Cara Menyambung Kabel Pompa Air ke Saklar dan Stop Kontak
Daftar isi (1 bagian)
Menyambungkan Kabel Pompa Air Ke Saklar dan Stop Kontak
Kali ini kita akan membahas bagaimana cara sambung kabel listrik untuk pompa air yang kita miliki ke stop kontak dan saklar.
Tapi sebelumnya kita bahas sekilas mengenai pompa air tersebut.
Pompa air merupakan salah satu alat yang sangat penting sebagai penyokong kebutuhan rumah tangga dan industri.
Banyak rumah memakai pompa air untuk mengambil air tanah, terutama di lokasi yang belum terjangkau jaringan air PDAM.
Namun pastinya ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum memutuskan untuk membangun instalasi listrik pompa air sendiri.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan tersebut adalah :
- Memastikan kelancaran pasokan air tanah di area lingkungan kita, baik di musim hujan maupun di musim kemarau
- Pastikan kualitas air tanah di area lingkungan tempat kita tinggal bersih, tidak kotor, berbau atau keruh
- Sediakan tempat di area rumah atau bangunan untuk menaruh bak penampungan air atau tangki air. Tangki memang tidak wajib, tetapi disarankan: pompa tidak perlu menyala setiap kali keran dibuka sehingga mesin lebih awet, dan masih ada cadangan air saat listrik padam.

Jika lokasi tempat tinggal kalian ada di komplek perumahan dengan luas tanah yang agak terbatas, space untuk garasi mobil dekat pagar bisa dijadikan pilihan yang baik untuk menggali dan mencari sumber air.
Tetapi apabila ada area terbuka di halaman belakang rumah, itu bisa jadi pilihan yang paling efektif.
Ada beberapa hal lain juga yang perlu kita perhatikan sebelum menginstalasi pompa air:
- Jarak antara sumur dengan tangki air, bila jarak semakin dekat dengan sumur maka akan semakin baik.
- Jarak antara sumur dengan rencana posisi mesin jet pump, semakin dekat maka semakin baik dan bagus
- Ada space atau ruang yang cukup untuk mengeluarkan pipa air dari dalam sumur meskipun dengan posisi miring
Setelah memastikan semuanya aman maka barulah kita memulai pemasangan pompa air di tempat tinggal atau bangunan kita.
Setelah ditempatkan di tempat yang sesuai maka kita dapat menghubungkan pipa paralon ke dalam pompa air.
Jangan lupa untuk menggunakan pipa air yang berkualitas bagus untuk menghindari adanya kebocoran saluran air.
Setelah terpasang dengan baik barulah sekarang kita menghubungkan kabel listrik agar pompa air dapat menyala.

Agar tidak terjadi kesalahan yang dapat mengakibatkan mesin pompa air tidak menyala, maka dari itu kita harus benar-benar paham bagaimana menyambungkan kabel pompa air tersebut ke sumber listrik.
Sebenernya sambung menyambung kabel bukanlah hal yang sulit.
Namun bagi para kaum awam atau yang baru pertama kali membeli pompa air dan memasang sendiri tentu akan kebingungan.
Karena pada umumnya kabel pada mesin pompa air memiliki 3 jalur, yaitu warna coklat, biru, dan hijau-kuning.
Sedangkan colokan listrik hanya punya 2 kaki atau lubang, ditambah kontak ground berupa jepitan logam di sisi colokan dan stop kontak.
Pertanyaan nya, kabel warna apa yang harus disambungkan ke listrik?
Langkah-langkah Untuk Menyambungkan Kabel Pompa Air Ke Saklar dan Stop Kontak
Peringatan keselamatan: sebelum menyambung kabel, turunkan (matikan) MCB yang mengaliri jalur tersebut dan pastikan kabel sudah tidak bertegangan dengan test pen. Area pompa umumnya basah, jadi semua sambungan harus kering dan tertutup rapat. Untuk jalur pompa disarankan memakai pengaman arus bocor (ELCB/RCBO). Bila ragu, serahkan pemasangan ke teknisi listrik.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cara sambung kabel listrik pada pompa, yaitu :
- Gunakanlah kabel berkualitas bagus. Untuk instalasi tetap di tembok (dari sumber listrik ke saklar dan stop kontak) lazim dipakai kabel berinti padat seperti NYM. Untuk kabel yang bergerak atau bergetar seperti kabel pompa, kabel serabut lebih tahan; ujungnya sebaiknya diberi skun atau ferrule agar terjepit rapi.
