DIY Tutorial Memasang Terminal Listrik 2 Kabel & 3 Kabel
Daftar isi (1 bagian)
Saat kita membutuhkan listrik yang jauh dari posisi stop kontak maka kita tak akan lepas dari benda yang satu ini, yaitu terminal listrik (cable extension).
Di pasaran sendiri banyak yang sudah menjual terminal listrik ini dalam keadaan sudah jadi dan tinggal pakai, namun pastinya terbatas pada panjang kabel dan jumlah terminal yang tersedia, sehingga untuk kebutuhan khusus mau tidak mau kita harus membuat atau memasang terminal listrik sendiri.
Dengan membuat colokan listrik atau terminal listrik sendiri, kita dapat menyesuaikan jumlah colokan yang diperlukan dan panjang kabel yang sesuai kebutuhan.
Cara pasang colokan listrik atau terminal listrik ini juga terbilang cukup mudah. Simak artikelnya sampai selesai ya!
Peringatan keselamatan: rakit terminal dalam keadaan steker tidak tercolok ke listrik. Jangan membongkar terminal atau steker yang masih tercolok, walaupun saklarnya OFF. Sesudah selesai, periksa sambungan dengan multimeter/tester sebelum dicolokkan. Bila ragu, minta bantuan teknisi listrik.
Cara Membuat / Memasang Terminal Listrik
Untuk membuat atau memasang terminal listrik ini tidak terbilang sulit, mari kita bahas langkah-langkahnya:
Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan
Langkah pertama untuk memasang terminal listrik sendiri adalah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Terminal listrik
- Kabel listrik
- Steker (AC power plug)
- Skun kabel listrik (opsional)

Untuk kabel listrik, gunakan kabel yang memang diperuntukkan untuk menangani listrik AC dan pilihlah yang memiliki bahan insulator yang cukup tebal dan berinti serabut sehingga lebih fleksibel. Pilih juga penampang kabel yang cukup untuk total beban yang akan dicolokkan; jangan memakai kabel kecil untuk alat berdaya besar seperti setrika atau pemanas.
Dalam pembuatan terminal listrik ini, kami menggunakan kabel bertipe NYYHY karena memiliki spesifikasi kabel seperti yang disebutkan sebelumnya.
Di sini kami akan menggunakan dua pilihan kabel yaitu memasang terminal listrik yang berisi 2 dan berisi 3.
Perbedaan dari kabel berisi 2 dan 3 adalah terdapat kabel grounding (PE). Menurut standar warna kabel PUIL 2011 (mengacu IEC), kabel ground berwarna hijau-kuning, fasa berwarna coklat, dan netral berwarna biru.
Pada sebagian kabel lama atau kabel yang tidak mengikuti standar, kabel ground bisa berwarna lain (misalnya kuning polos). Bila warnanya tidak standar, pastikan dulu fungsi tiap kabel sebelum disambung.
Untuk terminal yang lubangnya punya kontak ground (jepitan logam di sisi lubang), gunakan kabel isi 3 dan sambungkan ground-nya. Alat berbodi logam atau yang stekernya punya kontak ground (misalnya kulkas, mesin cuci, setrika, dispenser) wajib memakai terminal yang ground-nya tersambung. Kabel isi 2 hanya untuk terminal tanpa kontak ground yang dipakai alat-alat kecil berisolasi ganda (steker pipih tanpa kontak ground).
Ground bukan bagian yang boleh dilewati. Bila stop kontak di rumah belum punya ground, yang perlu diperbaiki adalah instalasi rumahnya (minta teknisi listrik memasang sistem pembumian), bukan ground-nya ditiadakan. Keberadaan ground bisa dicek oleh teknisi dengan tester atau multimeter. Jangan memakai rasa "nyetrum" atau kesemutan saat memegang bodi alat sebagai cara mengecek; itu tanda bahaya arus bocor. Bila terjadi, hentikan pemakaian alat dan periksakan instalasinya.

