TIPS Cara Memasang Saklar & Stopkontak Rumah
Daftar isi (2 bagian)
- Tips Memasang Saklar & Stopkontak
- Matikan dulu sumber listrik sebelum mulai pekerjaan
- Gunakan peralatan yang berkualitas baik
- Cara Memasang Saklar & Stop Kontak (menyambungkan kabel listrik ke saklar)
- Cara Memasang Saklar & Stopkontak 2 kabel dan 3 kabel
- Cara Pasang 2 Saklar 1 Stop Kontak
- Cara Pasang Saklar Gantung
- Cara pasang MCB ke stop kontak
- Cara Menambah stop kontak dari saklar
- Cara Pasang 2 Lampu pada 1 Saklar Ganda Broco
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Tanya admin
Saklar dan stop kontak merupakan benda yang memudahkan kita untuk menyambung serta memutus listrik di rumah.
Kali ini S-gala.com akan memberikan tips dan tutorial cara memasang saklar & stopkontak di rumah secara lengkap dengan langkah yang mudah dan tentunya aman.
Tips Memasang Saklar & Stopkontak
Sebelum mulai belajar cara memasang saklar & stopkontak, ada 2 tips yang perlu kalian ketahui :
Matikan dulu sumber listrik sebelum mulai pekerjaan
Tips pertama dan yang utama yang harus dilakukan sebelum memulai pekerjaan yang berhubungan dengan listrik PLN 220–230 V AC adalah mematikan terlebih dahulu sumber listrik dengan cara menurunkan MCB utama yang terpasang di meteran listrik, lalu memastikan dengan test pen bahwa kabel yang akan dikerjakan sudah tidak bertegangan. Bila ragu, panggil teknisi listrik.
Jika hal ini dilakukan maka akan mengurangi potensi tersetrum dan terjadinya konsleting arus listrik secara tidak sengaja.
Gunakan peralatan yang berkualitas baik
Dan tips yang kedua dalam cara memasang saklar & stopkontak adalah gunakan tools yang sesuai dan perangkat keamanan yang baik.
Tools yang baik akan memudahkan kita dalam bekerja. Selain itu, gunakan juga perangkat keamanan yang baik seperti:
- Menggunakan alas kaki yang berkaret
- Menggunakan sarung tangan karet
Kedua hal itu akan memberikan tambahan keamanan dari potensi tersetrum.

Tools yang dapat digunakan antara lain :
- Cable cutter
- Obeng plus dan minus
- Skun dan crimping tools
- Tang
- Solder dan timah
- Test pen
- Multimeter
Cara Memasang Saklar & Stop Kontak (menyambungkan kabel listrik ke saklar)
Hal pertama yang perlu diketahui adalah secara umum terdapat dua jenis terminal yang digunakan untuk menyambungkan kabel ke saklar dan stop kontak.
Terminal model jepit
Model jepit memberikan kepraktisan lebih karena tidak memerlukan tool lain untuk menghubungkan kabel ke saklar; hanya tinggal memasukan kabel dan dengan sendirinya kabel akan terjepit dan terpasang.
Kekurangannya, model ini umumnya hanya cocok untuk kabel tunggal (kawat pejal, bukan serabut) dengan ukuran sesuai spesifikasi saklar. Bila kabel terlalu kecil, jepitan tidak menahan kabel dengan baik; bila terlalu besar, kabel tidak bisa masuk sama sekali.
Jadi untuk memastikan kabel telah terjepit dengan baik, kalian dapat mengetesnya dengan menarik kabel setelah terpasang.
Kabel yang terpasang atau terjepit dengan baik tidak akan lepas ketika ditarik.

Namun, jika terlanjur kabel yang digunakan adalah jenis serabut, kalian dapat mengakalinya dengan menggunakan skun jenis ferrule.
Gunakan crimping tool yang tepat sehingga skun dapat terpasang dengan baik ke kabel.


Terminal model dibaut
Untuk jenis saklar dan stop kontak yang terminalnya menggunakan baut, kalian tinggal memasang atau melingkarkan kabel di kepala baut dan mengencangkannya dengan obeng.
Dengan demikian kabel akan tersambung dan terjepit oleh kepala baut.

Salah satu trik pasang kabel ke kepala baut agar lebih mudah adalah dengan menggunakan skun lingkaran atau membuat simpul di kepala baut (untuk kabel jenis serabut).
Selain itu juga dengan trik ini akan membuat sambungan terpasang lebih kencang dan mencegah terlepas. Lilitkan kabel searah jarum jam (searah putaran mengencangkan baut) agar kabel tidak terdorong keluar saat baut dikencangkan.
| Jenis terminal | Cocok untuk kabel | Tips |
|---|---|---|
| Model jepit | Kabel tunggal (pejal) sesuai ukuran pada saklar; kabel serabut harus memakai skun ferrule | Tes dengan menarik kabel; kabel yang terjepit baik tidak lepas |
| Model baut | Kabel tunggal maupun serabut (serabut sebaiknya memakai skun ring atau ferrule) | Lilitkan searah jarum jam lalu kencangkan dengan obeng |

