Mengenal & Mengukur Kabel Listrik 3 Phase
Daftar isi (3 bagian)
Arus listrik terbagi menjadi 2, yaitu arus listrik searah (Direct Current – DC) dan arus listrik bolak balik (Alternating Current – AC).
Dinamakan arus listrik bolak balik karena listrik ini mempunyai bentuk gelombang sinusoidal yang artinya polaritasnya berubah-ubah antara kutub positif dan negatif.
Untuk listrik PLN sendiri, arus yang digunakan adalah arus AC. Arus AC digunakan karena lebih mudah untuk dinaik turunkan tegangan dan kuat arusnya serta kerugian listrik yang terjadi dapat lebih kecil pada transmisi jarak jauh.
Sistem Listrik 1 Phase & 3 Phase
Pada listrik AC ada 2 sistem fasa (phase) yang umum dipakai, yaitu 1 phase (fasa tunggal) dan 3 phase (3 fasa).
Sistem listrik 1 Phase
Tegangan 1 fasa merupakan instalasi listrik AC yang menggunakan dua kabel penghantar yaitu kabel live (fasa) dan kabel netral. Tegangan nominal sistem 1 fasa di Indonesia menurut SNI 04-0227-2003 adalah 230 VAC, walaupun di lapangan masih sering disebut 220 VAC; sedangkan untuk di beberapa negara lain besar tegangan ini bervariasi mulai dari 100 -240 VAC. Untuk jaringan 1 fasa ini biasanya digunakan pada perumahan atau industri kecil yang tidak menggunakan daya besar.
Sistem listrik 3 Phase (R S T)

Sedangkan sistem instalasi listrik 3 phase merupakan instalasi listrik yang menggunakan 3 gelombang sinusoidal yang mempunyai perbedaan sudut sebesar 120 derajat.
Jaringan 3 fasa ini digunakan oleh perusahaan listrik (PLN) untuk mensuplai listrik dari pembangkit listrik sampai ke Jaringan Tegangan Rendah (JTR) yang berada di wilayah rumah pelanggan listrik.
Instalasi listrik 3 phase ini akan membuat daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik bisa lebih besar sehingga dapat lebih banyak mensuplai rumah-rumah atau industri dan beban dapat terbagi juga dengan sistem 3 fasa ini.
Telah disebutkan sebelumnya bahwa untuk perumahan sendiri biasanya menggunakan jaringan listrik 1 fasa. Untuk kebutuhan listrik yang besar, PLN menyediakan sambungan 3 fasa; untuk pelanggan rumah tangga, sambungan 3 fasa lazimnya mulai dari daya sekitar 6.600 VA, tergantung ketentuan PLN.
Jaringan 3 fasa sendiri terdiri dari 4 penghantar listrik, yaitu 3 kabel live (R S T atau L1 L2 L3) dan 1 netral (N). Di dalam instalasi bangunan ditambah 1 penghantar pengaman/ground (PE), sehingga kabel 3 fasa untuk instalasi umumnya berisi 5 inti.
Warna kabel listrik 3 phase menurut PUIL 2011 (mengacu standar IEC) adalah sebagai berikut. Warna hijau-kuning selalu untuk ground (PE), tidak boleh dipakai untuk netral.
| Penghantar | Warna menurut PUIL 2011 | Warna kode lama (masih ditemui di instalasi lama) |
|---|---|---|
| Fasa L1 (R) | Coklat | Merah |
| Fasa L2 (S) | Hitam | Kuning |
| Fasa L3 (T) | Abu-abu | Hitam |
| Netral (N) | Biru | Biru |
| Ground (PE) | Hijau-kuning | Hijau-kuning |
Karena warna lama dan baru bisa tercampur di satu bangunan, jangan menebak fungsi kabel dari warnanya saja; pastikan dengan alat ukur atau tanyakan pada instalatir.
Maka dari itu, jika kalian melihat jaringan SUTET, kalian akan melihat ada 3 kabel yang digunakan untuk 1 sirkuitnya (3 kabel untuk fasa). Jalur netral sendiri akan muncul setelah tegangan diturunkan oleh transformer.

