Mengenal MCB Listrik
Topik: MCB
Daftar isi (6 bagian)
- Cara Kerja MCB Listrik
- MCB PLN
- MCB Listrik di Dalam Rumah
- Perbedaan MCB, Sekering, & Saklar
- Jenis-Jenis Mini Circuit Breaker untuk Voltase Rendah
- MCB Tipe B
- MCB Tipe C
- MCB Tipe D
- MCB Tipe K
- MCB Tipe Z
- Varian Nominal Arus (Ampere) pada MCB
- Cara Pasang & Instalasi MCB
- Cara Memilih MCB yang Baik
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Tanya admin
Miniature Circuit Breaker atau yang biasa dikenal dengan MCB adalah sebuah perangkat pengaman listrik yang berfungsi sebagai pemutus arus listrik jika terjadi arus berlebih atau hubungan pendek arus listrik (short circuit).
Fungsi utamanya adalah untuk memutus arus listrik sehingga dapat melindungi kabel instalasi dan peralatan listrik serta mencegah timbulnya api yang bisa menyebabkan kebakaran.
Sedikit berbeda dengan sekering (fuse) biasa yang setelah terjadi arus listrik berlebih akan putus dan harus diganti, MCB dapat dinyalakan kembali secara manual dengan menaikkan tuasnya tanpa harus menggantinya, setelah penyebab trip diatasi.

Cara Kerja MCB Listrik
MCB memiliki dua mekanisme pemutus. Pertama, pengaman termal (bimetal) untuk beban lebih: bimetal memanas, melengkung, dan memicu mekanisme pemutus. Makin besar kelebihan arusnya, makin cepat MCB trip, dari hitungan menit sampai detik. Kedua, pengaman magnetik (kumparan) untuk hubung singkat: arus yang sangat besar langsung menarik tuas pemutus dalam waktu sangat singkat (milidetik).
MCB PLN
Jika kalian perhatikan, MCB listrik ini dipasang pada bagian bawah meteran listrik PLN (KWH meter) dan kotak MCB di dalam rumah.
Informasi tambahan: MCB yang terpasang pada meteran listrik PLN tersegel dan tidak boleh dibongkar atau diganti sendiri karena merupakan tindakan yang illegal dan melanggar hukum, hanya petugas PLN resmi yang boleh menggantinya.
Tujuan MCB yang terpasang pada meteran listrik PLN adalah untuk membatasi arus listrik yang dapat digunakan di rumah tersebut.
Misalkan kalian berlangganan listrik dengan daya 1.300 VA, maka MCB yang terpasang berkapasitas 6 A (hitungan kasarnya 6 A × 220 V = 1.320 VA) sehingga jika total pemakaian alat listrik di rumah kalian melebihi daya 1.300 VA, secara otomatis MCB akan memutus arus listrik karena terjadi kelebihan beban dan mengharuskan pemilik rumah untuk mematikan beberapa perangkat elektronik sebelum menyalakan kembali MCB-nya.
Daya langganan PLN dinyatakan dalam VA (volt-ampere), bukan watt. Untuk alat yang faktor dayanya di bawah 1, daya nyata (watt) yang bisa dipakai sedikit lebih kecil dari angka VA.

MCB Listrik di Dalam Rumah
Sedangkan MCB listrik yang terpasang di dalam rumah pada box MCB biasanya digunakan untuk membagi arus listrik yang dapat digunakan di setiap bagian rumah.
Selain itu, MCB ini juga dapat menjadi sarana troubleshooting jika terjadi masalah kelistrikan yang terjadi di dalam rumah seperti mengisolir di bagian mana terjadinya masalah (tinggal dilihat MCB mana yang turun maka tinggal mengecek bagian rumah yang terhubung dengan MCB tersebut).
Juga dapat digunakan sebagai saklar saat melakukan instalasi atau perbaikan kelistrikan tanpa harus mematikan listrik secara keseluruhan.

