Jenis MCB & Cara Menentukan Ampere MCB yang Tepat untuk Rumah Anda
Topik: MCBVolt, watt & ampere
Daftar isi (2 bagian)
- Jenis-jenis MCB
- Jenis MCB Berdasarkan Kurva Trip (B, C, D)
- Simbol MCB pada Sistem Kelistrikan
- Cara Memasang MCB Jenis 1, 2, & 3 Fasa
- Jenis Lain dari MCB : MCCB
- Cara Menentukan Ampere MCB untuk Rumah Anda
- Cara Menentukan Ampere MCB yang Tepat : Menghitung Kuat Arus
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Tanya admin
Penggunaan listrik untuk rumahan dan industri tentu ada perbedaan. Untuk itu diperlukan juga MCB yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.
Kali ini S-gala.com akan mengajak kalian untuk mempelajari jenis-jenis MCB yang ada di pasaran dan juga kita akan memahami bagaimana cara menentukan Ampere MCB yang tepat untuk kebutuhan rumah atau industri kalian.
Yuk simak artikel berikut sampai habis!
Jenis-jenis MCB
Sesuai dengan banyaknya jalur listrik yang diputus, MCB dapat dibedakan menjadi MCB 1, 2, dan 3 pole (kutub). Di pasaran sering disebut MCB 1, 2, dan 3 fasa.

MCB 1 pole biasanya digunakan untuk tiap kelompok (grup) instalasi di perumahan. MCB 2 pole di rumah umumnya memutus fasa dan netral sekaligus pada listrik 1 fasa, jadi bukan berarti listriknya 2 fasa. MCB 3 pole (dan 4 pole bila netral ikut diputus) digunakan pada instalasi 3 fasa, misalnya perkantoran dan industri yang memerlukan lebih banyak daya listrik untuk kegiatan operasionalnya.
Perbedaan mencolok MCB 2 dan 3 pole adalah bentuk MCB-nya seperti terdiri dari MCB 1 pole yang ditempel berdampingan.
MCB 2 pole terdiri dari 2 MCB 1 pole sedangkan MCB 3 pole terdiri dari 3 MCB 1 pole yang tuas saklarnya disatukan.
Sehingga jika salah satu jalur terjadi kelebihan beban atau hubungan singkat arus listrik, MCB akan trip dan keseluruhan jalur akan mati.
Selain bentuknya yang berbeda, instalasi 3 fasa memiliki tegangan antarfasa yang lebih tinggi.
Tegangan nominal di Indonesia adalah 230/400 Volt AC (fasa ke netral 230 V, antarfasa 400 V; di lapangan masih sering disebut 220/380 V), sehingga MCB 3 pole memiliki spesifikasi tegangan yang sesuai, umumnya tertulis 400 V atau 230/400 V.
Jenis MCB Berdasarkan Kurva Trip (B, C, D)
Selain jumlah pole, MCB juga dibedakan menurut kurva trip, yaitu seberapa besar lonjakan arus yang membuat MCB langsung putus (standar IEC 60898-1). Huruf kurva tercetak di depan angka ampere, misalnya C6 atau C16.
| Kurva | Putus seketika pada arus | Cocok untuk |
|---|---|---|
| B | 3–5 × arus nominal | Beban resistif seperti lampu dan pemanas, kabel panjang |
| C | 5–10 × arus nominal | Umum untuk rumah dan kantor, beban campuran |
| D | 10–20 × arus nominal | Beban dengan arus start besar, seperti motor dan trafo |
Simbol MCB pada Sistem Kelistrikan
Dalam merancang atau mendesain jalur-jalur listrik tentunya ada simbol-simbol tertentu untuk menggambarkan alat-alat listrik pada jalur tersebut. Untuk MCB sendiri simbolnya adalah sbb:

Cara Memasang MCB Jenis 1, 2, & 3 Fasa
Cara memasang MCB 2 dan 3 fasa sebenarnya tidak berbeda jauh dengan MCB 1 fasa, yaitu dengan cara mengaitkannya pada DIN rail di dalam box MCB.
Lalu untuk menghubungkan kabelnya dimasukkan pada bagian atas dan bawah MCB dan dikencangkan dengan cara dibaut sedangkan untuk menghubungkan antar MCB dengan jalur yang sama selain dapat menggunakan kabel, kalian dapat menggunakan terminal dengan model sisir atau biasa dikenal dengan terminal sisir MCB, yang tersedia dalam berbagai jumlah pin dan model 1 atau 3 fasa.
Peringatan keselamatan: sebelum memasang atau mengganti MCB, matikan MCB utama dan pastikan kabel sudah tidak bertegangan dengan test pen. Sisi masuk MCB utama tetap bertegangan dari jaringan PLN walau MCB-nya OFF. MCB pembatas di kWh meter adalah milik PLN dan bersegel, jangan dibongkar atau diganti sendiri. Bila ragu, serahkan pada instalatir listrik.

Pemasangannya sendiri mirip dengan menggunakan kabel, namun kabelnya diganti menggunakan terminal tembaga. Untuk lebih jelasnya bisa kalian lihat pada gambar.


Jenis Lain dari MCB : MCCB
Selain menggunakan MCB untuk listrik yang menggunakan 2 dan 3 fasa, dipasaran juga tersedia MCCB (Molded Case Circuit Breaker).
Perbedaan utama yang terlihat pada bentuknya adalah MCB 2 dan 3 fasa terlihat seperti MCB 1 fasa yang digabung, sedangkan MCCB merupakan satu kesatuan yang dirancang untuk 2 sampai dengan 4 jalur listrik sehingga knob saklar hanya ada satu pada MCCB.

