Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Edukasi

Mengenal Lampu Merkuri, Lampu yang Menuai Banyak Pro & Kontra

Daftar isi (4 bagian)
  1. Apa itu Lampu Merkuri?
  2. Punya 2 Lapisan Tabung Kaca
  3. Kelebihan Lampu Merkuri
  4. Kekurangan Lampu Mercury
  5. Asal Mula Lampu Mercury
  6. Cara Kerja Mercury Lamp
  7. Jenis-jenis Lampu Gas Merkuri
  8. Lampu Fluorescent Merkuri / Blended Mercury Lamp
  9. Mercury Reflector Lamp
  10. Lampu Self-Ballasted Mercury
  11. Lampu Mercury Halide
  12. Produk terkait
Cover Lampu Merkuri

Seperti yang sudah kita tau, ada banyak sekali jenis lampu yang bisa kita gunakan sebagai sumber pencahayaan.

Mulai dari lampu bohlam / pijar, CFL, TL, sampai lampu LED.

Nah, tapi ternyata ada 1 lagi jenis lampu yang akan sangat menarik untuk kita bahas, yaitu lampu merkuri.

Apa itu Lampu Merkuri?

Sesuai dengan namanya, lampu merkuri adalah sebuah jenis lampu yang bisa menyala dengan menggunakan sumber tenaga dari senyawa merkuri.

lampu mercury

Lampu merkuri biasa digunakan untuk :

  1. Area pabrik
  2. Arena olahraga
  3. Pergudangan
  4. Lampu jalan

Dari peruntukannya dapat kita lihat bahwa lampu ini cocok untuk menerangi area yang luas. Kenapa ya tidak digunakan untuk lampu rumahan atau pertokoan?

S-gala.com punya jawabannya! Jadi baca artikel kali ini sampai selesai ya!

Punya 2 Lapisan Tabung Kaca

Senyawa merkuri ini memicu adanya lompatan elektron di dalam tabung kaca lampu sehingga menghasilkan cahaya dengan warna yang khas.

Sekilas cara kerjanya memang mirip dengan lampu fluorescent. Bedanya, pada lampu merkuri digunakan 2 tabung kaca sebagai casing lampunya; tidak seperti lampu fluorescent yang hanya terdiri dari 1 lapis tabung kaca.

lampu merkuri 2 lapisan
Tampak 2 lapisan kaca pada lampu mercury

Mengapa demikian?

Seperti yang kita tahu, senyawa merkuri sebenarnya bukan jenis zat yang ‘ramah’ bagi makhluk hidup. Ada efek samping berupa radiasi ultraviolet yang ikut dihasilkan bersamaan dengan cahaya itu sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah proteksi yang mampu mengurangi efek radiasi UV dari lampu merkuri ini agar aman digunakan.

Jadi diciptakanlah ‘baju’ atau cover tambahan di luar tabung kaca lampu pertama. Tabung kaca kedua ini terbuat dari kaca yang dilapis dengan fosfor.

Lapisan fosfor dinyatakan mampu menjadi insulasi thermal & menjaga agar radiasi UV tidak sampai menembus ke luar.

Selain itu, sebenarnya warna cahaya yang dihasilkan oleh lampu mercury adalah cahaya putih dengan nuansa biru kehijauan. Untuk menetralisir warna biru kehijauan ini, fosfor berperan dengan baik.

Kelebihan Lampu Merkuri

usia lampu merkuri

Meskipun sekilas mirip dengan lampu fluorescent, ternyata lampu merkuri ini lebih hemat energi lho! Selain itu, ada beberapa keunggulan lainnya, seperti :

  • Lumen yang dihasilkan adalah 35 – 65 lumens per watt.
  • Usia lampu mercury mencapai 24.000 jam!
  • Hasil cahayanya putih cerah

Kekurangan Lampu Mercury

Terkesan dingin dan kaku

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, lampu mercury pada dasarnya menghasilkan cahaya putih dengan nuansa biru kehijauan.

