Cara Praktis Mengukur Kapasitor menggunakan Multimeter
Daftar isi (2 bagian)
Alat untuk mengukur kapasitor

Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang memiliki kemampuan untuk menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu singkat atau sementara.
Kapasitor disebut juga dengan istilah kondensator.
Kapasitor awal ditemukan sekitar tahun 1745–1746 dalam bentuk tabung Leyden (Leyden jar) oleh Ewald Georg von Kleist dan Pieter van Musschenbroek secara terpisah. Nama Michael Faraday, ilmuwan yang banyak meneliti listrik dan bahan dielektrik, diabadikan sebagai satuan kapasitas kapasitor, yaitu farad (F).
Komponen kapasitor terdiri dari dua lembaran atau kepingan penghantar listrik dengan isolator listrik berupa dielektrik yang memisahkan kedua kepingan tersebut.
Saat kapasitor dihubungkan ke sumber tegangan, kedua keping penghantar tersebut menyimpan muatan listrik yang sama besar namun berlainan jenis.
Satu keping atau lembaran bermuatan positif, sedangkan kepingan lainnya bermuatan negatif.
Secara keseluruhan sebenarnya kapasitor memiliki muatan yang netral.
Kapasitor dapat dibedakan dengan bahan dielektrik yang dipakai menjadi kapasitor berbahan mika, kapasitor keramik, kapasitor kertas, kapasitor udara dan kapasitor elektrolit.
Dilihat dari jenis kutubnya, kapasitor dibagi menjadi kapasitor polar (terkutub) dan kapasitor non polar (tidak terkutub).

Kapasitor biasanya digunakan pada rangkaian listrik sebagai penyimpan energi sementara, perata tegangan (filter) dan peredam lonjakan tegangan pada catu daya, serta penghubung sinyal AC sambil menahan arus DC (kopling).
Fungsi lain dari kapasitor adalah sebagai bagian rangkaian penala (tuning) bersama induktor untuk memilih frekuensi siaran pada pesawat radio.
Untuk mengukur nilai kapasitansi kapasitor ini, kita membutuhkan sebuah alat untuk mengukurnya yang disebut dengan kapasitansi meter (capacitance meter).
Kapasitansi meter ini merupakan alat ukur khusus yang dapat mengukur nilai kapasitas pada kapasitor.
Selain kapasitansi meter, ada juga alat ukur lain yang dapat mengukur kapasitor yaitu LCR meter dan multimeter.
LCR meter adalah salah satu alat untuk mengukur kapasitor dengan nilai yang kecil.
LCR meter sekilas mirip multimeter.
Namun LCR meter adalah alat khusus untuk mengukur komponen resistor (R), kapasitor (C) dan induktor (L).
Alat ukur LCR dapat mengukur kapasitor dengan kapasitas kecil lebih akurat.
Mengukur kapasitor menggunakan LCR meter bertujuan untuk mendapatkan nilai kapasitor yang sesungguhnya dari suatu komponen pada kapasitor.
Di artikel kali ini, kita akan secara khusus membahas mengenai cara mengukur sebuah kapasitor menggunakan multimeter.
Mengukur Kapasitor Menggunakan Multimeter

Multimeter merupakan sebuah alat ukur gabungan yang dapat mengukur tegangan listrik, arus listrik, hambatan listrik atau resistansi, dan mengukur berbagai komponen elektronika seperti diode, kapasitor, transistor dan resistor.
Multimeter sering disebut juga dengan alat VOM, singkatan dari Volt-Ohm-Milliammeter, yaitu alat ukur volt, ohm, dan miliampere.
Bisa dikatakan, multimeter adalah sebuah alat yang praktis yang dapat digunakan untuk mengukur kerusakan pada suatu alat listrik, salah satunya kapasitor.
Dengan menggunakan multimeter, tentunya kita tidak perlu membeli alat khusus untuk mengukur kapasitor saja.
Salah satu cara cek kapasitor berfungsi atau tidak adalah dengan menggunakan multimeter ini.
Namun multimeter sebagai alat ukur gabungan memiliki batasan khusus dalam mengukur setiap ukurannya termasuk batasan dalam mengukur kapasitansi sebuah kapasitor.
Kapasitor yang memiliki kapasitas besar terutama kapasitor elektrolit (ELCO) tidak semuanya dapat diukur nilainya oleh multimeter.
Oleh karena itu untuk mengetahui nilai ukur kapasitas kapasitor yang besar, lebih baik menggunakan capacitance meter.
Penting sebelum mengukur: lepaskan kapasitor dari rangkaian (atau minimal salah satu kakinya) dalam keadaan rangkaian tidak tersambung listrik, lalu kosongkan muatannya dengan menghubungkan kedua kakinya melalui resistor (misalnya 1–10 kΩ) selama beberapa detik, sambil memegang resistor dengan tang berisolasi. Kapasitor besar, terutama dari power supply 220 V, bisa menyimpan muatan yang berbahaya dan dapat merusak multimeter bila langsung diukur. Jangan mengosongkan dengan menghubung singkat memakai obeng, karena percikannya berbahaya dan dapat merusak kapasitor.
Multimeter sendiri ada 2 jenis, yaitu multimeter analog dan multimeter digital.
Mengukur kapasitor menggunakan Multimeter Analog

