Apa itu Listrik?
Daftar isi (2 bagian)
Di zaman maju seperti sekarang ini, listrik menjadi salah satu sumber energi utama yang paling banyak digunakan di banyak sektor.
Lalu apa sih sebenarnya listrik itu sendiri?
Ada apa saja unsur yang mempengaruhi arus listrik?
Dan hal-hal apa saja yang menggunakan tenaga listrik?
S-gala.com akan membahasnya secara rinci untuk kalian semua.
Mengenal Listrik
Listrik berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin.
Secara singkat, listrik adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik.
Listrik menimbulkan berbagai macam efek, seperti petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik. Listrik juga bisa menimbulkan dan menerima radiasi elektromagnetik, seperti gelombang radio.
Definisi KBBI menyebut gesekan dan proses kimia, tetapi sebenarnya listrik bisa dihasilkan dengan banyak cara: gesekan (listrik statis), reaksi kimia (baterai dan aki), induksi elektromagnetik (generator di pembangkit listrik, sumber terbesar listrik PLN), cahaya matahari (panel surya), dan panas (termokopel).
Dari segi bahasa, kata listrik sekerabat dengan electric (Inggris) dan elektrisch (Belanda). Semuanya berakar dari kata Yunani elektron yang berarti batu ambar; batu ambar yang digosok dapat menarik benda kecil, salah satu pengamatan listrik statis paling awal.
Listrik Statis

Dalam ilmu fisika, listrik dibagi menjadi dua jenis, yakni listrik statis dan juga listrik dinamis.
Pengertian listrik statis adalah suatu energi listrik yang terkandung dalam benda yang memiliki muatan listrik. Pembentukan listrik statis ini berasal dari beberapa atom yang terdiri dari proton dan elektron yang kemudian menghasilkan energi listrik.
Listrik statis ini biasanya dapat dibuktikan keberadaannya melalui eksperimen yang menggunakan media penggaris dan potongan kertas kecil-kecil. Awalnya penggaris dapat digesek-gesekkan pada kain atau baju, setelah itu dekatkan pada potongan kertas tadi.
Bukti keberadaan energi listrik adalah ketika potongan kertas tersebut menempel pada permukaan penggaris.
Listrik Dinamis

Sedangkan listrik dinamis adalah muatan listrik yang mengalir (bergerak) di dalam rangkaian tertutup, yang kita kenal sebagai arus listrik. Aliran ini membutuhkan sumber tegangan, misalnya baterai, aki, atau listrik PLN, dan penghantar seperti kabel. Listrik dinamis inilah yang menyalakan lampu dan menggerakkan alat listrik.
Listrik dinamis ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis rangkaian listrik, misalnya rangkaian seri, dan juga rangkaian parallel.
Dalam listrik dinamis ini juga dikenal beberapa istilah yang familiar di dunia fisika, yakni :
- Tegangan
- Hambatan
- Arus listrik
Daya listrik dapat dinyatakan dalam satuan watt, sementara untuk arus listrik digunakan satuan ampere (A). Berbeda halnya dengan tegangan listrik yang memiliki satuan Volt (V).
Ketiganya saling berhubungan lewat dua rumus dasar: hukum Ohm V = I × R (tegangan = arus × hambatan) dan rumus daya P = V × I (daya = tegangan × arus). Contohnya, alat 220 V yang menarik arus 2 A memakai daya 220 × 2 = 440 W.
Tegangan Listrik
Tegangan listrik merupakan perbedaan potensial listrik yang terjadi pada dua titik yang ada dalam satu rangkaian listrik. Tegangan listrik biasanya dinyatakan dengan satuan volt dan dihitung atau pun diukur dengan menggunakan voltmeter.
Hambatan Listrik