Meskipun lapisan fosfor di tabung kaca terluar bisa menetralisir warna biru kehijauan ini, tapi ternyata tetap tidak cocok digunakan sebagai penerangan rumahan atau toko lho!

Kenapa ya?

Coba kalian perhatikan, jika kalian pergi ke pertokoan biasanya pencahayaan yang digunakan adalah warna warm white.

Hal ini dikarenakan warna warm white sangat bagus jika terpapar ke kulit manusia. Kesannya cerah & hangat.

Begitu juga dengan ruangan di rumah. Biasanya orang akan cenderung memilih warna yang ‘hangat’ dibandingkan putih terang yang terkesan kaku & dingin.

warna warni lampu merkuri
Macam-macam hasil warna cahaya lampu merkuri yang pernah dibuat

Risiko radiasi UV

Selain itu, tetap ada risiko radiasi ultraviolet jika lapisan fosfor di tabung terluar terkelupas / tidak terlapisi dengan baik.

Jadi lampu mercury ini tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari apalagi untuk ruangan berukuran kecil dan berplafon rendah.

Asal Mula Lampu Mercury

Perjalanan lampu memang sangat panjang. Untuk lampu mercury sendiri, inovasinya sudah dimulai sejak tahun 1835 oleh Charles Wheatstone; dia menemukan bahwa senyawa merkuri bisa diuapkan & menghasilkan spektrum cahaya putih yang diikuti oleh sinar ultraviolet.

Penemuan tersebut terus dikembangkan oleh banyak ilmuwan, sampai akhirnya di tahun 1896 dipatenkanlah sebuah lampu mercury oleh Herbert John Dowsing & H.S. Keating di Inggris.

Namun saat itu, lampu mercury belum bisa diperjualbelikan secara luas karena efek samping yang dihasilkannya yaitu radiasi UV serta warna biru kehijauan yang masih mengikutinya.

Penjualan pertama lampu mercury dimulai di tahun 1901 oleh Peter Hewitt. Dia mampu mengembangkan mercury lamp dengan hasil warna cahaya yang jauh lebih baik. Semenjak itu juga lampu mercury mulai digunakan di area-area pabrik & industri.

Mau jual lampu di toko atau warung?

  • Harga grosir mulai Rp2.800/biji
  • Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
  • COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Lihat harga grosir Tanya admin di WhatsApp

Cara Kerja Mercury Lamp

Pada suhu ruangan, senyawa merkuri di dalam lampu ternyata berbentuk likuid atau cairan lho!

Di kondisi tersebut lampu tidak akan menghasilkan cahaya.

cairan merkuri

Cairan merkuri harus diuapkan & diionisasi menjadi gas agar dapat menghasilkan cahaya. Tapi, ternyata listrik yang mengalir dari sumber listrik tidak cukup panas untuk memicu si cairan merkuri supaya menjadi uap.

Lalu bagaimana caranya?

Dengan bantuan gas argon. Gas argon sangat mudah tersulut oleh panas. Jadi ketika sumber listrik dinyalakan, listrik yang mengalir akan memicu loncatan elektrik dan ionisasi gas argon pada elektroda.

Nah, gas argon dan panas yang dihasilkan ini akan menyebar di dalam tabung dan memicu elektroda utama. Panas tersebut juga mampu menguapkan gas merkuri sehingga muncullah cahaya yang dinantikan.

rangkaian listrik lampu merkuri
L = lampu merkuri, B = ballast, C = kapasitor

Lalu kalau prosesnya begitu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyalakan mercury lamp?

Ya, cukup lama memang, sekitar 5-7 menit. Diawali dengan nyala lampu berwarna biru tua yang lama kelamaan akan menjadi putih terang.

Jadi biasanya ruangan dengan lampu merkuri cahayanya akan jarang nyala-mati seperti di rumah.

Jenis-jenis Lampu Gas Merkuri

Ada 4 jenis mercury lamp, berikut penjelasannya.

