Mengenal lebih dalam tentang Tegangan Listrik
Topik: Volt, watt & ampere
Daftar isi (1 bagian)
Hidup pada jaman modern sekarang ini, hampir di setiap kegiatan kita menggunakan listrik.
Di setiap aktivitas sehari-hari di rumah, kantor, dan dimanapun pasti menggunakan listrik.
Mulai dari menyalakan lampu untuk penerangan, mengisi baterai handphone, memasak nasi, dan lainnya.
Tentunya kelistrikan tidak lepas dari istilah “tegangan listrik”. Lalu sebenarnya apa itu tegangan listrik atau yang sering disebut dengan istilah Voltase listrik?
Pengertian Tegangan Listrik
Tegangan pada listrik atau electric voltage merupakan sejumlah energi yang diperlukan untuk memindahkan satu satuan muatan listrik dari satu titik ke titik lainnya.
Electric voltage ini dinyatakan dengan satuan Volt (V) yang juga merupakan beda potensial listrik.

Perbedaan potensial tersebut terjadi karena tegangan pada listrik pada dasarnya adalah perbedaan potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian.
Potensial listrik adalah energi per satuan muatan di suatu titik, bukan banyaknya muatan. Satu volt berarti energi satu joule untuk setiap satu coulomb muatan (1 V = 1 J/C). Bila dua titik yang potensialnya berbeda dihubungkan oleh penghantar, muatan akan mengalir dan terjadilah arus listrik.
Tegangan bisa diibaratkan tekanan air pada pipa: semakin besar tegangan, semakin kuat dorongan terhadap elektron sehingga, untuk hambatan yang sama, arus yang mengalir makin besar. Hubungan ini dirumuskan dalam Hukum Ohm: V = I × R. Contohnya, beban dengan hambatan 1.100 ohm yang dipasang pada 220 V dialiri arus 0,2 A.
Tingkatan tegangan pada listrik
Di Indonesia, tingkat tegangan listrik umumnya dibagi sebagai berikut:
- Tegangan ekstra rendah (extra low voltage): sampai 50 V AC atau 120 V DC, misalnya baterai, aki 12 V, dan adaptor.
- Tegangan rendah (TR): sampai 1.000 V, misalnya listrik rumah 230 V dan listrik tiga fasa 400 V.
- Tegangan menengah (TM): di atas 1 kV sampai 35 kV, misalnya jaringan distribusi PLN 20 kV.
- Tegangan tinggi (TT): di atas 35 kV sampai 245 kV, misalnya saluran transmisi 70 kV dan 150 kV.
- Tegangan ekstra tinggi (TET): di atas 245 kV, misalnya saluran transmisi 500 kV.
Cara mengetahui tegangan pada listrik dapat dilakukan dengan alat bantu khusus yang bernama multimeter.

Multimeter merupakan suatu alat ukur listrik yang dipakai untuk mengetahui ukuran besaran listrik berupa arus listrik (A), tegangan pada listrik (V) dan hambatan listrik (Ohm).
Peringatan keselamatan: saat mengukur tegangan stop kontak, pilih mode tegangan AC (V~) dengan batas ukur di atas 250 V dan pegang probe hanya pada gagang berisolasinya. Jangan pernah mengukur stop kontak dengan mode arus (A) atau hambatan (Ω), karena multimeter bisa terhubung singkat, meledak, atau terbakar. Pastikan kabel probe tidak terkelupas.
Jenis-jenis Tegangan Listrik
Jenis electric voltage berdasarkan arusnya terbagi menjadi 2, yaitu :
- Electric voltage / tegangan AC
- Electric voltage / tegangan DC
Rangkaian elektronik pada umumnya bekerja dengan memakai tegangan DC yang rendah.
Biasanya tegangan yang rendah itu seperti 1,5 V sampai dengan 24 V DC.
Tegangan AC merupakan tegangan listrik arus bolak balik sedangkan tegangan DC merupakan tegangan searah.
Tegangan AC

Tegangan AC memiliki 2 jenis sistem yaitu satu fasa (single phase) dan tiga fasa (three phase). Listrik PLN di Indonesia bertegangan 230 V antara fasa dan netral, dan 400 V antar-fasa pada sistem tiga fasa, dengan frekuensi 50 Hz.
Tegangan AC single phase merupakan tegangan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tegangan AC satu fasa memakai satu kabel fasa dan satu kabel netral. Kabel ground (pembumian) adalah kabel ketiga yang terpisah dan berfungsi sebagai pengaman, bukan pengganti netral. Menurut PUIL 2011, warna kabel fasa adalah coklat (pada tiga fasa juga hitam dan abu-abu), netral biru, dan ground hijau-kuning.
Sumber tegangan AC yang biasa dapat ditemui berupa listrik rumah tangga dari PLN, genset, dan dinamo sepeda. Alternator pada mobil dan motor juga membangkitkan listrik AC, tetapi umumnya langsung disearahkan menjadi DC untuk mengisi aki dan menghidupkan kelistrikan kendaraan.

Tegangan DC

Tegangan DC merupakan kebalikan dari tegangan AC dimana tegangan DC adalah tegangan listrik searah.
Tegangan DC memiliki tanda titik negatif atau notasi negatif di ujung salah satunya dan tanda titik positif atau notasi positif di satu ujung lainnya.
Pemasangan benda elektronik dengan tegangan DC harus benar posisi kedua kutubnya (negatif dan positifnya).
Jika salah dalam pemasangan atau kutubnya terbalik, peralatan bisa tidak bekerja atau rusak.
Sumber tegangan DC yang dapat ditemui sehari-hari berupa elemen volta, baterai, aki, solar cell panel, adaptor dan power supply.
Untuk pengaplikasian tegangan DC sendiri bisa ditemukan pada banyak peralatan elektronik.
Contoh alat elektronik yang memakai tegangan DC antara lain handphone, sepeda motor, mainan anak, remote control, pemutar musik portable, dan masih banyak lagi.
Sekian artikel mengenai tegangan pada listrik, semoga artikel ini dapat membantu menambah pengetahuan dan bermanfaat ya!
Untuk kebutuhan lampu LED dan alat listrik, tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



