Lumen & Lux – Dua Istilah “Kembar” yang Sering Disangka Sama, Padahal Berbeda
Topik: Watt & lumen lampu
Daftar isi (6 bagian)
- LUMEN
- Bagaimana cara untuk menentukan lampu yang tepat?
- Cara mengukur Lumen
- Lux
- Perbedaan Lux & Lumen
- Berapa Lux yang sebenarnya kita butuhkan?
- Menerapkan hitungan Lux dan Lumen dalam kehidupan sehari-hari
- Alat ukur Lux
- Lux VS Lumen
- Panduan membeli lampu yang tepat berdasarkan konsep Lux dan Lumen
- Mengkonversikan Watt Lampu dengan Lumen
- Contoh Pemilihan Lampu Berdasarkan Hitungan Watt, Lux, & Lumen
- Hitung luas ruangan yang digunakan
- Tentukan Lux yang diperlukan
- Konversikan Lux ke satuan Lumen
- Tentukan Watt lampu yang diperlukan
- Tentukan jenis lampu yang akan digunakan
- Tentukan posisi pemasangan lampunya
- Ukur dan cek kembali nilai lux di lapangan
- Manfaat Penerapan Lux & Lumen
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Produk terkait
Saat kalian membeli lampu, keterangan apa saja yang kalian baca?
Watt? Voltase? Frekuensi listriknya? Warna cahayanya (suhu warna, dalam kelvin/K)?
Selain 4 hal itu, ada 1 hal lagi yang perlu kalian perhatikan, yaitu : Lux & Lumen.
Apa maksudnya? Yuk kita bahas!

LUMEN
Lumen (lm) merupakan satuan pengukuran standar untuk jumlah cahaya total (fluks cahaya) yang dapat dihasilkan oleh sebuah sumber cahaya.
Sederhananya, lumen menunjukkan tingkat kecerahan pada sebuah sumber cahaya; misalnya lampu.
Semakin tinggi nilai Lumen sebuah lampu maka akan semakin terang cahaya yang dihasilkan lampu tersebut.

Lumen pada lampu yang digunakan sehari-hari, dapat disesuaikan dengan kegiatan dan kebutuhan akan cerahnya cahaya.
Namun perlu diingat, kebutuhan cahaya sebuah ruangan dinyatakan dalam lux (lumen yang jatuh per meter persegi), bukan dalam lumen. Contohnya ruang baca dianjurkan sekitar 400 lux dan dapur sekitar 300–400 lux; daftar lengkapnya ada di bagian Lux di bawah. Jumlah lumen lampu yang dibutuhkan baru bisa dihitung setelah luas ruangan diketahui, dengan rumus lumen = lux × luas.
Bagaimana cara untuk menentukan lampu yang tepat?
Jenis lampu dan watt dari lampu akan mempengaruhi tingkat kecerahan yang dihasilkan oleh lampu tersebut.
Berikut gambaran perbandingan dan kaitan antara jenis lampu dengan watt yang diperlukan untuk menghasilkan Lumen yang sama.

Dari tabel di atas, kita dapat menilai bahwa untuk jenis lampu yang sama, makin besar watt lampu yang digunakan maka Lumen yang dihasilkan akan semakin tinggi juga – alias lebih terang/cerah.
Selain itu, kita dapat melihat juga bahwa lampu LED merupakan lampu yang paling efisien, karena menghasilkan cahaya yang cerah walaupun dengan watt yang relatif kecil bila dibandingkan dengan bola lampu.
Dari data di atas, kita juga bisa memperoleh perkiraan Lumen per watt (efikasi) yang dihasilkan lampu berdasarkan tiap jenis lampu. Angka LED pada tabel tersebut sudah tergolong lama; lampu LED masa kini umumnya lebih efisien, jadi selalu lihat angka lumen yang tertera di kemasan.
Lumen per Watt dipengaruhi juga oleh kualitas material yang digunakan oleh sebuah lampu. Biasanya kualitas bahan baku lampu yang semakin baik akan menghasilkan kecerahan yang semakin baik juga.
Cara mengukur Lumen
Besaran nilai Lumen biasanya diukur oleh produsen lampu dengan menggunakan peralatan yang dinamakan Integrating Sphere for measuring Luminous Flux. Benda ini berbentuk bola besar untuk mengukur total fluks cahaya (lumen) yang dihasilkan oleh lampu ke segala arah.

