diisi dengan senyawa beraspal.

Meskipun karet dengan vulkanisasi telah dipatenkan oleh Charles Goodyear pada tahun 1844, itu tidak diterapkan pada isolasi kabel sampai tahun 1880-an pada sirkuit penerangan.
Kabel berinsulasi karet digunakan untuk sirkuit 11.000 volt pada tahun 1897 yang dipasang untuk proyek pembangkit listrik Air Terjun Niagara.
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Material Penyusun
Kabel listrik sendiri terdiri dari 2 bagian utama yaitu konduktor dan isolator.
Konduktor

Bahan konduktor dari kabel listrik ini beraneka ragam, tapi umumnya terbuat dari tembaga. Selain tembaga, ada juga konduktor dari aluminium yang banyak dipakai pada jaringan PLN dan kabel berukuran besar. Perak dan emas juga penghantar yang sangat baik, tetapi karena mahal hanya dipakai sebagai lapisan kontak atau untuk keperluan khusus.
Lalu apa kelebihan tembaga dibandingkan bahan lainnya sehingga tembaga ini menjadi yang paling sering digunakan?
Jawabannya adalah perpaduan daya hantar dan harga. Tembaga adalah penghantar listrik terbaik kedua setelah perak, tetapi harganya jauh lebih murah daripada perak dan emas. Aluminium memang lebih murah dan lebih ringan, tetapi daya hantarnya lebih rendah sehingga butuh penampang lebih besar untuk arus yang sama. Hal inilah yang menyebabkan tembaga menjadi material konduktor kabel yang paling sering digunakan, terutama untuk instalasi rumah.
Nah, untuk bentuk dari konduktor pun ada beberapa macam :
Konduktor Tunggal
Konduktor ini merupakan satu kawat tembaga solid yang digunakan untuk menghantarkan aliran listrik ke sebuah barang elektronik. Harga yang terjangkau serta umur yang tahan lama membuat konduktor ini menjadi salah satu jenis konduktor yang disukai masyarakat.
Namun, kekurangan dari konduktor ini adalah tidak terlalu ramah terhadap banyaknya tekukan yang berulang atau gerakan yang menyebabkan tekukan terus-menerus. Hal tersebut dapat menyebabkan kawat bisa aus kemudian pecah / rusak.

Konduktor Serabut
Alih-alih satu kawat tembaga solid seperti kabel solid, kabel yang serabut memiliki beberapa untai tembaga tipis yang membentuk satu kawat. Struktur ini dapat membuat kabel menjadi lebih fleksibel selama instalasi.
Karena kelebihannya dalam hal fleksibilitas, kabel dengan konduktor serabut lebih banyak digunakan untuk kabel yang sering ditekuk atau dipindah, misalnya kabel peralatan, kabel roll (terminal), dan pengawatan di dalam panel. Ujung kabel serabut sebaiknya diberi skun atau ferrule sebelum dijepit ke terminal.
Konduktor Twisted
Konduktor twisted pada dasarnya merupakan sepasang kabel tembaga yang diputar bersama-sama. Fungsinya adalah untuk mengurangi gangguan (interferensi) elektromagnetik dari lingkungan sekitar kabel. Tiap kabel twisted memiliki kapasitas bandwidth dan spesifikasi data tertentu. Biasanya konduktor model twisted ini digunakan untuk kabel-kabel jaringan.

Kemampuan kabel dalam menghantarkan arus tergantung bahan dan ukuran penampang konduktornya, jenis isolasinya, serta cara pemasangannya. Nilai ini disebut dengan Kemampuan Hantar Arus atau disingkat menjadi KHA.
Isolator / Insulator / Jaket Kabel
Isolator adalah bagian pembungkus konduktor yang bahannya tidak dapat/sulit menghantarkan arus listrik. Isolator berfungsi untuk menjaga hantaran listrik berada di dalam kabel.
Bayangkan jika konduktor tidak dilapisi oleh isolator, tentu arus listrik dapat menyebar kemana-mana. Hal ini tentu sangat berbahaya.
Bagian isolator ini menjadi bagian terluar sebagai pembungkus yang tidak bisa menghantarkan listrik. Bagian isolator ini dapat melindungi penggunanya dari sengatan listrik, sementara untuk kabel itu sendiri, isolator berfungsi sebagai pelindung kabel supaya tidak berpengaruh terhadap keadaan ataupun suhu yang ada di sekitar.