Untuk terminal listrik dan power plug, kita gunakan yang memiliki switch on off dan yang tidak menggunakan switch sehingga nantinya kalian dapat mempraktekkan sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai opsi, kalian dapat menggunakan skun untuk menyambungkan kabel ke terminal listrik dan power plug sehingga sambungan akan lebih kuat dan terlihat rapi serta aman.
Siapkan peralatan / tools untuk merakit terminal listrik
Kedua, alat– alat yang dibutuhkan untuk memasang terminal listrik adalah :
- Cutter atau pemotong kabel atau wire stripper
- Obeng
- Crimping tool jika kalian menggunakan skun

Merakit Terminal Listrik 2 Kabel dan 3 Kabel
Kini saatnya memasang terminal listrik. Berikut adalah langkah-langkahnya.
Potong kabel
Potong kabel sesuai dengan kebutuhan dan kupas kedua ujung dari kabel dengan cutter atau wire stripper sehingga bagian kawat tembaga terekspos. Kalian dapat juga menggunakan skun untuk membuat sambungan lebih rapi dan kuat.

Buka penutup terminal listrik
Buka baut pada rumah penutup terminal listrik dengan menggunakan obeng. Untuk posisi baut pada terminal listrik yang kita gunakan kali ini dapat dilihat pada gambar.

Sambungkan kabel
Sambungkan kabel yang telah dikupas sebelumnya ke soket yang telah disediakan (biasanya berupa lubang yang dikencangkan dengan baut atau hanya plat dengan baut).
Gunakan skun yang cocok untuk menyambungkan kabel ke soket yang ada dengan memperhatikan bentuk soket pada terminal sehingga skun yang digunakan cocok dan dapat tersambung dengan baik.
Contoh pemasangan kabel isi 3 ke terminal listrik tanpa switch
Kabel isi 3 standar memiliki warna coklat, biru, dan hijau-kuning. Coklat untuk fasa (live/L), biru untuk netral (N), dan hijau-kuning untuk grounding (PE). Pada contoh di gambar, kabel ground yang dipakai berwarna kuning.
Pada terminal listrik,kabel warna biru dan coklat ke soket terluar kiri dan kanan (bisa dilihat pada gambar lingkaran warna biru dan coklat).
Jangan lupa untuk mengendorkan baut pemegang kabelnya terlebih dahulu.
Setelah itu tinggal pasangkan kabel yang sudah dikupas atau diberi skun ke lubang dan kencangkan kembali bautnya. Sedangkan kabel ground (hijau-kuning) sambungkan ke soket tengah (pada gambar lingkaran berwarna kuning).
| Warna kabel (standar) | Fungsi | Posisi pada terminal di contoh |
|---|---|---|
| Coklat | Fasa (L) | Soket terluar, kiri atau kanan (lingkaran coklat) |
| Biru | Netral (N) | Soket terluar sisi lainnya (lingkaran biru) |
| Hijau-kuning | Ground (PE) | Soket tengah (lingkaran kuning) |
Bila terminal atau steker diberi tanda L, N, dan simbol ground, ikuti tanda tersebut.
Selain soket tadi, ada juga pengunci plastik untuk mengunci kabel yang dibaut dengan 2 buah baut (lingkaran berwarna merah pada gambar).
Buka terlebih dahulu kedua baut tersebut, setelah kalian memasang ketiga kabel tadi ke soket maka kalian dapat mengunci kabel yang telah terpasang sehingga kabel tidak mudah lepas pada saat tertarik secara tidak sengaja.

Contoh pemasangan kabel isi 2 ke terminal listrik dengan switch
Pada dasarnya pemasangan kabel isi 2 ke terminal listrik dengan switch mirip dengan pemasangan kabel isi 3 ke terminal listrik tanpa switch.
Pada pemasangan kabel isi 2 (biasanya berwarna biru dan coklat atau hitam), kabel disambungkan hanya ke jalur live dan netral (pada gambar lingkaran berwarna biru dan coklat), sedangkan jalur grounding (lingkaran warna kuning) tidak tersambung. Karena itu terminal ini hanya untuk alat tanpa kontak ground; jangan dipakai untuk alat berbodi logam. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar.