Peralatan ini membutuhkan biaya dan sumber daya yang cukup besar untuk mengoperasikannya, sehingga biasanya hanya digunakan oleh perusahaan pembuat lampu.
Lux
Lux (lx) merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan (iluminansi), yaitu banyaknya cahaya yang jatuh pada permukaan benda.
Terdapat alat untuk mengukur lux yaitu lux meter.
Lux meter adalah alat untuk mengukur tingkat pencahayaan pada suatu permukaan, dalam satuan lux.
Secara matematis : 1 Lux = 1 Lumen / m².
Perbedaan Lux & Lumen
Jadi sederhananya, lumen adalah tingkat kecerahan yang dihasilkan oleh sumber cahaya. Sedangkan lux menunjukkan tingkat kecerahan yang diterima (terpapar) akibat adanya sumber cahaya.

Analoginya begini :
Di sebuah ruangan ada 1 lampu dan 1 meja.
Saat kalian mengukur tingkat kecerahan / terang cahaya yang dihasilkan oleh lampu, itu artinya kalian sedang mengukur lumen.
Sedangkan saat kalian mengukur tingkat kecerahan di meja yang terpapar oleh cahaya lampu, itu artinya kalian sedang mengukur lux.
Sederhana, bukan?
Berapa Lux yang sebenarnya kita butuhkan?
Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa panduan kebutuhan Lux pada ruangan yang biasa kita gunakan sehari-hari:
20 – 50 Lux
Tingkat pencahayaan ini biasa digunakan pada area publik pada malam hari, hanya digunakan sebagai bantuan penerangan saja.

100 Lux
Tingkat pencahayaan ini dibutuhkan dalam lift, tangga, koridor, ataupun toilet. Pekerjaan yang dilakukan biasanya sederhana dan cahaya digunakan sebagai penerangan ringan saja.
Gudang dan toko grosir besar juga biasanya sudah cukup menggunakan tingkat pencahayaan seperti ini.
Kurang baik untuk membaca buku dengan pencahayaan seperti ini, tapi sangat cukup untuk membantu untuk melihat arah kita berjalan tanpa risiko terjatuh atau terbentur benda.
150 Lux
Biasa digunakan untuk area kamar kecil, tidak terlalu terang tapi sudah cukup mendukung untuk melakukan pekerjaan yang sederhana juga.
200 Lux
Tingkat pencahayaan ini biasa kita temukan pada lobi hotel dan area makan pada kebanyakan restoran.

300 – 400 Lux
Bisa digunakan pada area dapur ataupun untuk merakit produk pada sebuah perusahaan, atau untuk penerangan pada sebuah ruangan pertemuan yang cukup luas.
500 Lux
Tingkat pencahayaan ini biasa digunakan pada area supermarket dan perkantoran, selain itu ruang baca untuk membaca dalam waktu lama juga bisa memakai pencahayaan secerah ini (ruang baca umumnya 400–500 lux).
Tingkat pencahayan ini diperlukan karena untuk mendukung penggunaan komputer, pengerjaan menggunakan mesin, dan pekerjaan yang berkaitan dengan pembacaan informasi dalam jangka waktu yang panjang.
Lebih dari 500 Lux
Tingkat pencahayaan ini diperlukan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan rumit yang membutuhkan detail yang cukup tinggi.