Hambatan listrik merupakan perbandingan tegangan suatu alat elektronik listrik dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik biasanya dinyatakan dalam satuan ohm dan diukur dengan menggunakan ohmmeter.
Arus Listrik
Arus listrik merupakan jumlah muatan listrik yang timbul dari pergerakan elektron – elektron dalam satu rangkaian listrik yang diukur dalam satu satuan waktu tertentu. Besaran arus listrik biasanya dinyatakan dengan satuan ampere dan diukur dengan amperemeter.
Berdasarkan arah alirannya, arus listrik dibedakan menjadi dua jenis yaitu arus searah dan arus bolak-balik. Arus searah sering disebut dengan DC yang merupakan singkatan dari Direct Current. Sedangkan arus bolak-balik sering disebut dengan AC singkatan dari Alternating Current.
1. Arus Searah (DC)
Arus searah mengalir secara searah dari titik yang memiliki potensial tinggi ke titik yang memiliki potensial lebih rendah.
Meskipun sebenarnya yang mengalir adalah elektron (muatan negatif) namun disepakati bahwa yang mengalir adalah arus positif, dari kutub positif ke kutub negatif. Jika dilihat bentuk gelombangnya dengan oscilloscope, arus searah terlihat sebagai garis lurus.
2. Arus Bolak-balik (AC)
Sedangkan arus bolak-balik memiliki aliran arus yang berubah-ubah arahnya. Perubahan arah arus bolak-balik ini mengikuti garis waktu sehingga jika dilihat dengan oscilloscope, arus bolak-balik membentuk sebuah gelombang dengan frekuensi tertentu. Listrik PLN di rumah adalah arus bolak-balik bertegangan 220–230 V dengan frekuensi 50 Hz.
Bentuk gelombang arus bolak-balik ada yang beraturan dan tidak beraturan. Contoh bentuk gelombang arus bolak-balik yang beraturan adalah sinus, kotak dan gigi gergaji.
Manfaat Kelistrikan bagi Kehidupan Manusia
Setelah mengetahui mengenai listrik, berikut adalah manfaat dari listrik :
Sebagai penerangan

Penerangan seperti lampu tentu membutuhkan sumber arus listrik sehingga penerangan atau lampu bisa menyala. Dengan adanya penerangan atau lampu tentu dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari akan lebih mudah. Fungsinya mirip dengan cahaya matahari di siang hari.
Sumber energi
Selain berfungsi sebagai penerangan, fungsi lain dari arus listrik adalah sumber energi. Listrik mudah diubah menjadi bentuk energi lain, seperti cahaya, panas, dan gerak, sehingga sangat penting untuk menunjang aktivitas manusia sehari-hari.
Untuk hiburan
Tentu salah satu manfaat sumber arus listrik bagi kehidupan adalah sebagai hiburan. Meskipun bukan sebagai manfaat utama, tapi dengan adanya sumber arus listrik ini maka sumber atau alat yang digunakan untuk hiburan dapat menyala, seperti piano, handphone, radio, tv dan lain sebagainya.
Peralatan tersebut membutuhkan sumber arus listrik untuk menyalakannya, tanpa adanya sumber arus listrik maka peralatan yang demikian itu tidak dapat menyala.
Penghasil gerak

Arus listrik dapat menghasilkan gerak. Seperti layaknya kipas angin, kipas angin tidak akan dapat bergerak tanpa adanya aliran arus listrik. Maka dari itu mengapa salah satu manfaat sumber arus listrik disebutkan sebagai penghasil gerak. Karena dengan adanya listrik maka kipas dapat bergerak.
Penghasil panas
Sama halnya dengan ilustrasi dari kipas. Manfaat sumber arus listrik yang lain pun adalah penghasil panas. Dengan adanya arus listrik, maka panas dapat dimunculkan, seperti fungsi oven, magic com, rice cooker, dan lain sebagainya yang mengubah energi listrik menjadi panas. Dengan demikian alat elektronik yang semacam itu akan dapat digunakan dengan baik dan sebagaimana mestinya.
Membantu aktivitas
Dalam melakukan aktivitas keseharian tentu tidak dengan mudah terlepas dari benda-benda elektronik.
Sebagai ilustrasi saja, ketika ingin menghubungi seseorang membutuhkan handphone untuk melakukan panggilan jarak jauh tersebut, namun jika kondisi handphone habis baterainya dan tidak ada sumber arus listrik maka kegiatan yang semacam itu tidak dapat berjalan.
Dengan demikian dibutuhkan sumber arus listrik untuk memperlancar dan membantu aktivitas-aktivitas dalam kehidupan sehari-hari sehingga aktivitas itu akan lebih mudah dilakukan dan lebih efektif serta efisien.
Sekian penjelasan S-gala.com kali ini mengenai kelistrikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan ya!
Ikuti selalu berbagai informasi menarik hanya di blogpost S-gala.com.
Mau menjadikan lampu LED murah sebagai barang jualan? Di S-Gala, supplier grosir lampu LED, belanja bisa mulai Rp50 ribu, harga reseller berlaku mulai total belanja Rp300 ribu, dan harga grosir mulai Rp1 juta. Baca cara mulai jualan lampu atau tanya admin di WhatsApp 0812-2276-8892.





