Benarkah Lampu dengan Watt Besar Bikin Tagihan Listrik Bengkak?
Topik: Watt & lumen lampu
Daftar isi (2 bagian)
- Cara Hitung dan Cek Tagihan Listrik PLN di Indonesia
- Cek dulu, kalian masuk ke golongan tarif yang mana
- Catat semua perabotan berlistrik di rumah
- Langkah selanjutnya adalah mencatat berapa lama alat elektronik tersebut menyala
- Hitung Tarif Listriknya dengan mengalikan nilai konsumsi daya listrik dan tarif dasar listrik
- Cara Supaya Biaya Listrik Tidak Membengkak
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Produk terkait
Pada pertengahan tahun 2020 ada satu topik yang lagi “viral” terkait dengan tagihan listrik di Indonesia. Banyak orang yang kaget saat cek tagihan listrik dan saat mau bayar tagihan listrik PLN karena tiba-tiba membengkak, terutama untuk mereka yang menggunakan sistem pembayaran tagihan listrik pasca bayar.
Para pelanggan PLN ini mengeluhkan kenaikan tagihan listrik mulai dari belasan ribu sampai jutaan rupiah.

Kenapa ya? Apakah tarif dasar dari PLN secara tiba-tiba naik? Atau memang karena murni pemakaian meningkat akibat regulasi “stay at home”?
Apakah ada kaitannya antara tagihan listrik dengan besaran Watt lampu? Yuk kita kupas!
Cara Hitung dan Cek Tagihan Listrik PLN di Indonesia
Di Indonesia, PLN menentukan tarif listrik berdasarkan pembagian golongan. Golongan ini dibagi berdasarkan daya tersambung, yaitu batas daya listrik dalam satuan VA (volt-ampere) yang diberikan PLN untuk tiap unit rumah/gedung.
Coba kalian lihat di meteran listrik masing-masing, berapa VA (Volt Ampere) yang diberikan PLN untuk rumahmu? 900VA, 1.300VA, atau di angka berapa?

Pada meteran prabayar, batas daya bisa dicek dengan kode tombol tertentu lalu enter; kodenya berbeda antar merek meteran, jadi lihat panduan merek meteran kalian. Batas daya juga tertera di struk token listrik dan di aplikasi PLN Mobile.
Untuk kalian yang masih menggunakan sistem listrik pascabayar, kalian bisa mengecek batas daya dan tagihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile.
Supaya lebih paham, sekarang kita coba menghitung tagihan listrik bersama – sama! Ada beberapa langkah untuk menghitung tagihan listrik.
Cek dulu, kalian masuk ke golongan tarif yang mana
Tarif dasar listrik di Indonesia diatur oleh Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
Kenapa sih harus diatur dan dibeda-bedakan berdasar golongan?
Tujuannya yaitu untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus untuk memberikan kestabilan ekonomi Indonesia.
Logikanya, rumah dengan daya listrik 900VA tentu berukuran lebih kecil daripada gedung bertingkat dengan daya listrik 10,000VA. Dari segi penggunaan listriknya dan daya beli juga tentu akan berbeda, bukan? Karena itulah tarif dasar listrik ditentukan berdasarkan kebijakan pembagian golongan.
Nah, berikut adalah tarif dasar listrik berdasarkan golongan pada pertengahan tahun 2020 (tarif bisa berubah; cek tarif terbaru di PLN Mobile):

Sebagai contoh, menurut tabel pertengahan 2020 tersebut, rumah dengan batas daya 1.300 VA dikenai tarif Rp 1.467,28 per kWh (kilowatt-jam). Angka ini dipakai sebagai contoh hitungan saja; tarif yang berlaku sekarang bisa berbeda.
Catat semua perabotan berlistrik di rumah
Setelah tahu golongan listriknya, yuk kita list perabotan mana saja yang menyedot listrik di rumah.
Misalnya di rumah kalian ada alat elektronik sbb :
- 7 lampu LHE @30 watt
- 2 lampu LED @15 watt
- 2 unit AC @500 watt
- 1 LED TV dengan daya 50 watt
Langkah selanjutnya adalah mencatat berapa lama alat elektronik tersebut menyala
Kini saatnya mencatat berapa lama alat-alat elektronik di rumah kalian menyala dalam seharinya.