Semakin rumit dan semakin teliti pekerjaan yang dilakukan maka membutuhkan pencahayaan yang semakin tinggi; pekerjaan sangat detail bisa membutuhkan lebih dari 1.000 lux.
Yang perlu dijaga adalah silau: cahaya yang terlalu terang atau menyilaukan dalam waktu lama bisa membuat mata cepat lelah.
10.000 – 100.000 Lux
Merupakan pencahayaan yang diperoleh secara alami dari sinar matahari, berubah-ubah sesuai dengan kondisi cuaca yang sedang berlangsung.
Ringkasan panduan kebutuhan lux di atas:
| Tingkat pencahayaan | Contoh pemakaian |
|---|---|
| 20–50 lux | Area publik pada malam hari, penerangan bantu |
| 100 lux | Lift, tangga, koridor, toilet, gudang |
| 150 lux | Kamar kecil, pekerjaan sederhana |
| 200 lux | Lobi hotel, area makan restoran |
| 300–400 lux | Dapur, perakitan produk, ruang pertemuan |
| 400–500 lux | Ruang baca, perkantoran, supermarket |
| Lebih dari 500 lux | Pekerjaan rumit dan detail |
| 10.000–100.000 lux | Sinar matahari alami |
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Menerapkan hitungan Lux dan Lumen dalam kehidupan sehari-hari
Bayangkan kita berada di sebuah ruangan dengan:
- Luas 10 meter persegi (misal ruangan kecil berukuran 2 m x 5 m)
- Lampu yang kita gunakan menghasilkan 800 Lumen cahaya (misal lampu LED sekitar 8–12 W, tergantung efikasinya)
- Maka pada lantai atau benda akan diperoleh tingkat pencahayaan sekitar 800 lumen : 10 m² = 80 Lux.
Kemudian bayangkan apabila lampu yang sama digunakan pada ruangan kamar dengan luas 25 meter persegi, maka pada lantai kamar atau benda di kamar akan diperoleh tingkat pencahayaan sekitar 800 lumen : 25 m² = 32 Lux saja.
Jika kita lihat dari tabel di atas tadi, 800 lumen membutuhkan 60 watt dari lampu pijar.
Jadi hitungan lux ke watt nya jika 32 lux (800 lumen) maka membutuhkan 60 watt lampu pijar, atau sekitar 8–12 W lampu LED, untuk ruangan sebesar 25 meter persegi.
Dengan demikian dengan lampu yang sama maka kamar akan terasa lebih redup dibandingkan dengan ruangan kecil tadi.

Jadi penting untuk menghitung berapa lux yang kita perlukan sebagai panduan berapa lumen lampu yang kita butuhkan.
Lux juga sebenarnya dipengaruhi oleh jarak lampu dengan objek yang disinari oleh lampu tersebut. Semakin dekat maka akan semakin tinggi Lux, karena area yang disinari semakin kecil.
Tetapi dalam penerapan sehari-hari, sebagian besar lampu di rumah diletakkan di langit-langit rumah, sehingga kalian dapat memperkirakan secara kasar nilai Lux dari lampu yang digunakan dengan cara membagi Lumen yang dihasilkan oleh lampu dengan luas area yang disinari oleh lampu tersebut.
Ingat, hasil hitungan ini adalah perkiraan kasar. Dalam kenyataan, sebagian cahaya jatuh ke dinding dan langit-langit, terhalang kap lampu, dan berkurang karena lampu serta ruangan makin kotor. Lux yang terukur di lapangan biasanya lebih rendah dari hitungan, jadi siapkan lumen lebih banyak dari hasil rumus.
Alat ukur Lux
Lux bisa diukur dengan menggunakan Lux Meter. Caranya adalah dengan meletakkan Lux meter mendekati permukaan objek yang akan kita ukur tingkat kecerahannya.
Lux Meter cenderung mudah didapatkan, dengan harga yang cukup terjangkau.

Lux VS Lumen
Lux berbeda dengan Lumen. Lumen mengukur jumlah cahaya total (fluks cahaya) yang dipancarkan sumber cahaya, sedangkan Lux mengukur tingkat pencahayaan pada permukaan benda yang disinari (lumen per m²). Adapun intensitas cahaya ke satu arah tertentu dinyatakan dengan satuan lain, yaitu candela (cd).
Panduan membeli lampu yang tepat berdasarkan konsep Lux dan Lumen
Berdasarkan pembahasan sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa : alat ukur yang lebih murah dan mudah digunakan adalah Lux atau Light Meter.
Namun secara umum, informasi yang tertera pada lampu justru menggunakan Lumen.

Bagaimana cara kita mensinkronkan dua informasi tersebut?
Kedua jenis informasi ini dapat kita gunakan untuk menentukan lampu yang tepat.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan lampu berdasarkan konsep lux dan lumen:
- Mengetahui ukuran ruangan yang digunakan
- Menyesuaikan penggunaan ruangan dengan kebutuhan pencahayaan
- Mengenal Lumen dari lampu yang akan kita gunakan
- Konversikan lux dan lumen dengan metode perhitungan: Lux = Lumen : Luas atau Lumen = Lux x Luas (perkiraan kasar, tambahkan cadangan)
Mengkonversikan Watt Lampu dengan Lumen
Apabila produsen lampu tidak menyertakan informasi Lumen lampu, jangan bingung.

