Lampu Motor – Jenis dan Fungsinya
Daftar isi (2 bagian)
Lampu motor berperan penting dalam keselamatan berkendara, terutama di malam hari. Pernahkah kamu menghitung dan mengamati ada berapa jumlah lampu dalam sebuah unit motor?
Kali ini S-gala.com akan mengajak kalian untuk mengenali berbagai jenis, penempatan, dan jumlah lampu motor. Simak infonya sampai selesai ya!
Lampu Motor Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya lampu motor terbagi menjadi 4 bagian yaitu :
1. Lampu Utama / Headlamp

Lampu depan atau headlamp pada motor ini berfungsi memberikan penerangan utama. Lampu ini terbagi menjadi dua bagian, yakni lampu jarak pendek atau low beam, dan lampu jarak jauh atau high beam.
Lampu low beam merupakan lampu motor yang menerangi jalan di bagian bawah atau depan motor, sedangkan lampu high beam adalah lampu yang menerangi bagian tengah motor atau bidang yang sejajar dengan posisi lampu utama.
Sesuai namanya, low beam mampu menerangi cuma untuk jarak pendek. Contohnya untuk mewaspadai adanya lubang atau jalan yang tidak rata. Lampu motor low beam juga dapat mengantisipasi polisi tidur dan sebagainya.
Sedangkan High Beam biasanya digunakan pada jalan dengan penerangan yang minim atau pada jalan yang berliku. Digunakan untuk melihat arah tikungan, batas jalan, dan juga melihat dengan lebih baik apakah dari arah depan ada kendaraan lain atau tidak. Saat berpapasan atau berada di belakang kendaraan lain, kembalikan ke lampu jarak dekat agar tidak menyilaukan pengendara lain.
2. Lampu Sein

Lampu sein terletak di samping kiri dan kanan lampu utama serta lampu rem. Lampu sein berguna sebagai indikator bahwa motor akan berbelok, sebagai petunjuk arah belok bagi pengendara di belakang.
Biasanya lampu sein berwarna kuning tua/oranye yang artinya isyarat hati-hati, serta dibuat kelap-kelip berfungsi untuk menarik perhatian pengendara lain.
3. Lampu Rem

Lampu rem ternyata juga berfungsi sebagai lampu senja yang menyala lebih terang ketika Anda menekan tuas rem. Lampu rem ini berwarna merah yang artinya berhenti.
Fungsinya adalah sebagai tanda peringatan berhenti dan menandakan bagian belakang dari kendaraan karena memiliki cahaya yang mudah direspon pengendara di belakang serta tidak silau serta mudah dilihat.
4. Lampu Sorot Motor

Lampu sorot pada motor berfungsi untuk menambah penerangan terutama di jalanan yang minim pencahayaan. Selain itu, lampu sorot pada motor juga memungkinkan pengendara untuk melihat di tengah jalan yang berkabut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lampu sorot motor dapat dilihat di artikel berikut >> Lampu Sorot Motor
Jenis Lampu yang Biasa Dipakai pada Motor
Itulah lampu motor berdasarkan fungsinya, sedangkan berdasarkan jenisnya lampu motor dapat dibagi sebagai berikut :
1. Tungsten

Saat ini masih terdapat sepeda motor yang diproduksi di Indonesia, masih menggunakan lampu pijar
Tungsten dengan kelistrikan AC maupun DC. Keunggulan lampu jenis ini adalah harganya murah dan suku cadangnya mudah didapat. Namun dari sisi listrik, lampu pijar tungsten justru paling boros: sebagian besar energinya berubah menjadi panas, bukan cahaya.
Namun, pada sepeda motor dengan kelistrikan AC, terang lampu tidak konsisten: saat putaran mesin rendah lampu ikut meredup dan saat putaran tinggi menjadi lebih terang, sehingga penerangannya belum sempurna dan bohlam rawan putus.
2. Halogen

Lampu ini merupakan pengembangan baru dari bohlam pijar Tungsten, dengan pengembangan ini lampu Halogen memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lampu pijar Tungsten.
Lampu halogen sebenarnya juga berfilamen tungsten, tetapi tabungnya diisi gas halogen sehingga filamen bisa bekerja lebih panas tanpa cepat menghitam. Hasilnya, pada watt yang sama cahayanya lebih terang dan lebih putih dibanding bohlam tungsten biasa, dan terangnya lebih awet sepanjang umur bohlam.
3. HID

Jenis lampu HID ini biasa dikenal dengan sebutan Lampu Xenon, hal ini dikarenakan lampu ini memakai gas xenon untuk pencahayaannya. Kinerja pada lampu ini lebih konsisten menyala dibanding lampu pijar Tungsten dimana HID ini merupakan penyempurnaan dari beberapa jenis lampu yang lain.
Lampu ini mempunyai daya terang yang baik karena cahayanya berasal dari busur listrik di antara dua elektroda, bukan dari filamen. Lampu HID membutuhkan ballast yang menyalakan busur dengan tegangan sangat tinggi saat start, jadi jangan menyentuh ballast dan soketnya saat lampu menyala.
Penerangan tersebut berasal dari gas xenon, dimana tingkat keterangan lampu ini mencapai 2800 dan 3000 lumen dengan memakai daya 35 watt.
Selain itu lampu ini juga mempunyai umur yang panjang, sekitar 2.000–3.000 jam, jauh di atas bohlam halogen yang umumnya hanya bertahan beberapa ratus jam.
Dari segi wattnya bohlam halogen lebih besar yakni mencapai 55 watt dengan tingkat penerangannya yang lebih kecil hanya antara 700 sampai 2100 lumen saja.
4. LED

Selain jenis lampu yang disebutkan tadi, ada juga jenis lampu baru yakni LED. Lampu jenis ini, kini sudah jadi salah satu suku cadang OEM sepeda motor. Lampu LED ini mempunyai keunggulan yang cukup baik, seperti lebih hemat energy dan ramah lingkungan.
Bentuknya sangat kecil dengan tingkat penerangan yang tinggi, panas yang dihasilkan lebih rendah daripada halogen (walau tetap butuh pendingin di bagian belakang chip), serta tahan lama dan tahan goncangan.
Bagi pecinta otomotif, bebas untuk memilih jenis lampu untuk mempercantik motornya, asalkan tetap sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Mengganti bohlam halogen dengan HID atau LED pada reflektor yang dirancang untuk halogen dapat membuat sorotan menyilaukan pengendara lain, jadi pastikan pola sorotnya tetap benar.
Kalau kalian butuh lampu motor atau alat listrik lainnya, tanyakan ketersediaannya ke admin S-Gala lewat WhatsApp ya!
Mau coba jualan lampu LED? Di S-Gala tidak perlu daftar jadi reseller, karena harga ikut total belanja: ecer mulai 1 biji, reseller mulai Rp300 ribu, grosir mulai Rp1 juta, boleh campur watt dan merek. Barang dikirim dari gudang Bandung ke seluruh Indonesia. Pelajari cara mulai jualan lampu atau chat admin di 0812-2276-8892.