- Pilihlah stop kontak dan saklar yang berkualitas bagus karena bila menggunakan produk yang kurang baik akan meleleh dan dapat membahayakan kita.
- Sebisa mungkin sambungkan kabel di terminal saklar, stop kontak, atau kotak sambung (junction box), bukan dengan memilin kabel lalu dibungkus isolasi. Bila terpaksa ada sambungan, gunakan konektor kabel dan pastikan tidak ada tembaga yang terbuka.
Seperti yang telah disebutkan bahwa kabel yang disediakan oleh pompa air memiliki 3 jalur.
Apa saja itu? Pertama ada 3 jenis kabel yang biasa ada di dalam rangkaian listrik.
Yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel arde atau kabel ground. Perbedaan dari ketiga kabel tersebut adalah :
- Kabel fasa (L): kabel yang bertegangan terhadap tanah. Menurut PUIL 2011, kabel fasa untuk 1 fasa berwarna coklat (pada 3 fasa: coklat, hitam, abu-abu; instalasi lama sering memakai merah, kuning, hitam).
- Kabel netral (N) berwarna biru: jalur kembalinya arus kerja.
- Kabel arde atau ground (PE) berwarna hijau-kuning: jalur pengaman, tidak dilalui arus kerja.
Listrik AC tidak mengenal kutub positif dan negatif, jadi jangan menyebut fasa "positif" dan netral "negatif". Ukuran penampang kabel fasa dan netral juga sama, karena arus yang lewat di keduanya sama besar.
Arus kerja pompa mengalir lewat kabel fasa dan netral. Kabel ground berfungsi sebagai pengaman: bila terjadi kebocoran listrik ke bodi pompa yang terbuat dari logam, arus bocor dialirkan ke tanah lewat ground sehingga pengaman (MCB atau ELCB) bisa memutus listrik dan orang yang menyentuh bodi pompa tidak tersetrum.
Karena itu kabel ground wajib disambung ke terminal ground stop kontak (atau ke kontak ground steker) yang terhubung ke sistem pembumian rumah. Jangan menutup ujung kabel ground dengan solatip, dan jangan menancapkannya sembarangan ke tanah; pembumian yang benar dibuat dengan elektroda/batang arde yang dipasang teknisi.
Untuk pemasangan kabel pompa air yang kita miliki ke stop kontak dan juga saklar, mari kita perhatikan gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa ketiga kabel yang digunakan oleh pompa air tetap kita sambungkan ke stop kontak, termasuk kabel ground yang masuk ke terminal ground.
Urutan sambungannya sebagai berikut:
- Fasa (coklat) dari sumber listrik (MCB dari PLN atau genset) masuk ke saklar.
- Fasa dari saklar diteruskan ke lubang fasa stop kontak.
- Netral (biru) dari sumber listrik langsung ke lubang netral stop kontak, tidak lewat saklar.
- Ground (hijau-kuning) dari sistem pembumian rumah langsung ke terminal ground stop kontak.
- Kabel pompa dipasangi steker bergrounding: coklat dan biru ke dua kaki steker, hijau-kuning ke kontak ground steker. Lalu steker dicolokkan ke stop kontak.
Jadi, untuk menyambungkan ke saklar kita hanya menggunakan kabel fasa. Saklar selalu dipasang di jalur fasa, bukan netral, supaya saat saklar OFF pompa dan stop kontaknya benar-benar tidak bertegangan.
Dimana kita membutuhkan 2 buah kabel fasa yang fungsinya sebagai kabel fasa yang mengalirkan listrik dari PLN ke saklar dan juga kabel fasa yang melanjutkan aliran dari saklar menuju stop kontak.
Demikian artikel mengenai cara menyambungkan atau menginstalasi kabel pompa air sendiri di rumah atau di bangunan yang kita inginkan.
Semoga bermanfaat ya!
Jangan lupa untuk membaca artikel mengenai cara memasang saklar & stopkontak yang mudah hanya di S-gala.com!
Butuh saklar, stop kontak, atau kabel untuk instalasi pompa? Tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