Tegangan nominal sistem 3 phase tegangan rendah di Indonesia menurut SNI 04-0227-2003 adalah 230/400 VAC (fasa ke netral 230 V, antarfasa 400 V). Di lapangan masih sering disebut 220/380 VAC, dan hasil ukur di kisaran itu masih wajar. Beberapa industri atau negara lain yang memiliki pembangkit listrik sendiri ada yang menggunakan tegangan 480VAC dan 690VAC.
Rangkaian untuk Dasar Menyambung Kabel Listrik 3 Phase
Terdapat 2 rangkaian pada sistem kabel listrik 3 phase, yaitu tipe rangkaian Y (star) dan delta. Rangkaian ini biasanya digunakan pada:
- Transformer
- Motor listrik
- Generator
- Sistem distribusi listrik
Rangkaian Y (Star)

Pada rangkaian star terdapat titik x atau pertemuan antara jalur fasa.
Titik x ini kita sebut dengan jalur netral dan rangkaian star ini biasanya digunakan di transformer untuk distribusi jaringan ke perumahan sehingga menghasilkan 4 kawat penghantar (3 fasa dan 1 kabel netral). Jika kita ukur dari titik ke titik (dengan asumsi tegangan antarfasa 380VAC seperti yang lazim disebut di lapangan), maka bisa dibagi menjadi:
| Titik ukur | Jenis tegangan | Hasil (sebutan lapangan) | Nilai nominal SNI |
|---|---|---|---|
| a ke b | Fasa ke fasa | 380 VAC | 400 VAC |
| a ke c | Fasa ke fasa | 380 VAC | 400 VAC |
| b ke c | Fasa ke fasa | 380 VAC | 400 VAC |
| a ke x | Fasa ke netral | 220 VAC | 230 VAC |
| b ke x | Fasa ke netral | 220 VAC | 230 VAC |
| c ke x | Fasa ke netral | 220 VAC | 230 VAC |
Hubungan keduanya: V fasa-fasa = √3 × V fasa-netral. Contohnya 220 V × 1,732 ≈ 380 V, atau 230 V × 1,732 ≈ 400 V.
Rangkaian Delta

Rangkaian delta sendiri memiliki ciri khas berbentuk segitiga dan tidak terdapat titik tengah pertemuan dari ketiga fasa sehingga pada rangkaian ini tidak terdapat jalur netral dan hanya terdapat titik fasa ke fasa saja.
Rangkaian ini biasanya digunakan pada transformer yang mengalirkan listrik dari pembangkit listrik ke jaringan distribusi.
Sehingga jika kita ukur tegangannya dari titik ke titik (dengan asumsi tegangan antarfasa 380VAC), menjadi:
| Titik ukur | Jenis tegangan | Hasil |
|---|---|---|
| a ke b | Fasa ke fasa | 380 VAC |
| a ke c | Fasa ke fasa | 380 VAC |
| c ke b | Fasa ke fasa | 380 VAC |
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Cara Mengukur Listrik 3 Phase
Peringatan keselamatan: tegangan antarfasa 380–400 V jauh lebih berbahaya daripada listrik 1 fasa. Pengukuran di panel bertegangan hanya boleh dilakukan oleh orang yang kompeten, memakai multimeter dengan kategori keamanan yang sesuai untuk panel distribusi (minimal CAT III 600 V), probe berpelindung, dan alas kaki berisolasi. Jangan bekerja sendirian, dan jangan menyentuh bagian logam terbuka. Bila ragu, panggil teknisi listrik.
Setelah mengetahui sistem kelistrikan 3 fasa mari kita lihat contoh pengukuran titik ke titik pada salah satu panel listrik yang menerapkan sistem kabel listrik 3 fasa ini.



Menginstalasi kabel listrik 3 phase pada perumahan sendiri biasanya digunakan untuk menggerakkan motor atau AC (Air Conditioning) dengan daya besar. Alat 3 fasa disambung ke ketiga fasa (plus ground), alat yang memang dirancang untuk 380/400 VAC disambung fasa ke fasa, sedangkan alat 220/230 VAC disambung fasa ke netral, dengan beban dibagi rata ke ketiga fasa. Jangan sekali-kali menyambung alat 220 V ke fasa-fasa, karena alat akan menerima 380–400 V dan rusak. Pemasangan dan pembagian beban 3 fasa sebaiknya dikerjakan instalatir listrik.
Semoga artikel kali ini bermanfaat ya!
Jangan lupa untuk mampir ke artikel s-gala.com lainnya untuk memperoleh banyak ilmu berguna terkait dunia listrik.
Butuh kabel atau perlengkapan instalasi listrik? Tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.
Baca juga: DIY – Memasang Terminal Listrik 2 Kabel & 3 Kabel
Baca juga: Yuk Pelajari Cara Menghitung Kebutuhan Kabel Instalasi Listrik!