Cara Memasang Saklar & Stopkontak 2 kabel dan 3 kabel
Secara umum saklar hanya menggunakan 2 terminal (2 kabel) untuk satu pole (jalur) untuk menyambungkannya karena saklar hanya digunakan untuk memutus dan menyambungkan rangkaian listrik baik yang menggunakan sumber listrik DC maupun AC.
Berbeda dengan stop kontak (karena kegunaannya juga berbeda – untuk meneruskan sumber listrik utama ke perangkat elektronik lain) terutama yang menggunakan sumber listrik AC, minimal harus menggunakan 2 kabel dengan jalur yang berbeda yang digunakan untuk jalur Line/fasa dan Netral.
Jalur ke-3 adalah jalur pembumian (grounding/arde). Jalur ini bukan opsional: PUIL 2011 mensyaratkan stop kontak dilengkapi kontak pembumian yang tersambung ke sistem pentanahan, terutama untuk peralatan berbodi logam.
Karena itu kabel ke stop kontak sebaiknya berisi 3 inti: fasa/Line (coklat), netral (biru), dan ground/arde (hijau-kuning).
Pada stop kontak seperti di gambar, terminal fasa dan netral terletak di kiri dan kanan, sedangkan terminal ground di tengah. Posisi terminal bisa berbeda per model, jadi ikuti tanda L, N, dan simbol ground pada stop kontak.

Fungsi utama jalur ground adalah keselamatan: bila terjadi kebocoran arus ke bodi logam alat (misalnya karena isolasi rusak), arus bocor dialirkan ke tanah sehingga bodi tidak bertegangan berbahaya, dan pengaman arus bocor (ELCB/RCD) dapat memutus listrik.
Selain itu, jalur ground juga membantu membuang muatan listrik statis dari perangkat.
Cara Pasang 2 Saklar 1 Stop Kontak
Ada kalanya dimana kita ingin memasang saklar untuk keperluan 2 buah lampu yang cukup berdekatan namun ingin bisa dimatikan dan dinyalakan secara terpisah dan satu stop kontak untuk keperluan pemasangan perangkat elektronik.
Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan saklar ganda dan stop kontak (ada yang langsung menyatu dan terpisah).
Cara memasang saklar & stopkontak tipe saklar ganda sebenarnya sama seperti saklar tunggal dan stop kontak.
Saklar dipasang secara seri dengan lampu (untuk saklar ganda berarti setiap saklar untuk setiap lampu juga) dan untuk stop kontak dipasang secara paralel dengan sumber listrik PLN.
Satu hal yang wajib diperhatikan: saklar harus dipasang seri di jalur fasa (Line), bukan di netral. Jika saklar dipasang di netral, fitting lampu tetap bertegangan walaupun saklar OFF, sehingga orang bisa tersetrum saat mengganti lampu.


Hal ini juga berlaku untuk pemasangan saklar tunggal dan saklar triple.
Cara memasang saklar & stopkontak model inbow memang susah-susah gampang karena pengait selalu bergerak pada saat dilonggarkan, sehingga pada saat dimasukkan ke dusbox arah pengait tidak pas; kalian dapat mencoba dengan menggunakan karet gelang untuk menahan pengait pada posisi yang benar.
Sehingga dengan cara yang sederhana ini memasukan dan menguncinya di dus box dapat dengan mudah dilakukan.

Cara Pasang Saklar Gantung
Jika kalian memiliki lampu gantung, lampu portable, atau peralatan elektronik lainnya dan ingin memiliki fungsi dapat dengan mudah untuk dinyalakan dan dimatikan, maka menambah saklar gantung adalah solusi yang mudah dilakukan.
Sesuai dengan namanya, saklar ini menggantung di salah satu jalur kabel yang berguna untuk memutus dan menyambungkan rangkaian listrik.
Secara umum terdapat dua model dari saklar gantung ini berdasarkan posisi in dan out kabelnya.

Kedua model ini memiliki fungsi yang sama persis hanya berbeda di penempatan kabelnya saja. Kalian dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan.
Jika saklar gantung diposisikan menggantung secara bebas, maka kalian dapat menggunakan model pertama sedangkan jika saklar gantung ingin ditempatkan sejalur dengan kabel maka kalian dapat menggunakan model kedua.
Untuk memasangnya, cabut dulu steker atau matikan MCB. Potong satu jalur kabel (usahakan jalur fasa, dipasang seri dengan beban), kupas ujung-ujungnya, lalu sambungkan ke kedua terminal saklar gantung dan kencangkan. Karena posisi steker di stop kontak bisa terbalik, selalu cabut steker sebelum mengganti lampu atau memperbaiki peralatan, meskipun saklar gantung dalam posisi OFF.

