Yuk jadi Agen Alat Listrik!
Topik: Buka toko listrik
Daftar isi (1 bagian)
Makin hari tingkat inflasi makin meningkat.
Kebutuhan hidup juga semakin mahal.
Untuk itu, kita sebagai warga negara juga harus pintar-pintar mencari dan mengambil berbagai peluang usaha yang berpotensi mendatangkan penghasilan.
Malah akan jadi sangat baik jika bisnis yang kita jalankan bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk memperoleh penghasilan juga!
Dalam arti, kita bisa membuka peluang pekerjaan bagi orang lain juga.
Wah, kalau bisa begitu jadi berkah banget ya!
Selain mendapatkan untung untuk diri sendiri dan keluarga, kita sekalian bisa ibadah dengan membukakan pintu rezeki untuk orang lain.
Peluang Menjadi Agen Alat Listrik

Nah, kalau kalian bingung mau membuka usaha apa, atau di bidang apa, coba pertimbangkan untuk terjun dan berkecimpung jadi agen alat listrik!
Kenapa sih harus jadi agen peralatan listrik?
Ada beberapa alasan kuat kenapa berjualan alat-alat listrik bisa mendatangkan untung yang besar.
Varian Produk Alat Listrik Sangat Banyak
Kalau berbicara tentang alat listrik, varian produknya sangat banyak lho!
Ada banyak sekali produk yang bisa kalian tawarkan ke masyarakat, seperti :
- Lampu Rumah (Bohlam, LED, Halogen, CFL, TL, Lampu Merkuri, dll)
- Lampu Jalan
- Lampu Hias
- Lampu Downlight / Lampu Panel
- LED Strip
- Neon Flex
- Kabel Listrik
- Kabel Otomotif
- Lampu Sorot
- Lampu Tumblr
- Saklar
- Stop Kontak
- Senter
- Lampu Belajar
- Lampu Gantung
- Alat-alat elektronik (Antena, STB, MCB, dll)
- Alat-alat / perkakas listrik (Palu, Tang, Amperemeter, Voltmeter,Obeng, Tespen, dll)
- dan masih banyak lagi

Dari setiap kategori di atas juga ada banyak produk turunannya lagi.
Jadi, memang kebutuhan alat-alat listrik di Indonesia dan di dunia ini sangat tinggi.
Coba kalian perhatikan di daerah sekitar tempat kalian tinggal, benda atau alat listrik apa saja yang sering dibutuhkan?
Kalian bisa menjadi solusi bagi kebutuhan tersebut.
Durabilitas Alat Listrik yang Bervariasi
Durabilitas adalah ketahanan atau umur pakai dari sebuah produk.
Biasanya, semakin murah harganya akan semakin rendah kualitasnya.
Kita ambil contoh : lampu. Lampu ekonomis memiliki harga jual yang murah tapi tentu kualitasnya akan di bawah lampu premium. Untuk itu biasanya usia pakainya juga jauh lebih pendek daripada yang premium.

Selain itu, di Indonesia yang banyak daerahnya masih rawan terhadap serangan hewan seperti tikus; kabel listrik jadi cepat rusak.
Jadi bisa dibilang usia pakai atau durabilitas dari alat-alat listrik bervariasi. Ada yang usia pakainya pendek, tapi ada juga yang usia pakainya panjang.
Untuk produk-produk yang durabilitas pendek biasanya produsen dan agen akan mengambil untung tipis-tipis tapi mendapatkan kuantitas penjualan tinggi.
Sebaliknya, untuk produk-produk yang durabilitasnya tinggi biasanya produsen dan agen akan mengambil untung cukup besar tapi kuantitas penjualannya tidak terlalu tinggi.
Meskipun begitu, kembali lagi pada fakta bahwa : semua orang membutuhkan dan menggunakan alat listrik.
Jadi, peluang ini jangan sampai disia-siakan.
Tinggal pilih, mau jadi penjual yang mengejar pasar produk ekonomis atau premium?
Banyak Daerah di Indonesia yang Kekurangan Agen Alat Listrik

Sebagai informasi, ternyata masih banyak lho daerah-daerahdi Indonesia yang masih kekurangan agen atau penjual peralatan listrik!
Terutama di luar pulau Jawa, apalagi di daerah-daerah yang baru masuk listrik.
Jadi, kenapa kamu gak jadi pionirnya?
Cara Menghitung Potensi Untung Bulanan
Pertanyaan selanjutnya adalah : berapa sih modal yangdiperlukan untuk jadi agen alat listrik?
Dan berapa potensi untung bulanannya?
Modal jadi Agen Alat Listrik
Modal awalnya bisa kecil. Di S-Gala, minimal belanja Rp50 ribu; harga reseller berlaku begitu total belanja lampu LED mencapai Rp300 ribu, dan harga grosir mulai Rp1 juta. Tidak perlu daftar, tinggal belanja.
Besarnya untung tergantung pada produk apa yang kalian pilih dan harga jual yang kalian tetapkan.
Sumbernya adalah selisih antara harga beli kalian di supplier dengan harga jual ke pembeli. Untungnya kalian tentukan sendiri dari harga jual.
Pendapatan & Potensi Untung
Rumusnya sederhana: untung = harga jual ke konsumen − harga beli dari supplier. Semakin tepat kalian memilih produk yang laku, semakin besar pendapatan total kalian.
Nah, kalau bisnis kalian sudah jalan, belanja stok yang lebih besar membuat kalian mendapat harga grosir (mulai total belanja Rp1 juta). Toko yang penjualannya sudah stabil bahkan bisa bikin merek lampu sendiri.
Semakin besar dan rutin belanja stok kalian, semakin besar pula potensi untung bulanan yang bisa kalian raih, tergantung strategi penyusunan produk yang kalian buat!
Menggiurkan banget bukan?
Ayo tunggu apa lagi?
Butuh stok lampu untuk dijual lagi? S-Gala mengirim dari gudang Bandung ke seluruh Indonesia, dengan COD untuk Jawa & Bali. Belanja mulai Rp50 ribu; begitu total belanja lampu LED mencapai Rp300 ribu, harga reseller langsung berlaku. Panduannya ada di halaman cara mulai jualan lampu, atau tanyakan ke admin lewat WhatsApp 0812-2276-8892.
Ditunggu ya! Dan mari sukses bersama keluarga besar S-gala.com!





