Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Edukasi

Rangkaian star dan delta, apa perbedaannya?

Daftar isi (2 bagian)
  1. Kelebihan Rangkaian Star dan Delta
  2. Sistem Kerja
  3. Rangkaian Star
  4. Rangkaian Delta
  5. Kombinasi Rangkaian Star dan Delta
  6. Pertanyaan yang sering diajukan
  7. Tanya admin
Cover Rangkaian Star dan Delta

Rangkaian star (bintang, Y) dan delta (segitiga, Δ) adalah dua cara menyambung tiga kumparan pada peralatan listrik yang menggunakan kabel listrik 3 phase, misalnya motor listrik. Starter star-delta memakai keduanya: motor dijalankan dalam hubungan star lebih dulu, lalu dipindah ke delta, supaya arus start berkurang.

Starter star-delta lazim dipakai pada motor induksi 3 phase berdaya cukup besar, misalnya di atas sekitar 5 kW (5.000 Watt). Syaratnya, motor harus dirancang bekerja dalam hubungan delta pada tegangan jaringan; lihat papan nama motor, misalnya tertulis 380/660 V atau 400/690 V Δ/Y. Pada pemanas listrik 3 phase, sambungan star atau delta hanya menentukan tegangan yang diterima tiap elemen, bukan cara start.

Kelebihan Rangkaian Star dan Delta

Mengapa sih kita perlu menggunakan koneksi star dan koneksi delta ini?

  • Untuk mengurangi lonjakan arus listrik pada saat awal motor berputar (arus start pada star sekitar 1/3 dibanding start langsung dalam delta)
  • Mengurangi turunnya tegangan jaringan saat motor start, sehingga peralatan lain yang satu jaringan tidak terganggu
  • Dapat membantu menjaga supaya peralatan yang dioperasikan lebih awet

Sistem Kerja

Gambar di bawah ini adalah salah satu bentuk dari motor 3 phasa yang banyak digunakan di industri.

Rangkaian star dan delta, apa perbedaannya?

Pada gambar diatas tampak terminal motor yang rangkaian kontrolnya terdiri 3 kumparan yaitu :

  • Kumparan U – Dengan nama masing-masing ujungnya U1 – U2
  • Kumparan V – Dengan nama masing–masing ujungnya V1 – V2
  • Kumparan W – Dengan nama masing-masing ujungnya W1 – W2

Dengan demikian ada 6 buah terminal yang ada di motor.

Rangkaian Star

Selanjutnya agar lebih mudah dalam penjelasan mengenai hubungan star dan delta, kita ambil contoh peralatan motor listrik 3 phasa.

Jika kita membuat hubungan star maka yang terjadi pada kumparan motor tersebut adalah sbb:

Rangkaian Star

Gambar di atas menunjukan susunan kumparan motor yang dihubungkan secara star (bintang, simbol Y) yang bentuk susunannya mirip seperti lambang mobil mercy.

Pada gambar tampak bahwa terminal W2, U2, dan V2 digabung menjadi satu.

Gambar di bawah ini, terlihat kondisi terminal motor yang sudah diatur sedemikian rupa untuk hubungan antar kumparan motor secara star.

Motor dengan kumparan star

Sesuai dengan standar hubungan star pada kumparan motor, maka pada gambar terminal motor diatas ada bagian terminal motor yang digabung satu dengan yang lainnya dengan menggunakan lempengan tembaga, terminal motor tersebut adalah U2, V2, dan W2.

Berikut ini adalah sifat hubungan antar kumparan motor secara star:

  1. Tegangan pada tiap kumparan hanya tegangan antarfasa dibagi √3 (sekitar 58%), misalnya 400 V ÷ 1,732 ≈ 230 V
  2. Arus start lebih kecil, sekitar 1/3 dibanding start langsung dalam delta
  3. Torsi start juga lebih kecil, sekitar 1/3 dibanding delta, sehingga motor sebaiknya di-start dengan beban ringan
  4. Kecepatan putar praktis sama dengan delta, karena kecepatan ditentukan frekuensi listrik dan jumlah kutub motor

Dengan demikian, karena arus start-nya kecil, rangkaian star cocok digunakan untuk memulai putaran awal pada motor listrik.

Rangkaian Delta

Selanjutnya jika kita membuat hubungan kumparan motor sistem delta, maka yang terjadi pada kumparan motor adalah sbb:

Rangkaian delta

Gambar diatas menunjukan susunan kumparan motor yang dihubungkan secara delta yang bentuknya mirip segitiga yang merupakan lambang delta.

Masing –masing sudut dari segitiga, merupakan pertemuan 2 ujung kumparan motor, yaitu terminal W2 – U1, U2 – V1 dan V2 – W1.

Gambar dibawah ini menunjukkan kondisi terminal motor yang sudah diatur sedemikian rupa agar hubungan antar kumparan motor secara delta.

Kumparan Motor yang dirangkai secara delta

Berikut ini adalah sifat hubungan antar kumparan motor secara delta:

  1. Tiap kumparan menerima tegangan antarfasa penuh, misalnya 400 V
  2. Arus dan torsi penuh, sekitar 3 kali dibanding hubungan star, sehingga cocok untuk kerja normal motor
  3. Kecepatan putar praktis sama dengan star

Motor dengan kapasitas kecil (di bawah sekitar 5 kW atau 5.000 Watt) umumnya cukup dijalankan langsung (DOL, direct on line), sedangkan motor di atas sekitar 5 kW sering dijalankan dengan kombinasi star lalu delta.