Perbedaan MCB, Sekering, & Saklar
Secara sepintas MCB ini dapat dikatakan gabungan antara sekering dengan saklar. Sama dengan sekering karena sama-sama berfungsi sebagai proteksi dan pemutus arus berlebih.
Perbedaannya, jika sekering telah menunaikan tugasnya (putus) maka harus diganti yang baru. Sama dengan saklar karena sama-sama dapat menghubungkan dan memutus arus secara manual. Perbedaannya, saklar tidak memiliki pengaman jika terjadi beban berlebih atau hubungan singkat / arus pendek.
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Jenis-Jenis Mini Circuit Breaker untuk Voltase Rendah
Berdasarkan standar IEC 60898-1, MCB untuk instalasi tegangan rendah dibedakan menurut kurva tripnya menjadi tipe B, C, dan D. Beberapa pabrikan juga membuat tipe K dan Z (mengacu pada IEC 60947-2). Angka di bawah ini adalah kelipatan arus nominal (In) yang membuat pengaman magnetik bekerja seketika:
MCB Tipe B
Arus trip seketika: 3–5 kali arus nominal (In) yang tertulis pada MCB
Penggunaan : Perumahan dan industri skala ringan
MCB Tipe C
Arus trip seketika: 5–10 kali In
Penggunaan : Lampu penerangan Gedung, alat listrik / motor listrik ukuran kecil, industry skala menengah
MCB Tipe D
Arus trip seketika: 10–20 kali In
Penggunaan : Peralatan listrik yang menghasilkan lonjakan arus tinggi seperti mesin X-Ray, mesin las, motor listrik ukuran besar, mesin produksi, dll.
MCB Tipe K
Arus trip seketika: sekitar 8–12 kali In (sedikit berbeda antar pabrikan)
Penggunaan : Untuk beban induktif seperti motor dan trafo yang menimbulkan lonjakan arus awal tinggi namun singkat.
MCB Tipe Z
Arus trip seketika: 2–3 kali In
Penggunaan : Untuk memproteksi beban yang sangat sensitif terhadap arus lebih, seperti rangkaian semikonduktor dan elektronik, karena MCB tipe Z sudah trip pada lonjakan arus yang relatif kecil. Tipe ini tidak cocok untuk beban dengan lonjakan arus besar seperti motor atau trafo.
Varian Nominal Arus (Ampere) pada MCB

Varian nominal arus dari MCB juga bermacam-macam mulai dari 1a, 6a, 10a, 16a, 20a, 25a, 32a, 40a, 50a, 63a, sampai dengan ratusan Ampere.
Namun secara umum di Indonesia sendiri nominal arus yang sering digunakan mengacu pada pilihan daya yang disediakan oleh PLN.
Diantaranya adalah :
- 4 A (900 VA)
- 6 A (1.300 VA)
- 10 A (2.200 VA)
- 16 A (3.500 VA)
- 20 A (4.400 VA)
- 25 A (5.500 VA), dsb.
Selain itu terdapat juga pilihan 1, 2, dan 3 fasa bergantung dari kebutuhan listrik yang digunakan.
Cara Pasang & Instalasi MCB
Pemasangan MCB pada prinsipnya sama dengan memasang saklar, yaitu dirangkaikan secara seri dengan beban (perangkat listrik).
Namun yang membedakan adalah posisinya, saklar ditempatkan dekat dengan beban yang ingin dikontrol sedangkan MCB terpasang secara terpusat pada satu titik (biasanya pada bagian depan rumah atau panel listrik) karena fungsinya sebagai pembagi beban listrik untuk setiap ruangan atau lantai.
MCB dipasangkan pada box MCB yang memiliki standard dudukan DIN Rail dan memasangnya sendiri tinggal membuka penguncinya dengan obeng minus, kaitkan MCB-nya ke dudukan DIN Rail lalu kunci kembali penguncinya.
Kabel tinggal disambungkan pada terminal bagian atas dan bawah dan dikencangkan dengan menggunakan obeng plus.
Peringatan keselamatan: pemasangan MCB di box MCB dilakukan dalam keadaan listrik padam (MCB utama dimatikan) dan sebaiknya oleh instalatir listrik. Ingat, terminal sisi masuk MCB utama tetap bertegangan meskipun MCB-nya OFF, dan MCB di meteran PLN tidak boleh dibongkar. Untuk instalasi 1 fasa, MCB 1 kutub dipasang di kabel fasa. Kencangkan baut terminal dengan baik, karena sambungan kendur bisa panas dan terbakar.
Cara Memilih MCB yang Baik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih MCB:
- Sesuaikan arus nominal MCB dengan beban dan ukuran kabel jalurnya. Arus nominal MCB tidak boleh melebihi kemampuan hantar arus (KHA) kabel, karena MCB yang terlalu besar tidak akan trip saat kabel sudah kepanasan.
- Pilihlah MCB yang memiliki kualitas yang baik, bisa dilihat dari build qualitynya yang rapi dan bahan yang tahan panas serta knob on off dapat difungsikan dengan baik (tidak macet atau terasa mengganjal).
- Pilih MCB yang bertanda SNI dan mencantumkan standar (misalnya IEC 60898-1), arus nominal, kurva (B/C/D), dan kapasitas pemutusan (misalnya 4,5 kA atau 6 kA). Merk yang banyak dijumpai antara lain Schneider (termasuk merek lamanya, Merlin Gerin), ABB, dan Broco.
Harganya bervariasi tergantung merk, jumlah kutub, kurva, dan arus nominalnya.
Ingin tahu ketersediaan MCB? Tanyakan ke admin S-Gala melalui tautan berikut >> chat admin WhatsApp
Baca juga: Bagaimana Cara Menentukan Ampere MCB yang Tepat?
Baca juga: Kenali Perbedaan MCB, MCCB, & ACB – Serupa Tapi Tak Sama!