Lalu, bahan apa yang biasa digunakan sebagai isolator kabel listrik? Ada beberapa bahan yang sering digunakan sebagai berikut.
Plastik
Plastik adalah bahan yang terbuat dari pengolahan minyak mentah. Plastik memiliki sifat tidak tembus air, lentur, mudah dibentuk, ringan, dan tidak menghantarkan listrik/panas. Dengan sifatnya ini, plastik sangat baik digunakan sebagai isolator listrik. Jenis plastik yang paling umum untuk isolasi kabel adalah PVC, yang ditandai huruf Y pada kode kabel seperti NYA dan NYM.
Karet
Isolator yang baik mampu menahan listrik sehingga tidak terjadi kebocoran arus. Salah satu contohnya adalah karet, yang dulu banyak dipakai sebagai isolasi kabel sebelum PVC.
Bahan ini sangat baik mengisolasi listrik maupun panas. Karet merupakan bahan yang bersifat kuat dan lentur/elastis. Namun, karet juga dapat diubah menjadi keras dan kaku bila karet dicampur dengan kapur, belerang, dan sebagainya.
Silikon
Isolator dari silicon memiliki fungsi yang mirip dengan isolator dari karet, yaitu sama-sama fleksibel/lentur serta memiliki daya tahan panas yang sangat tinggi.
Kabel PLN (3 Phase)

Kalian pernah lihat kabel listrik PLN?
Jika kalian perhatikan, kabel listrik yang digunakan di tiang listrik utama PLN terdiri dari 4 penghantar: tiga kawat fasa (R, S, T) dan satu kawat netral (N). Inilah yang disebut jaringan listrik 3 fasa 4 kawat. Perlu dicatat, kawat netral bukan kawat ground; ground (PE) adalah penghantar pengaman tersendiri di instalasi.
Menurut istilah Listrik 3 Phase terdiri dari 3 kabel bertegangan listrik dan 1 kabel netral.
Menurut standar yang berlaku (SNI 04-0227-2003), tegangan listrik 3 fasa adalah 400 volt antar-fasa dan 230 volt antara fasa dan netral; dulu nilainya 380/220 volt. Tegangan ini masih tergolong tegangan rendah, tetapi listrik 3 fasa mampu menyalurkan daya besar sehingga banyak digunakan di industri, gedung, dan rumah berdaya besar.

Pada listrik 3 Phase, listrik dialirkan dengan arus AC (Alternating Current).
Pada ketiga kabel penghantarnya, besar tegangan yang dialirkan sama, hanya fasanya bergeser 120 derajat satu sama lain. Arus per fasa pada beban 3 fasa seimbang dihitung dengan rumus I = P ÷ (√3 × V × cos φ). Contohnya, motor 10 kW pada 400 V dengan cos φ 0,85 menarik arus sekitar 10.000 ÷ (1,732 × 400 × 0,85) ≈ 17 A per fasa. Jika kalian memiliki sebuah pabrik atau industri yang membutuhkan daya listrik yang besar, kalian bisa mengajukan penggunaan listrik 3 phase ini.
Cara Memilih Kabel Listrik Yang Baik
Ada beberapa hal yang dapat kalian cek saat hendak membeli kabel listrik.
Kawat Penghantar
Menurut standar nasional di Indonesia (SNI), kawat penghantar kabel yang baik harus dipastikan terbuat dari tembaga murni.
Cara termudah untuk mengetahui kawat penghantar terbuat dari tembaga adalah dengan mengikis atau kerok permukaan kawat tersebut dengan menggunakan cutter. Jika setelah dikikis atau dikerok terlihat berwarna putih artinya kawat penghantar tersebut adalah kawat aluminium atau besi yang disepuh/dilapisi dengan tembaga.

Jika demikian disarankan untuk tidak membeli kabel tersebut karena tidak sesuai dengan standar SNI dan dikhawatirkan kabel akan panas jika ternyata bebannya melebihi kapasitas dari kawat yang disepuh tadi. Akibatnya bisa fatal, mulai dari kerusakan pada peralatan elektronik hingga konsleting dan kebakaran.
Identifikasi Kabel
Jangan terkecoh oleh embel-embel “kualitas terjamin” pada kemasannya. Penamaan kabel listrik sudah diatur oleh pemerintah yang mewajibkan untuk mencantumkan minimal beberapa informasi, seperti :
- Standar produk
- Merk
- Ukuran
- Tegangan pengenal
- Pabrik & Negara pembuat
Itu semua juga harus dapat dibuktikan dengan adanya sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang sudah terakreditasi dan terdaftar resmi di kementerian perdagangan.