SifatStar (Y)Delta (Δ)
Sambungan ujung kumparanU2, V2, W2 disatukanW2–U1, U2–V1, V2–W1
Tegangan per kumparanTegangan antarfasa ÷ √3 (≈58%)Tegangan antarfasa penuh
Arus start≈1/3 dibanding deltaPenuh
Torsi start≈1/3 dibanding deltaPenuh
Kecepatan putarSama (ditentukan frekuensi dan jumlah kutub)Sama
Pemakaian pada starter star-deltaSaat startSaat kerja normal

Kombinasi Rangkaian Star dan Delta

Cara mengkombinasikannya adalah dengan mengoperasikan motor secara star dahulu, setelah motor berputar mendekati kecepatan normal (biasanya beberapa detik kemudian) barulah ubah menggunakan koneksi secara delta.

Peringatan keselamatan: panel star-delta bekerja pada tegangan 3 phase (380–400 V antarfasa) yang sangat berbahaya. Perakitan dan perbaikan panel sebaiknya dikerjakan teknisi yang kompeten. Sebelum bekerja, matikan sumber listrik, kunci dan beri tanda pada pemutusnya, lalu pastikan tidak ada tegangan dengan alat ukur.

Berikut ini adalah contoh rangkaian lengkap dengan barang-barang yang diperlukan untuk membuat rangkaian star delta yang biasa digunakan untuk mengoperasikan motor 3 phasa.

Kombinasi rangkaian star & delta

Breaker

Berfungsi untuk memutus dan mengalirkan sumber listrik ke rangkaian, sekaligus pengaman hubung singkat. Gunakan breaker 3 pole yang ukurannya disesuaikan dengan arus motor.

Magnetic Contactor

Berfungsi untuk memutus dan mengalirkan sumber listrik ke motor 3 phasa. Pada rangkaian terdapat 3 buah kontaktor yang mengatur posisi star atau delta koneksi kumparan motor.

Jika rangkaian sedang pada mode star, maka yang aktif kontaktor A dan C. Jika mode delta aktif, maka kontaktor yang aktif adalah A dan B. Kontaktor star (C) dan delta (B) tidak boleh aktif bersamaan karena akan terjadi hubung singkat; karena itu keduanya dipasang interlock.

Thermal Overload

Berfungsi sebagai pengaman beban lebih: bila arus motor melebihi setelan dalam waktu tertentu, thermal overload memutus rangkaian kontrol sehingga kontaktor lepas dan motor berhenti.

Relay

Berfungsi untuk mendukung rangkaian star delta beroperasi dengan baik.

Timer

Berfungsi untuk mengatur waktu perpindahan dari star ke delta.

Select Switch

Berfungsi untuk mengatur rangkaian star ke delta berjalan secara otomatis ataupun manual.

Pilot Lamp

Berfungsi sebagai indikator rangkaian, lampu akan menyala apabila rangkaian star delta berjalan secara otomatis.

Busbar Untuk Jalur Netral

Berfungsi untuk membuat pengkabelan jalur netral pada rangkaian tersusun secara rapi.

Tombol Off, Star, Delta

Berfungsi untuk menjalankan rangkaian apabila berada di mode manual, sehingga motor akan beroperasi jika tombol star ditekan dan akan berpindah ke delta, apabila tombol delta ditekan.

Terminal Kabel

Berfungsi untuk membuat pengkabelan dari rangkaian star delta ke motor lebih rapi

Kabel

Untuk Kabel jalur kontaktor ke motor, ukuran disesuaikan dengan arus motor yang akan dikontrol. Sedangkan kabel rangkaian kontrol antar komponen pendukung rangkaian star delta cukup berukuran 0,75 mm².

Box Panel

Untuk menyimpan peralatan-peralatan yang pendukung rangkaian star delta tersebut diatas.

Semakin menarik kan pembahasan kita mengenai kelistrikan? Jangan lupa untuk mampir ke artikel lainnya di blog S-Gala ya!

Butuh komponen panel seperti MCB, kontaktor, atau kabel? Tanyakan ketersediaannya ke admin S-Gala lewat WhatsApp.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mana yang arusnya lebih besar, star atau delta?
Delta. Pada hubungan star, tiap kumparan hanya menerima tegangan antarfasa dibagi √3 (±58%), sehingga arus start dan torsi start sekitar 1/3 dibanding delta. Kecepatan putarnya praktis sama.
Kenapa motor 3 fasa dijalankan star dulu baru delta?
Untuk mengurangi lonjakan arus saat start, sehingga jaringan tidak drop dan peralatan lebih awet. Setelah motor berputar mendekati kecepatan normal (beberapa detik), sambungan dipindah ke delta untuk kerja normal dengan torsi penuh.
Bagaimana menyambung terminal motor untuk hubungan star dan delta?
Star: satukan U2, V2, dan W2 dengan lempengan tembaga, lalu tiga fasa sumber masuk ke U1, V1, dan W1. Delta: sambungkan W2 dengan U1, U2 dengan V1, dan V2 dengan W1.
Komponen apa saja yang ada di panel star-delta?
Umumnya breaker 3 pole, tiga magnetic contactor (utama, star, delta) dengan interlock, thermal overload, relay, timer, selector switch otomatis/manual, pilot lamp, tombol off-star-delta, busbar, terminal kabel, dan box panel.
Apakah semua motor 3 fasa bisa memakai starter star-delta?
Tidak. Motor harus dirancang bekerja dalam hubungan delta pada tegangan jaringan, misalnya papan namanya bertuliskan 380/660 V atau 400/690 V Δ/Y, dan punya 6 terminal (U1–U2, V1–V2, W1–W2).

Tanya admin di WhatsApp

Mau tanya soal edukasi atau isi artikel ini? Admin S-Gala bantu jawab lewat WhatsApp.

Tanya admin di WhatsApp

Baca juga