Lampu Fluorescent Merkuri / Blended Mercury Lamp

lampu fluorescent mercury

Lampu mercury blended / lampu mercury fluorescent ini adalah lampu yang menggunakan 3 jenis senyawa untuk menghasilkan cahaya. Senyawa tersebut adalah :

  1. Merkuri
  2. Argon
  3. Fluorescent

Merkuri & argon berperan sebagai sumber pencahayaan di dalam tabung lampu dalam, dan fluorescent atau fosfor berperan untuk menyaring / menetralisir radiasi UV dari lapisan tabung kaca ke-2.

Lampu ini merupakan yang paling umum & banyak digunakan di area pabrik, gudang, & lampu jalan.

Cara kerja & rangkaiannya juga sama seperti lampu fluorescent pada umumnya.

Mercury Reflector Lamp

mercury reflector lamp

Lampu yang satu ini sebenarnya sama saja dengan mercury fluorescent lamp. Yang membedakan adalah penambahan fitur reflektor yang bertujuan untuk memfokuskan sebaran cahaya ke arah bawah dengan sudut tertentu.

Biasanya digunakan di area pabrik dan pergudangan yang memiliki plafon / langit-langit setinggi 10-20 meter.

Usia lampu tipe mercury reflector ini berkisar antara 12.000– 16.000 jam nyala.

Lampu Self-Ballasted Mercury

mercury self ballasted lamp

Sesuai dengan namanya, ini adalah mercury lamp satu-satunya yang tidak butuh ballast!

Lampu ini terdiri dari gabungan antara senyawa merkuri dan juga filamen tungsten yang biasa digunakan pada bohlam / lampu pijar. Filamen tungsten inilah yang akan memicu proses penguapan & ionisasi merkuri.

Jadi tinggal sambungkan langsung ke sumber listrik dan lampu akan menyala tanpa bantuan ballast.

Lampu self-ballasted mercury ini memiliki efisiensi energi yang tidak berbeda jauh dengan lampu pijar/bohlam, tapi kelebihannya adalah umur lampunya yang lebih panjang daripada bohlam.

Waktu yang diperlukan untuk menyalakan lampu self-ballasted mercury ini tidak terlalu lama. Selain itu warna yang dihasilkan juga lebih hangat dibandingkan jenis mercury lamp lainnya.

Lampu Mercury Halide

Mercury Halide Lamp

Konsep kerja lampu mercury halide ini sama dengan lampu merkuri fluorescent biasa.

Yang membedakan adalah kebutuhan energi listrik saat awal penyalaan lampu ini lebih besar dibandingkan dengan lampu merkuri jenis lainnya.

Lalu apa kelebihan / keunggulannya?

Lampu mercury halide mampu menghasilkan 89-90 lumens per watt! Jauh di atas mercury lamp lainnya yang hanya 35 – 65 lumens per watt.

Cahaya yang dihasilkan memiliki tingkat CRI (color rendering index) yang lebih baik dibandingkan jenis mercury lamp lainnya.

Karena CRI-nya tinggi maka lampu ini sering digunakan untuk kebutuhan komersial seperti pameran.

Nah, sekian pembahasan S-gala.com kali ini mengenai lampu merkuri.

Jangan lupa untuk selalu update artikel-artikel menarik dan bermanfaat lainnya hanya di blogpost s-gala.com ya!

Jika kalian membutuhkan lampu jenis merkuri atau lampu lainnya, serta berbagai macam alat listrik dengan harga bersahabat tapi kualitas baik; hubungi segera CS kami ya!

Untuk yang baru mulai jualan lampu, belanja di S-Gala cukup dari Rp50 ribu, dan harga reseller berlaku begitu total belanja lampu LED mencapai Rp300 ribu. Kalau toko Anda sudah rutin jualan, S-Gala juga bisa membuatkan lampu dengan merek Anda sendiri. Lihat harga grosir lampu LED atau tanya admin di WhatsApp 0812-2276-8892.

Produk terkait

Lihat semua Lampu LED

Baca juga