Berikutnya cara menghitung dengan melanjutkan contoh sebelumnya :
- 5 dari 7 lampu LHE menyala selama 10 jam sehari, artinya energi yang dipakai sebesar 5 x 30 W x 10 jam = 1.500 Wh
- 2 lampu LED menyala selama 12 jam sehari, artinya energi yang dipakai sebesar 2 x 15 W x 12 jam = 360 Wh
- 1 unit AC menyala selama 15 jam sehari dan 1 unitAC lainnya menyala selama 6 jam sehari, artinya energi yang dipakai sebesar (1 x 500 W x 15 jam) + (1 x 500 W x 6 jam) = 10.500 Wh
- 1 LED TV menyala selama 3 jam sehari, artinya energi yang dipakai sebesar 1 x 50 W x 3 jam = 150 Wh
Dengan rincian di atas, maka total konsumsi energi listrik per hari = 12.510 Wh (watt-jam).
Hitung Tarif Listriknya dengan mengalikan nilai konsumsi daya listrik dan tarif dasar listrik
Nah, berdasarkan contoh di atas mari kita hitung berapa tagihan listrik yang harus dibayar.

Contohnya :
- Golongan Tarif Listrik = 1.300VA, maka tarif listrik / kWh = Rp 1.467,28/kWh
- Total konsumsi energi listrik seluruh peralatan listrik per hari = 12.510 Wh
- Dan ingat ya, tarif listrik dihitung dalam satuan kWh / kilowatt-jam (kilowatt hour), yaitu daya dikali lama pemakaian. Untuk mendapatkan satuan kWh, maka 12.510 Wh : 1.000 = 12,51 kWh.
- Maka biaya listrik dalam sehari adalah = 12,51 kWh x Rp 1.467,28 = Rp 18.355,67
- Jadi dalam 1 bulan, kira-kira tagihan listrik yang harus dibayar = Rp 18.355,67 x 30 hari : Rp 550.670,18
Mudah, bukan?
Tapi ingat, gambaran di atas merupakan gambaran sederhana. Pada praktiknya, penggunaan alat elektronik tidak akan selalu sama dan pas waktu penggunaannya, daya pada label alat adalah daya maksimal yang tidak selalu terpakai penuh, dan tagihan sebenarnya bisa ditambah pajak penerangan jalan (PPJ) sesuai daerah.
Tunggu dulu, bukankah batas daya listriknya 1.300 VA? Kok bisa pemakaiannya sampai 12.510 Wh???
Jangan keliru ya!
Batas daya 1.300 VA adalah batas total daya alat yang dinyalakan BERSAMAAN di satu waktu, sedangkan 12.510 Wh adalah jumlah energi yang dipakai selama sehari. Jadi, tidak masalah mau sebanyak apapun alat elektronik yang kalian punya, selama total daya yang menyala bersamaan tidak melebihi batas tersebut. Karena satuannya VA, daya nyata (watt) yang bisa dipakai bersamaan bisa sedikit di bawah 1.300 W, tergantung faktor daya (cos φ) peralatannya.
Kalau dalam 1 waktu, kalian menyalakan banyak alat elektronik dan besaran total watt-nya lebih dari batas yang kalian miliki, pembatas daya (MCB) di meteran akan memutus listrik sehingga terjadi “mati lampu” atau listrik njeglek.

Kesimpulannya : Benar bahwa lampu dan alat elektronik dengan Watt besar akan menaikkan tagihan listrik Anda!
Di masa pandemi ini, jangan heran kalau tagihan listrik kalian membengkak.
Bukan karena tarif dasar listrik naik secara tiba-tiba. Melainkan karena secara sadar ataupun tidak sadar, kita menggunakan lebih banyak alat elektronik dengan durasi lebih lama karena regulasi “stay at home”.
Cara Supaya Biaya Listrik Tidak Membengkak
Hati-hati ya dengan penggunaan barang-barang elektronik di rumah. Kalau kita tidak berhemat, tanpa disadari tagihan listrik bisa bengkak lho!
Tahukah kamu? Salah satu cara untuk menghemat tagihan listrik secara signifikan adalah dengan mengganti peralatan elektronik kamu dengan peralatan hemat energi!
Salah satu cara yang paling ampuh yaitu mengganti seluruh lampu di rumah kamu dengan lampu LED!
Dengan Lampu LED, pencahayaan di rumah kamu akan tetap terang, tapi dengan daya yang kecil. Lampu LED juga tidak mengandung merkuri, jauh lebih sedikit menghasilkan panas dibanding lampu pijar, serta awet!

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, mulai ganti lampu-lampu di rumahmu dengan lampu LED!
Daftar lampu LED murah dan berkualitas bagus bisa dilihat di katalog kami, atau tanyakan promosi terbaru ke admin S-Gala lewat WhatsApp.




