DIY Tutorial Cara Menyambung Kabel Listrik & Memasang Saklar Lampu
Topik: Saklar listrik
Daftar isi (2 bagian)
Ada kalanya kita harus menginstalasi kabel listrik ataupun memperbaiki sistem kelistrikan di rumah. Baik itu memperbaiki jaringan listrik untuk lampu dan switchnya ataupun stop kontak.
Rangkaian listrik di rumah biasanya dibuat sesederhana mungkin untuk memudahkan perawatan atau perbaikan dikemudian harinya. Lalu bagaimana cara untuk menyambung kabel listrik sendiri? Tidak sulit, kok!
Menyambung Kabel Listrik Rangkaian Seri VS Paralel
Rangkaian listrik sendiri secara dasar ada 2 macam, yaitu rangkaian seri dan paralel. Mari kita bahas apa itu rangkaian seri dan paralel dan apa keuntungan dan kerugiannya masing-masing.
Rangkaian Seri
Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun secara berderet (berurutan), yaitu sumber listrik dan beban disambung dalam satu jalur kabel atau penghantar yang sama.
Pada rangkaian seri, besaran arus listrik yang mengalir akan sama sedangkan voltase atau tegangannya akan terbagi pada setiap bebannya. Pada lampu rangkaian seri sambungan kabel listrik pun sederhana dan tidak kompleks.


Keuntungan dari menyambung kabel listrik secara seri ini adalah sederhana dan tidak membutuhkan kabel atau kawat penghantar yang banyak.
Kekurangannya adalah jika ada salah satu beban rusak atau terjadi putus maka rangkaian akan open dan arus listrik tidak akan mengalir atau bisa dikatakan jika salah satu beban terjadi putus maka keseluruhan sistem akan mati.
Sebagai contoh saja jika salah satu lampu pada rangkaian seri ini putus maka lampu yang lain juga akan mati. Bahkan hal ini juga terjadi pada saat kita mengganti atau melepas lampu.
Hal ini menyulitkan juga untuk mendeteksi lampu mana yang putus karena seluruh lampu ikut mati.
Selain itu, jika lampu memiliki spek 12V dan misalkan kita akan menggunakan 3 buah, maka sumber listrik yang harus disediakan adalah 3x12V = 36V. Jika dipaksakan menggunakan sumber listrik yang ada misalnya hanya 12V, maka lampu menyala redup bahkan tidak menyala.
Hal ini cukup menyulitkan jika diterapkan di dalam rumah karena ketersediaan sumber listrik hanya 220VAC saja.

Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara sejajar (bercabang), yaitu setiap beban dipasang pada cabang jalur kabel sendiri yang sama-sama tersambung ke sumber listrik.
Pada rangkaian paralel, arus listrik yang mengalir akan terbagi untuk setiap jalurnya dan besarnya sesuai dengan bebannya, sedangkan voltase atau tegangannya akan sama pada setiap jalur.


Keuntungan dari rangkaian paralel ini adalah jika ada salah satu beban rusak atau terjadi putus, maka arus listrik akan tetap dapat mengalir pada jalur yang lain sehingga tidak mematikan keseluruhan sistem.
Sebagai contoh jika salah satu lampu pada rangkaian paralel ini putus atau dilepas maka lampu yang lain akan tetap menyala.
Hal ini juga memudahkan kita dalam mendeteksi lampu mana yang putus atau terjadi kerusakan.
Selain itu,setiap lampu akan mendapatkan sumber tegangan yang sama sehingga semua lampu akan menyala secara optimal.
Kekurangan dari rangkaian ini adalah membutuhkan kabel atau kawat penghantar yang lebih banyak daripada rangkaian seri.

Rangkaian Listrik Apa yang Digunakan Untuk Rumah Kita?
Dari penjelasan rangkaian listrik di atas maka secara umum kita dapat menentukan rangkaian listrik untuk lampu dan switch di rumah.
Di rumah tentunya kalian tidak menemukan kasus saat ada salah satu lampu mati maka semua lampu akan mati, hanya satu lampu saja yang mati sedangkan lampu yang lainnya tetap menyala (kecuali terjadi konsleting sehingga memutus breaker – MCB).
Jadi untuk rangkaian lampu di rumah menggunakan rangkaian paralel.
Lalu bagaimana dengan rangkaian switch atau saklar? Jika kita perhatikan satu switch dapat mematikan satu atau lebih lampu. Dari kejadian ini dapat kita tentukan bahwa rangkaian switch adalah rangkaian seri.
Switch ditempatkan pada jalur fasa dan dirangkaikan seri dengan sumber listrik dan beban. Saklar wajib memutus kabel fasa (bukan netral), supaya saat saklar mati lampu dan fittingnya benar-benar tidak bertegangan.
Sehingga jika switch dalam keadaan open, membuat semua beban atau lampu tidak mendapatkan arus listrik, sebaliknya jika switch dalam keadaan close, semua beban atau lampu akan mendapatkan arus listrik.


Untuk stop kontak sendiri pastinya rangkaian yang digunakan adalah rangkaian paralel. Instalasi stop kontak sesuai PUIL memakai 3 kabel: fasa, netral, dan ground (pembumian). Rumah lama yang masih memakai 2 kabel tanpa ground sebaiknya ditambah kabel ground, karena ground melindungi pengguna dari kesetrum bila badan alat bocor listrik.
Kabel fasa (coklat, atau hitam/abu-abu) dan netral (biru) disambungkan pada dua terminal di kiri dan kanan, sedangkan kabel ground (hijau-kuning) disambungkan pada terminal ground di bagian tengah. Stop kontak tetap berfungsi walau fasa dan netral tertukar, tetapi sebaiknya posisinya dibuat konsisten di seluruh rumah agar mudah dirawat dan diperiksa.
Peringatan keselamatan: pada saat merangkaikan kabel baik seri, paralel atau memasangkan stop kontak, matikan terlebih dahulu sumber listrik di MCB, lalu pastikan kabel benar-benar tidak bertegangan dengan tespen sebelum disentuh. Semua jalur kabel tidak boleh terjadi short: setiap sambungan diikat kuat dan ditutup isolasi atau lasdop. Dengan begitu pekerjaan menjadi lebih aman dan mencegah kesetrum atau korsleting. Bila ragu, serahkan kepada teknisi listrik.
Jangan lupa untuk mampir ke artikel lain di blog www.s-gala.com untuk mendapatkan informasi berkualitas lainnya.
Butuh stok lampu untuk dijual lagi? S-Gala mengirim dari gudang Bandung ke seluruh Indonesia, dengan COD untuk Jawa & Bali. Belanja mulai Rp50 ribu; begitu total belanja lampu LED mencapai Rp300 ribu, harga reseller langsung berlaku. Panduannya ada di halaman cara mulai jualan lampu, atau tanyakan ke admin lewat WhatsApp 0812-2276-8892.