Kalian dapat memperkirakan nilai lumen dari total watt lampu dengan panduan Lumen per Watt yang ada di tabel di atas.
Gambarannya sebagai berikut:
- Bola lampu (lampu pijar) = Lumen/Watt-nya Max 20
- Lampu halogen = Lumen/Watt-nya Max 30
- Lampu Hemat Energi (CFL) = Lumen/Watt-nya Max 62 (kini sudah jarang dijual)
- Lampu LED = Lumen/Watt-nya umumnya sekitar 80–150, tergantung kualitas; lihat angka lumen di kemasan
Perhitungan yang dapat digunakan untuk menentukan total watt lampu adalah Lumen = Watt lampu x (Lumen/Watt lampu yang digunakan), atau sebaliknya Watt = Lumen : (Lumen/Watt).
Dari situ maka kita dapat menentukan berapa lumen yang dihasilkan oleh watt lampu.
Hal lain yang harus diperhatikan saat memasang lampu agar cahaya bisa tersebar secara maksimal adalah :
- Menyesuaikan peletakkan posisi lampu pada ruangan atau menyesuaikan posisi tempat kerja agar cahaya tidak terhalangi.
- Mengukur Lux pada beberapa objek yang ada di ruangan tersebut. Jika rata-rata lux nya sudah merata, maka peletakkan lampu sudah terbilang oke.

Contoh Pemilihan Lampu Berdasarkan Hitungan Watt, Lux, & Lumen
Sebagai gambaran, kita akan memasang lampu pada ruang baca dengan ukuran ruangan panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Maka langkah yang dapat kita lakukan:
Hitung luas ruangan yang digunakan
Luas = 4 m x 3 m = 12 m²
Tentukan Lux yang diperlukan
Ruangan yang digunakan sebagai ruang baca direkomendasikan memiliki pencahayaan sekitar 400–500 Lux. Contoh ini memakai 400 Lux.
Konversikan Lux ke satuan Lumen
Dengan metode yang dibahas sebelumnya dapat diperhitungkan bahwa Lumen lampu yang perlu kita peroleh yaitu:
Lumen = 400 x 12 = 4.800 Lumen
Angka ini adalah batas bawah kasar. Karena sebagian cahaya tidak sampai ke meja, siapkan lumen lebih banyak atau pilih lampu yang bisa ditambah jumlahnya, lalu cek ulang dengan lux meter.
Tentukan Watt lampu yang diperlukan
Perkiraan total Watt lampu yang dibutuhkan, dengan asumsi lampu yang digunakan berupa lampu LED dengan efikasi 100 lumen per watt:
Watt = 4.800 Lumen / 100 Lumen/Watt = 48 Watt
Tentukan jenis lampu yang akan digunakan
Berdasarkan perhitungan di atas dapat ditentukan lampu yang digunakan, alternatifnya:
- 1 buah lampu LED dengan daya 48 Watt, atau
- 4 buah lampu LED masing-masing memiliki daya 12 Watt, atau
- 6 buah lampu LED dengan masing-masing berdaya 8 Watt.

Tentukan posisi pemasangan lampunya
Apabila menggunakan hanya 1 lampu maka diletakkan pada posisi yang tidak terhalangi oleh benda lain sehingga dapat digunakan untuk membaca dengan lebih baik.
Bila menggunakan banyak lampu maka sebaiknya lampu disebar pada beberapa titik dalam ruangan untuk mengoptimalkan pencahayaan.
Ukur dan cek kembali nilai lux di lapangan
Apabila memiliki light meter maka dapat diukur kembali Lux yang diperoleh pada permukaan benda apakah telah memenuhi anjuran yang ada.
Manfaat Penerapan Lux & Lumen

Pemakaian lampu yang sesuai Lumen dan Lux dengan kebutuhan akan mengoptimalkan pelaksanaan berbagai kegiatan.
Jika kalian menggunakan lampu yang tidak sesuai alias cahayanya kurang atau justru terlalu terang, hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mata kalian.
Apabila terlalu gelap maka akan mengakibatkan risiko terjadinya kesalahan atau kecelakaan dalam berkegiatan, karena tidak terlihat jelas. Sedangkan ruangan yang terlalu terang bisa mengakibatkan sakit kepala, kelelahan, dan bahkan muncul stress, selain itu listrik yang digunakan juga menjadi berlebih.
Mari bijak dalam memilih lampu.
Kalian bisa mendapatkan lampu LED dengan berbagai spesifikasi lumen melalui katalog S-Gala, atau tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.