Multimeter yang biasa disebut juga dengan istilah VOM (volt-ohm-milliammeter) sering digunakan untuk mengukur kerusakan pada komponen kelistrikan, salah satunya adalah kapasitor.
Multimeter analog (biasa disebut juga multimeter jarum) merupakan sebuah alat pengukur besaran listrik yang memakai tampilan berupa jarum yang bergerak sesuai range tertentu yang dapat diukur dengan probe.
Pada multimeter analog, besar nilai ukur ditunjukkan oleh simpangan (defleksi) jarum penunjuk pada skala.
Multimeter jarum dapat digunakan juga untuk mengukur arus AC, DC dan dapat digunakan untuk mengukur resistor, kapasitor dan transistor.
Cara cek kapasitor dengan multimeter analog dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
- Siapkan multimeter analog dan kapasitor yang sudah dilepas dari rangkaian dan dikosongkan muatannya
- Putar selektor ke mode ohm (Ω). Pilih rentang sesuai kapasitas: untuk kapasitor kecil (orde nF) pakai rentang tinggi seperti ×10k, untuk elco besar (ratusan hingga ribuan µF) cukup ×1 atau ×10
- Tempelkan probe ke kedua kaki kapasitor. Kapasitor non-polar boleh bolak-balik. Untuk kapasitor polar (elco), perhatikan polaritas: pada multimeter analog mode ohm, probe hitam umumnya membawa kutub positif baterai internal, jadi probe hitam ke kaki positif (+) dan probe merah ke kaki negatif (−)
- Amati jarum: kapasitor yang baik membuat jarum menyimpang ke arah 0 Ω lalu perlahan kembali ke arah tak terhingga (∞). Makin besar kapasitasnya, makin jauh dan lama simpangannya
- Tanda kapasitor rusak: jarum tidak bergerak sama sekali (kapasitor putus atau kering; kecuali kapasitor bernilai sangat kecil yang memang sulit terdeteksi), jarum menunjuk 0 Ω dan diam (hubung singkat), atau jarum tidak kembali ke ∞ (bocor)
Cara ini hanya menunjukkan kapasitor bekerja atau tidak, bukan nilai kapasitasnya.
Mengukur kapasitor dengan Multimeter digital

Multimeter digital merupakan salah satu alat pengukur elektronik yang dapat menampilkan angka nilai dalam bentuk digital sampai dengan satuan desimal.
Angka akan muncul dan dapat dilihat pada tampilan LCD.
Multimeter digital ini dapat mengukur lebih akurat dibandingkan multimeter analog dan tentunya lebih maksimal.
Nilai yang keluar sampai dengan bilangan desimal membuat multimeter digital menghasilkan angka pasti yang lebih nyata dan mudah dipahami.
Mengukur kapasitor dengan multimeter digital juga lebih mudah dilakukan.
Langkah pertama kita harus mengatur kepala selektor pada tanda atau simbol kapasitor.
Kemudian hubungkan probe ke kaki kapasitor yang sudah dilepas dan dikosongkan (untuk elco: probe merah ke kaki +, probe hitam ke kaki −). Tunggu beberapa detik hingga angka stabil pada layar LCD multimeter.
Bandingkan angka yang terbaca (dalam nF atau µF) dengan nilai yang tertera di badan kapasitor. Kapasitor masih baik bila hasilnya berada dalam toleransi yang tertera, umumnya ±5% hingga ±20% (elco sering ±20%). Bila layar menampilkan "1" atau "OL", artinya nilainya di luar rentang ukur; pindah ke rentang lebih besar bila ada, atau gunakan capacitance meter.
Hasil yang jauh di bawah nilai label, terbaca 0 atau mendekati nol, atau hambatan yang sangat kecil saat dicek pada mode ohm menandakan kapasitor rusak (kering, putus, atau hubung singkat).
| Jenis multimeter | Langkah | Tanda baik | Tanda rusak |
|---|---|---|---|
| Analog (jarum) | Kosongkan kapasitor, mode ohm, rentang sesuai kapasitas, tempel probe (perhatikan polaritas elco) | Jarum menyimpang ke arah 0 Ω lalu kembali ke ∞ | Jarum diam (putus/kering), diam di 0 Ω (hubung singkat), tidak kembali ke ∞ (bocor) |
| Digital | Kosongkan kapasitor, selektor ke simbol kapasitor, tempel probe, tunggu angka stabil | Nilai (nF/µF) sesuai label dalam toleransi | Nilai jauh di bawah label atau mendekati nol; "1"/"OL" berarti di luar rentang, bukan otomatis rusak |
Kapasitor juga merupakan salah satu komponen penting di dalam lampu emergency. Kalian bisa mempelajari juga cara mengecek komponen lainnya di tautan berikut >> Mengecek Komponen Lampu Emergency
Sekian informasi mengenai cara praktis mengukur kapasitor dengan multimeter, semoga bermanfaat ya!
Jangan lupa untuk membaca artikel bermanfaat lainnya di S-gala.com!
Ada pertanyaan? Hubungi admin S-Gala lewat WhatsApp.