Nomor Registrasi Produk (NRP)
NRP adalah nomor yang diterbitkan oleh direktorat standarisasi dan pengendalian mutu Kementerian Perdagangan terhadap barang produksi dalam negeri yang SNI-nya telah diberlakukan.
Artinya, sebelum produk tersebut didaftarkan ke kementerian perdagangan, produk kabel tersebut telah lulus uji jenis yang disyaratkanoleh SNI dan mendapat sertifikat dari lembaga sertifikasi.
Jadi, pastikan kabel yang kalian beli memiliki NRP & tanda lulus SNI.

Standar Kabel Listrik di Indonesia
Kode kabel listik pun diatur penamaannya di Indonesia. Secara detail kalian bisa membaca ulasannya di artikel mengenai “Bagaimana Sih Kabel Instalasi Listrik Standar PLN?” di website s-gala.com.

Male & Female Kabel
Seringkali kita mendengan istilah female dan male pada kabel. Tahukan kalian apakah arti dari kedua hal tersebut?

Jadi, kedua istilah tersebut merupaka istilah untuk konektor / sambungan, yaitu konektor plug untuk male dan konektor socket untuk female. Konektor socket merupakan wadah yang menerima dan sebagai penahan konektor plug.
Konektor male berbeda dari female karena memiliki satu atau lebih pin yang dirancang sebagai kontak langsung, kontak netral, dan kontak opsional, serta dipisahkan oleh isolator plastik. Konektor female memiliki satu atau lebih soket yang cukup besar untuk menerima konektor male dan menyediakan titik koneksi yang mengalirkan listrik setelah steker dipasang ke dalamnya.
Jadi secara mudahnya, kabel Male adalah kabel dengan ujung plug yang berfungsi untuk “mencolok”, dan kabel Female adalah kabel dengan ujung plug yang berfungsi untuk “dicolok”.
Merk dan Ukuran
Bingung merk kabel apa yang banyak dijumpai di pasaran? Berikut beberapa merk kabel yang cukup dikenal masyarakat:
- Wilson
- Eterna
- Supreme
- Kitani
Merk apa pun yang dipilih, pastikan kabelnya mencantumkan tanda SNI, NRP, ukuran penampang, dan tegangan pengenal. Sebagai contoh, berikut beberapa ukuran kabel merk Wilson yang sering dicari (harganya bervariasi tergantung ukuran dan panjang; cek harga terbaru di toko listrik atau marketplace) :
Kabel Wilson NYA

- Ukuran 1.5 x 5m
- Ukuran 1.5 x 10m
- Ukuran 2.5 x5m
- Ukuran 2.5 x 10m
Kabel Wilson NYM

Kabel Wilson NYM tersedia dalam beberapa ukuran sbb:
- Ukuran 2 x 1.5 x 5m
- Ukuran 2 x 1.5 x 10m
- Ukuran 2 x 2.5 x 5m
- Ukuran 2 x 2.5 x 10m
- Ukuran 3 x 2.5 x 5m
- Ukuran 3 x 2.5 x 10m
Kabel Wilson NYMHY

Kabel Wilson NYMHY tersedia dalam beberapa ukuran sbb:
- Ukuran 2 x 1.5 x 5m
- Ukuran 2 x 1.5 x 10m
- Ukuran 3 x 0.75 x 5m
- Ukuran 3 x 0.75 x 10m
- Ukuran 3 x 1.5 x 5m
- Ukuran 3 x 1.5 x 10m
Kabel Wilson NYY

Ukuran kabel Wilson tipe NYY adalah sbb:
- 2 x 1.5 x 5m
- 2 x 1.5 x 10m
- 3 x 2.5 x 5m
- 3 x 2.5 x 10m
Kabel Wilson NYYHY

Ukuran kabel Wilson tipe NYYHY adalah sbb:
- 2 x 1.5 x 5m
- 2 x 1.5 x 10m
- 3 x 1.5 x 5m
- 3 x 1.5 x 10m
- 3 x 0.75 x 5m
- 3 x 0.75 x 10m
Sekian pembahasan kali ini. Mudah – mudahan bermanfaat ya! Jangan lupa untuk intip peluang bisnis menjual kabel listrik bersama S-gala.com lewat chat admin WhatsApp.
Baca juga: Banyak Macam dan Warna Kabel USB, Apa Fungsinya?
Baca juga: Ini Dia Cara Membedakan Kabel Arde, Netral, & Fasa