Hal terpenting dalam menyambung jalur listrik adalah jangan sampai setiap jalur tersambung ke jalur listrik yang lain karena hal ini dapat menyebabkan terjadinya arus pendek (konsleting).
Tetap ikuti warna untuk jalur live dan netral: coklat ke fasa (L), biru ke netral (N), dan pasang dengan urutan yang sama di terminal maupun di steker. Perlu diingat, steker model Indonesia bisa dicolok bolak-balik, sehingga posisi fasa dan netral di terminal tidak selalu sama. Karena itu, jangan pernah menganggap lubang terminal aman hanya karena saklarnya OFF: cabut steker dulu sebelum membongkar atau memperbaiki terminal.
Setelah semua kabel tersambung dengan baik, maka kalian dapat menutup kembali rumah penutup terminal yang sebelumnya dibuka.
Sambungkan AC power plug
Sambungkan ujung kabel lainnya ke plug AC power. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka rumah dari power plug dengan menggunakan obeng, untuk posisi baut kalian dapat melihatnya pada gambar (lingkaran berwarna merah)

Contoh pemasangan kabel isi 3 ke plug AC power dengan switch.
Seperti penyambungan pada terminal listrik, kabel coklat dan biru disambungkan ke jalur live dan netral (lingkaran warna coklat dan biru pada gambar) dan kabel ground (hijau-kuning; kuning pada contoh) disambung ke jalur grounding (lingkaran warna kuning).
Pada plug AC power ini juga terdapat pengunci kabel sehingga sesudah seluruh kabel disambungkan jangan lupa untuk mengunci kabel sehingga aman jika tertarik.

Tips untuk pemasangan kabel tanpa skun Y pada model soket seperti ini adalah dengan membagi dua kabel dan menyimpulkannya dengan baut sehingga pada saat dibaut pada terminal, kabel akan terpasang dengan kencang (bisa dilihat pada gambar).

Setelah semua jalur terpasang dengan baik, maka jangan lupa juga untuk memasang rumah dari plug AC power dan kencangkan dengan baut.

Contoh pemasangan kabel isi 2 ke AC power plug tanpa switch.
Pertama-tama yang harus dilakukan pada AC power plug tipe ini adalah memasukkan rumah AC power plug ke kabel terlebih dahulu.
Lalu jalur yang dipasang hanya jalur Live dan netral saja (lingkaran warna biru dan coklat) karena kabel isi 2 memang tidak punya kabel ground. Ingat, rakitan kabel isi 2 ini hanya untuk alat tanpa kontak ground.
Pada AC power plug tipe ini terdapat juga pengunci kabel, jadi setelah semua jalur terpasang dengan baik pasangkan juga pengunci kabelnya.

Setelah semua jalur terpasang dengan baik, kalian tinggal memasangkan kembali rumah AC power plugnya dan kencangkan dengan baut.

Untuk cara memasang kabel 3 warna ke colokan atau steker tanpa switch dapat dilihat di gambar dibawah ini.

Tes Terminal Listrik Buatanmu
Setelah menginstalasi kabel listrik pada terminal dan AC power plug, periksa dulu rakitan sebelum dicolokkan: dengan multimeter mode ohm/continuity, pastikan tidak ada sambungan antara kaki fasa, netral, dan ground di steker (tidak short), dan pastikan tiap kaki steker tersambung ke lubang terminal yang sesuai. Bila semua benar, langkah selanjutnya adalah mengetes terminal listrik yang sudah dibuat dengan mencolokkannya pada sumber listrik.
Jika switch di on kan maka lampu akan menyala atau jika kalian menggunakan terminal tanpa switch dapat dicoba dengan cara mencolokkan peralatan listrik ke terminal listrik yang sudah kalian buat. Bila MCB turun, ada bau hangus, atau steker terasa panas, cabut segera dan periksa ulang sambungannya.


Yang harus diperhatikan pada saat merangkaikan terminal listrik ataupun memasangkan stop kontak, matikan terlebih dahulu sumber listrik (cabut steker, atau turunkan MCB bila mengerjakan stop kontak di tembok, lalu pastikan dengan test pen) dan semua jalur kabel tidak boleh terjadi short. Dengan hal ini pekerjaan menjadi lebih aman dan mencegah terjadinya kesetrum atau konsleting. Bila ragu, serahkan pada teknisi listrik.
Nah, cukup mudah bukan cara pasang colokan listrik atau terminal listrik ini? Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Butuh bahan untuk merakit terminal, seperti kabel, steker, atau stop kontak? Tanyakan ketersediaannya ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