Cara pasang MCB ke stop kontak
Ada kalanya kalian ingin mempunyai dan membuat stop kontak luar/outdoor (model outbow dan paralel) yang aman. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan MCB pada jalur fasa stopkontak.
MCB (Miniature Circuit Breaker) sendiri adalah perangkat yang digunakan sebagai proteksi dan pemutus arus jika terjadi kelebihan beban atau hubungan singkat.
Sehingga dapat dikatakan fungsinya sama dengan saklar namun dengan tambahan fungsi pemutus arus otomatis jika terjadi kelebihan beban atau hubungan singkat.
MCB ini dirangkaikan juga secara seri dengan stop kontak yaitu di jalur fasanya. Ujung-ujung kabel dimasukan pada terminal bagian atas dan bawah MCB dan dikencangkan dengan menggunakan obeng plus.

Untuk memilih MCB, yang pertama harus ditentukan adalah jumlah fasanya, karena kita menggunakan stop kontak biasa fasa tunggal maka MCB yang digunakan juga berfasa tunggal.
Setelah itu tentukan arus listrik yang digunakan.
Arus listrik ini berhubungan juga dengan daya listrik yang ingin dilewatkan pada stop kontak.
Sebagai contoh jika kalian ingin menggunakan stop kontak untuk peralatan listrik dengan daya total 1300 watt, maka kalian dapat menggunakan MCB dengan spesifikasi 6A. Daya listrik sendiri dapat dihitung dari voltase dikali dengan arus listrik (220 V × 6 A = 1.320 W; untuk beban resistif). Tegangan nominal listrik rumah menurut SNI adalah 230 V, dalam keseharian disebut 220 V.
Rating MCB juga tidak boleh melebihi kemampuan hantar arus kabelnya. Bila beban mendekati batas MCB secara terus-menerus, MCB akan sering trip; pilih rating berikutnya (misalnya 10 A) hanya jika kabelnya memadai. Tanyakan ke teknisi listrik bila ragu.

Kalian dapat juga menambahkan box MCB untuk kerapihan dan kemudahan pemasangan juga keamanan.
Karena di dalam box MCB ini biasanya sudah terdapat rel untuk memasang MCB sehingga MCB dapat terpasang dengan baik.
Untuk melepas dan memasang MCB pada relnya sendiri cukup mudah.
Pada setiap bagian belakang MCB terdapat pengait untuk terpasang pada relnya. Kalian tinggal mencongkelnya dengan obeng minus untuk melepasnya.

Cara Menambah stop kontak dari saklar
Secara jalur kelistrikan, untuk menambah stop kontak dari sebuah saklar tentunya tidak dapat secara langsung dilakukan.
Hal ini dikarenakan saklar dipasang secara seri dengan beban sehingga hanya dilewati 1 jalur listrik, yaitu fasa (saklar yang terpasang benar selalu berada di jalur fasa), sedangkan stop kontak membutuhkan fasa, netral, dan ground.
Jadi yang dapat kalian lakukan adalah mengambil fasa dari terminal masuk saklar (sisi sebelum saklar, yang selalu bertegangan), lalu menarik kabel netral dan ground baru ke stop kontak. Jangan mengambil fasa dari terminal keluaran saklar yang menuju lampu, karena stop kontak akan ikut mati saat saklar OFF. Jika ternyata saklar terpasang di jalur netral, perbaiki dulu instalasinya agar saklar berada di jalur fasa.

Cara Pasang 2 Lampu pada 1 Saklar Ganda Broco
Sama halnya dengan cara memasang saklar & stopkontak di atas, untuk memasang saklar ganda tinggal menghubungkannya secara seri dengan beban (lampu) di jalur fasa.

Terminal yang digunakan pada saklar ganda merk Broco adalah model jepit, sehingga cukup mudah untuk menghubungkan kabel dengan terminalnya tanpa memerlukan obeng.
Namun yang perlu diperhatikan, gunakan kabel tunggal (pejal) dengan ukuran sesuai spesifikasi yang tertera pada saklar, umumnya kabel instalasi rumah berpenampang 1,5 mm² atau 2,5 mm². Kabel yang terlalu besar tidak bisa masuk, sedangkan kabel yang terlalu kecil membuat jepitan kurang kuat.
Jika kalian menggunakan kabel serabut, pasang skun jenis ferrule dengan crimping tool. Hindari menyolder ujung kabel serabut untuk dimasukkan ke terminal jepit atau baut, karena timah dapat mengendur di bawah tekanan sehingga sambungan menjadi longgar dan panas.

Cara memasang saklar & stopkontak tidak sulit kok! Asal mengerti konsepnya, mematikan MCB sebelum bekerja, dan mengutamakan keamanan, pekerjaan ini bisa dilakukan sendiri. Bila ragu, serahkan ke teknisi listrik.
Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya di blog S-Gala ya!
Ada pertanyaan seputar pemasangan saklar dan stop kontak? Hubungi admin S-Gala lewat WhatsApp.
Baca juga: Perbedaan Stop Kontak di Jepang dan di Indonesia
Baca juga: Mengenal Komponen Stop Kontak



