Cara Membedakan Kabel Arde, Netral, & Fasa
Topik: Arti warna kabel
Daftar isi (1 bagian)
Meskipun sekarang ini banyak alat elektronik yang sudah menerapkan teknologi nirkabel alias tanpa kabel, tapi tetap saja keberadaan kabel listrik masih sangat diperlukan.
Masih banyak juga alat listrik dan sistem kelistrikan di rumah yang tetap membutuhkan kabel listrik.
Nah, jika membahas mengenai kabel listrik tentu tidak asing dengan istilah kabel arde, netral, dan fasa.
Tapi apa sih sebenarnya ketiga jenis kabel listrik tersebut?
Apa fungsinya?
Dan bagaimana sih cara membedakannya?
Yuk kita bahas di artikel kali ini!
Kabel Arde, Netral, dan Fasa
Pertama-tama mari kita bahas pengertian dari masing-masing kabel tersebut.
- Kabel Arde merupakan kabel pentanahan atau biasa disebut grounding (PE), yaitu kabel yang menghubungkan bodi logam peralatan dan kontak pembumian stop kontak ke elektrode pentanahan (arde) di tanah. Dalam keadaan normal kabel ini tidak dialiri arus; arus baru mengalir saat terjadi kebocoran.
- Kabel Netral merupakan kabel penghantar arus balik dari beban ke sumber. Tegangannya terhadap tanah mendekati nol karena netral dibumikan di sisi trafo PLN, tetapi netral tetap dialiri arus saat beban menyala, jadi jangan dianggap aman disentuh. Sebutan "kabel negatif" kurang tepat karena listrik rumah adalah arus bolak-balik (AC).
- Kabel Fasa merupakan kabel yang bertegangan terhadap tanah, sekitar 220–230 V pada listrik rumah 1 fasa. Sebutan sehari-harinya kabel api atau L (line/live); sebutan "kabel positif" kurang tepat untuk listrik AC.
Sebenarnya di pasaran, kalian akan banyak sekali menemukan kabel listrik yang terdiri dari 2 jenis kabel saja; yaitu kabel fasa dan kabel netral.

Tapi sebenarnya akan jauh lebih ideal jika kabel listrik yang kalian beli adalah kabel yang terdiri lengkap dari 3 jenis.
Kenapa sih kabel listrik yang ideal adalah kabel yang terdiri dari 3 jenis kabel diatas?
Kabel fasa & netral sendiri berfungsi untuk menghantarkan arus listrik tentunya. Nah, peran kabel arde sering dianggap sepele; padahal kabel inilah yang memberikan tambahan dan jaminan keamanan!
Jika terjadi kebocoran, kabel arde alias kabel grounding mengalirkan arus bocor dari bodi alat ke tanah sehingga bodi tidak bertegangan berbahaya, dan pengaman arus bocor (ELCB/RCD) dapat memutus listrik.
Jadi sebaiknya pastikan kalian membeli kabel listrik yang lengkap ya!
Mahal sedikit tentu tidak masalah karena keamanan adalah yang utama.
Cara Membedakan Kabel Arde, Netral, dan Fasa
Karena ada tiga jenis kabel pasti sering membuat kita bingung untuk membedakannya, cara yang paling mudah adalah dengan mengenali warnanya.

Berdasarkan kode warna yang berlaku sekarang (PUIL 2011, mengacu IEC 60446), ketiga kabel tersebut memiliki warna sebagai berikut:
- Kabel Arde : Hijau-Kuning (loreng)
- Kabel Netral : Biru
- Kabel Fasa : Coklat (L1), Hitam (L2), dan Abu-abu (L3); instalasi rumah 1 fasa umumnya memakai coklat
Tapi kalau kalian melihat warna di luar panduan di atas, jangan bingung. Instalasi lama di Indonesia (sebelum PUIL 2011) umumnya memakai warna sebagai berikut:
- Kabel Arde : Hijau-Kuning
- Kabel Netral : Biru
- Kabel Fasa : Merah, Kuning, dan Hitam (fasa R, S, T)
Pada kabel atau peralatan impor kalian juga bisa menemukan kode warna lain, misalnya kode lama Inggris dengan netral hitam dan fasa merah. Karena itu, warna saja tidak cukup: selalu pastikan dengan test pen.
| Jenis kabel | Warna menurut PUIL 2011 | Warna instalasi lama di Indonesia | Test pen |
|---|---|---|---|
| Arde (PE) | Hijau-kuning | Hijau-kuning | Tidak menyala |
| Netral (N) | Biru | Biru | Tidak menyala |
| Fasa (L) | Coklat (L1), hitam (L2), abu-abu (L3) | Merah, kuning, hitam | Menyala |
Apabila instalasi kabel listrik sudah terpasang, memiliki warna yang berbeda atau warnanya sama semua, maka pertama-tama kita gunakan test pen. Pengujian ini dilakukan pada kabel bertegangan, jadi berhati-hatilah: jangan menyentuh bagian logam kabel yang terkupas, pegang test pen hanya pada gagangnya, dan cek dulu test pen di stop kontak yang pasti bertegangan untuk memastikan alatnya berfungsi.
Cara untuk mengetes mana kabel arde, netral, & fasa adalah sebagai berikut:
- Nyalakan MCB
- Kabel Arde : Jika ditempelkan maka tespen akan tidak menyala
- Kabel Netral : Jika ditempelkan maka tespen akan tidak menyala (bila menyala, kemungkinan netral putus; matikan MCB dan panggil teknisi)
- Kabel Fasa : Jika ditempelkan maka tespen akan menyala
Nah, lalu bagaimana cara membedakan kabel arde dan netral?
Kan sama-sama tidak menyala saat dicek menggunakan tespen…
Untuk itu perlu dilakukan tahap kedua untuk membedakan kabel arde dan netral, yaitu kita perlu menggunakan alat yang bernama Multi Tester atau Multi meter.

Untuk tahap ini pastikan MCB utama sudah mati. Cara yang paling pasti adalah menelusuri ujung kabel sampai ke panel (box MCB): kabel arde tersambung ke terminal atau rel pembumian yang menuju elektrode arde (batang tembaga yang ditanam di tanah), sedangkan kabel netral tersambung ke terminal netral (N) dari kWh meter. Multimeter mode ohm (Ω) dipakai untuk memastikan kontinuitas sambungan kabel tersebut; angka mendekati 0 ohm berarti tersambung.
Cara menempelkan satu probe ke kabel dan satu probe ke tanah tidak bisa diandalkan, karena netral juga dibumikan di sisi PLN sehingga bisa sama-sama terbaca tersambung. Selain itu, MCB 1 kutub hanya memutus fasa, jadi kabel netral tetap tersambung ke jaringan. Bila kabel arde dan netral tidak bisa dibedakan dengan yakin, minta teknisi listrik memeriksa instalasi dengan alat yang sesuai, misalnya socket tester atau earth tester.
Semoga pembahasan tentang kabel listrik kali ini bisa menambah pengetahuan kalian ya!
Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel menarik dan bermanfaat lainnya di blog S-Gala.
Ada pertanyaan seputar kabel listrik? Hubungi admin S-Gala lewat WhatsApp.



