Perbedaan MCB, MCCB, & ACB
Topik: MCB
Daftar isi (1 bagian)
Dalam dunia listrik, hal yang paling penting dan menjadi perhatian utama adalah mencegah terjadinya konsleting yang bisa menyebabkan kebakaran.
Salah satu alat yang sering digunakan untuk keperluan sistem kelistrikan industri & rumah tangga adalah circuit breaker atau pemutus listrik.
Berbicara mengenai Circuit Breaker, terdapat 3 jenis circuit breaker yang biasanya digunakan yaitu:
- MCB
- MCCB
- ACB
Sangat penting untuk memilih Circuit Breaker yang sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk keamanan kita.
Perbedaan MCB, MCCB, & ACB
MCB (Miniature Circuit Breaker)

Dari namanya, MCB (Miniature Circuit Breaker) bisa kita artikan suatu alat pemutus rangkaian listrik yang memiliki ukuran atau bentuk yang kecil (Mini).
Fungsi MCB sendiri adalah sebagai pemutus dan penghubung arus dalam suatu rangkaian kelistrikan, selain itu MCB juga telah dilengkapi dengan sistem pengaman otomatis yang akan memutuskan rangkaian listrik secara otomatis apabila terjadi beban lebih (Overload), karena adanya kelebihan pemakaian beban listrik, atau bisa juga karena adanya hubungan singkat (Short Circuit) pada rangkaian listrik.
MCB umumnya tersedia dengan arus pengenal hingga 63 A; beberapa seri dari merek tertentu tersedia sampai sekitar 100–125 A. Untuk kebutuhan arus yang lebih besar, gunakan MCCB atau ACB.
Untuk batasan arus listrik yang bisa dibebankan pada MCB bisa kita ketahui dari spesifikasinya yang bertuliskan 2A, 4A, 6A, hingga 63A.
MCB dipakai pada instalasi tegangan rendah, yaitu 230 V (1 fasa) hingga 400 V (3 fasa) menurut tegangan nominal SNI; listrik rumah 1 fasa sehari-hari disebut 220 V.
Selain itu, MCB juga memiliki berbagai pilihan jumlah kutub (Pole), misalnya MCB 1-P, MCB 2-P,MCB 3-P, MCB 4-P.
MCB umumnya sering digunakan atau dipakai untuk pengaman instalasi listrik di rumah, yaitu sebagai pengaman rangkaian listrik, pengaman lampu-lampu atau beban listrik lainnya, pengaman rangkaian kendali pada panel MCC, dan sebagai pengaman pada panel listrik.
Contoh Produk & Merk MCB
a. MCB Schneider 1 Phase 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A

b. MCB Broco 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A

c. MCB CHINT 1 PHASE 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A,40A, 50A, 63A

MCCB

MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) ialah suatu alat pemutus rangkaian listrik yang berbentuk kotak/persegi.
Seperti MCB, MCCB berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus dalam rangkaian listrik serta memutus arus secara otomatis saat terjadi beban lebih atau hubungan singkat. Bedanya, MCCB dirancang untuk arus pengenal dan kemampuan memutus arus hubung singkat (breaking capacity) yang lebih besar, dan banyak tipe MCCB yang batas trip-nya bisa diatur.
MCCB memiliki kemampuan menghantar arus listrik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan MCB; umumnya tersedia dari belasan ampere hingga sekitar 1.600 A, bergantung merek dan seri.
MCCB punya fitur tambahan lainnya, yakni adanya selektor pilihan batas arus maksimal MCCB. Dengan selektor ini kita dapat mengatur persentase batasan arus maksimal MCCB saat terputus. MCCB termasuk perangkat tegangan rendah (LV, low voltage), bukan untuk tegangan menengah (MV); pada jaringan tegangan menengah dipakai pemutus jenis lain, misalnya VCB (vacuum circuit breaker).
Contoh Produk & Merk MCCB
a. MCCB EZC100F 100A,80A,75A,60A 3P SCHNEIDER

b. NFB MCCB Breaker NF63CV 25A / 32A / 40A / 50A / 63A Mitsubishi Ori

ACB

ACB (Air Circuit Breaker) adalah suatu alat yang berfungsi sebagai pemutus arus pada rangkaian dengan memanfaatkan udara sebagai media pemadam busur api yang timbul saat kontak ACB membuka untuk memutus arus.
Seperti halnya MCB dan MCCB, ACB juga memiliki fungsi sebagai pemutus dan penghubung arus rangkaian listrik, selain itu ACB juga memiliki kemampuan memutus arus yang akan bekerja secara otomatis apabila dibebani dengan arus yang melebihi kapasitas maksimal ACB tersebut.
ACB juga memiliki beberapa fitur lainnya seperti UVT (Under Voltage Trip) yang membuat ACB trip (terbuka) otomatis saat tegangan turun di bawah batas atau hilang.
Selama tegangan belum normal, ACB tidak dapat ditutup kembali. Selain itu ada juga CC (Closing Coil), yaitu kumparan penutup untuk menutup (menyalakan) ACB secara elektrik dari jarak jauh, misalnya dari panel kontrol atau sistem otomatis.
ACB memiliki kemampuan menghantar arus listrik yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan MCB dan MCCB, ACB tersedia untuk arus ribuan ampere, umumnya hingga sekitar 6.300 A bergantung merek.
Seperti halnya MCCB yang memiliki fitur selektor pilihan batas arus maksimal, ACB juga dilengkapi dengan selektor pilihan batas arus maksimal tersebut, dengan selektor ini kita dapat mengatur persentase batasan arus maksimal ACB untuk terputus (Trip).
Contoh Produk & Merk ACB
a. SCHNEIDER ACB NW 3P 1600A FIXED TYPE 65kA NW16H13F2EH

b. ACB ABB 3phase 2500 Ampere komplit

Kesimpulan Perbedaan MCB, MCCB, & ACB
Dapat disimpulkan bahwa perbedaan dari MCB, MCCB, & ACB yang terutama terletak pada kapasitas hantaran arus listriknya. MCB paling kecil, MCCB menengah, & ACB terbesar. Ketiganya sama-sama perangkat tegangan rendah yang memutus otomatis saat beban lebih atau hubungan singkat.
| Jenis | Rentang arus umum | Tegangan | Pengaturan trip | Contoh pemakaian |
|---|---|---|---|---|
| MCB | ±2–63 A (sebagian seri hingga ±125 A) | Tegangan rendah, 230/400 V | Umumnya tetap | Instalasi rumah, ruko, sirkuit cabang dan kendali |
| MCCB | Belasan A hingga ±1.600 A | Tegangan rendah | Banyak tipe bisa diatur | Panel distribusi gedung dan industri |
| ACB | Ratusan A hingga ±6.300 A | Tegangan rendah | Bisa diatur, plus fitur seperti UVT dan closing coil | Panel utama gedung besar dan industri |
Sekian artikel kali ini. Ada pertanyaan seputar MCB, MCCB, atau ACB? Hubungi admin S-Gala lewat WhatsApp.



