Mengetahui Golongan Tarif Listrik Rumah
Daftar isi (1 bagian)
Kamu sudah tahu bahwa biaya tarif dasar listrik per kwh (tdl listrik) setiap rumah itu berbeda?
Kalau sudah, kira-kira apa yang membedakan biaya tarif listrik tersebut ya?
Golongan tarif listrik
Tarif dasar listrik per kwh (tdl listrik) yang dikenakan pada konsumen telah diatur oleh peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau yang biasa kita sebut juga dengan menteri ESDM.
Penetapan tarif listrik ini berbeda berdasarkan golongan tarif.
Penyesuaian tarif (tariff adjustment) untuk golongan nonsubsidi ditetapkan pemerintah setiap tiga bulan (per triwulan); hasilnya bisa tetap, naik, atau turun.
Penyesuaian tarif dasar listrik tersebut dilakukan setelah melalui kajian berdasarkan nilai tukar US $ atau dollar Amerika Serikat terhadap rupiah, ICP atau harga minyak mentah dan inflasi.
PLN dan kementrian ESDM membuat penyesuaian tarif tenaga listrik berdasarkan hasil dari pertimbangan faktor-faktor tersebut.
Penyesuaian berdasarkan faktor tersebut bertujuan untuk:
- Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam menyediakan tenaga listrik
- Peningkatan kualitas pelayanan
- Rasio elektrifikasi meningkat
- Mendorong subsidi listrik agar tepat sasaran

Daftar Golongan Tarif Listrik
Tarif per kWh berubah mengikuti penetapan pemerintah, sehingga angka rupiahnya tidak kami cantumkan di sini agar tidak basi. Cek tarif terbaru di aplikasi PLN Mobile atau pengumuman penyesuaian tarif Kementerian ESDM. Yang tetap berguna adalah memahami pembagian golongannya:
| Golongan | Batas daya | Keterangan |
|---|---|---|
| R-1/TR | 450 VA | Rumah tangga kecil, bersubsidi |
| R-1/TR | 900 VA | Bersubsidi bagi rumah tangga yang terdata berhak subsidi |
| R-1M/TR | 900 VA | Rumah tangga mampu, nonsubsidi |
| R-1/TR | 1.300 VA dan 2.200 VA | Rumah tangga, nonsubsidi |
| R-2/TR | 3.500 – 5.500 VA | Rumah tangga menengah, nonsubsidi |
| R-3/TR | 6.600 VA ke atas | Rumah tangga besar, nonsubsidi |
| B-1, B-2, B-3 | Bertingkat menurut daya | Bisnis kecil, menengah, dan besar |
| I-1 sampai I-4 | Bertingkat menurut daya | Industri |
| P-1, P-2, P-3 | Bertingkat menurut daya | Kantor pemerintah dan penerangan jalan umum |
Huruf R adalah golongan rumah tangga: R-1 rumah tangga kecil, R-2 rumah tangga menengah, dan R-3 rumah tangga besar. Pembagiannya berdasarkan daya, bukan tegangan; semuanya tersambung pada tegangan rendah (kode TR). Kode TM berarti tegangan menengah dan TT tegangan tinggi.
Subsidi hanya berlaku untuk sebagian pelanggan daya 450 VA dan 900 VA; golongan lainnya nonsubsidi.
Sedangkan simbol B merupakan tarif listrik yang dikenakan untuk pelanggan bisnis.
Simbol I merupakan tarif listrik yang dikenakan untuk industri dan simbol P untuk kantor pemerintah serta fasilitas publik seperti lampu penerangan jalan umum.
Cara cek daya listrik untuk menentukan golongan tarif listrik
Seperti yang dapat kita baca diatas, perbedaan biaya tersebut dibagi berdasarkan golongan pemakaian listrik dan batasan daya listrik.
Setiap rumah atau bangunan sudah diberikan daya listrik standard oleh PLN, mulai dari 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA, bahkan bisa lebih (biasa untuk usaha atau industri).
Tarif per kWh golongan berdaya lebih besar umumnya sama atau lebih tinggi daripada golongan bersubsidi, dan tagihan total tetap ditentukan oleh jumlah kWh yang dipakai.
Faktor lain yang menentukan adalah jumlah alat listrik dan besaran watt dari alat yang digunakan.
Jika daya listrik pada rumahmu tidak besar (rendah) maka tentunya kita harus menyesuaikan penggunaan alat listrik dengan kapasitas daya yang dimiliki.
Lalu bagaimana cara cek daya listrik yang kita dapatkan dirumah.

Salah satu cara yang dapat dengan mudah dilakukan adalah dengan mengecek meteran rumah.
Setiap meteran listrik memiliki kode-kode tertentu, contohnya saja kode CL.
Jika kita perhatikan meteran listrik di rumah, biasanya terdapat kode CL pada meteran tersebut.
Kode CL (current limiter) menunjukkan batas arus pembatas pada meteran dalam ampere. Dari batas arus itu bisa diketahui daya langganan:
1. CL 2 (2 A) : 450 VA
2. CL 4 (4 A) : 900 VA
3. CL 6 (6 A) : 1.300 VA
4. CL 10 (10 A) : 2.200 VA
5. CL 16 (16 A) : 3.500 VA
Satuan VA (volt ampere) menyatakan daya semu, yaitu hasil kali tegangan dan arus; 1 kVA = 1.000 VA.
Daya listrik juga bisa dihitung manual berdasarkan angka yang tertera setelah kode CL.
Misalnya CL 4. Angka 4 (ampere) dikalikan dengan tegangan listrik rumah, yaitu 220 V.
Sehingga 4 A × 220 V = 880 VA, lalu dibulatkan ke daya langganan terdekat, yaitu 900 VA. Pada meteran yang memakai MCB, cara hitungnya sama: rating ampere MCB dikalikan 220 V.
Kalian juga bisa mempelajari bagaimana caranya menghitung biaya listrik & memilih watt lampu yang tepat di tautan berikut >> Watt
Sekian informasi mengenai golongan biaya listrik, semoga bermanfaat ya!
Ingin menghemat listrik dengan lampu LED? Tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