Selain itu fitur pada MCCB lebih banyak daripada MCB seperti adanya trip level yang dapat diatur (pada banyak tipe), batas interrupting capacity yang lebih besar, serta dapat dilengkapi aksesori undervoltage release dan shunt trip.

Dalam membuat dan merancang instalasi listrik yang baik, tentunya menggunakan MCB dengan nilai kuat arus listrik (Ampere) yang tepat merupakan keharusan.
Kalian bisa membaca lebih lanjut tentang perbedaan antara MCB, MCCB, & ACB di artikel lain di blog S-Gala ya!
Cara Menentukan Ampere MCB untuk Rumah Anda
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam menghitung nilai kuat arus dan daya listrik pada MCB yang tepat seperti:

Dimana :
S = daya semu (VA, Volt Ampere)
P = daya aktif (Watt)
Q = daya reaktif (VAR, Volt Ampere Reactive)
Cos φ = faktor daya listrik (untuk beban motor sering diasumsikan 0,8)
V = Voltase listrik (Volt)
I = Kuat arus listrik (Ampere)
Rumus pada gambar di atas berlaku untuk listrik 1 fasa. Untuk listrik 3 fasa, rumusnya berbeda karena ada faktor √3 (≈1,732), dengan V adalah tegangan antarfasa (380–400 V):
- S = √3 × V × I (VA)
- P = √3 × V × I × cos φ (Watt)
- Jadi arusnya: I = P ÷ (√3 × V × cos φ)
Cara Menentukan Ampere MCB yang Tepat : Menghitung Kuat Arus
Lalu untuk menentukan nilai MCB yang tepat, yang perlu dilakukan adalah menghitung kuat arus yang dilewati dengan daya listrik maksimal yang diberikan oleh PLN.
Sebagai contoh sederhana sebuah rumah berlangganan listrik 1 fasa dengan daya 1300 Watt, maka perhitungan kasar (tidak menggunakan factor daya) untuk nilai MCBnya adalah sbb:
S = 1.300 VA
V = 220 V
Maka,
I = 1.300 / 220
I = 5,9 A dibulatkan ke ukuran MCB terdekat, yaitu 6 A, sehingga MCB yang dibutuhkan adalah MCB dengan nilai 6 A.
Contoh lainnya: Sebuah pabrik memiliki mesin yang beroperasi dengan listrik 3 fasa dengan daya 30.000 Watt (30 kW) dan faktor daya 0,8, maka perhitungannya adalah sbb:
P = 30.000 W
V = 380 V (antarfasa)
cos φ = 0,8
Maka,
I = 30.000 / (1,732 × 380 × 0,8)
I ≈ 57 A
Dengan tegangan nominal 400 V hasilnya ≈ 54 A. Ukuran standar terdekat di atasnya adalah 63 A, sehingga pengaman yang dibutuhkan adalah MCB atau MCCB 3 pole 63 A. Bila 30.000 itu adalah daya semu (30 kVA, tanpa faktor daya), arusnya ≈ 46 A pada 380 V sehingga cukup 50 A. Perhatikan: membagi 30.000 dengan 380 saja (tanpa √3) menghasilkan 78,9 A, yang keliru dan membuat pengaman terlalu besar.
Untuk mesin bermotor, pilih juga kurva trip yang sesuai (umumnya C atau D) dan pengaman motor (thermal overload). Perhitungan instalasi industri sebaiknya diserahkan pada instalatir.
Selain itu, nilai MCB tiap grup instalasi tidak boleh melebihi kemampuan hantar arus (KHA) kabel di grup tersebut. MCB yang terlalu besar untuk kabelnya membuat kabel bisa kepanasan sebelum MCB sempat trip.
Dengan perhitungan tersebut maka kita dapat membuat tabel nilai MCB dengan daya sbb :

| Nilai MCB | Daya maks. 1 fasa (220 V) | Daya maks. 3 fasa (√3 × 380 V ≈ 3 × 220 V) |
|---|---|---|
| 10 A | 2.200 VA | 6.600 VA |
| 16 A | 3.520 VA | 10.560 VA |
| 25 A | 5.500 VA | 16.500 VA |
| 32 A | 7.040 VA | 21.120 VA |
| 50 A | 11.000 VA | 33.000 VA |
Dengan tegangan nominal 230/400 V, angka daya di tabel sedikit lebih besar (misalnya 10 A × 230 V = 2.300 VA pada 1 fasa).
Untuk pelanggan rumah tangga 1 fasa, pasangan daya PLN dan MCB pembatas yang lazim adalah:
| Daya PLN | MCB pembatas |
|---|---|
| 450 VA | 2 A |
| 900 VA | 4 A |
| 1.300 VA | 6 A |
| 2.200 VA | 10 A |
| 3.500 VA | 16 A |
| 4.400 VA | 20 A |
| 5.500 VA | 25 A |
Nah, kini sudah paham kan bagaimana cara menentukan Ampere MCB untuk rumah / industri kalian?
Jangan lupa untuk mampir ke artikel lainnya hanya di blogpost s-gala.com.
Kalau kalian berminat untuk beli MCB, untuk dipakai sendiri atau dijual kembali, tanyakan ketersediaannya ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



