Pengaruh Adaptor Beda Voltase, Berbahaya atau Tidak?
Topik: Volt, watt & ampere
Daftar isi (2 bagian)
Pengertian Adaptor

Adaptor merupakan sebuah rangkaian yang berfungsi sebagai pengubah tegangan AC yang relatif tinggi menjadi tegangan DC yang rendah.
Adaptor bisa menjadi pengganti sumber tegangan DC seperti aki dan baterai.
Bedanya, aki dan baterai suatu saat habis dan harus diisi atau diganti, sedangkan adaptor bisa dipakai terus selama ada aliran listrik dari stop kontak.
Adaptor juga sering digunakan sebagai alat catu daya seperti amplifier, pesawat televisi mini, radio dan perangkat elektronik lainnya.
Secara umum, adaptor bisa dikatakan sebagai rangkaian elektronik yang berguna sebagai pengubah tegangan AC (arus bolak-balik) yang tinggi menjadi tegangan DC (arus satu arah) yang lebih rendah.
Listrik yang berasal dari PLN (perusahaan listrik negara) merupakan listrik berbentuk arus bolak-balik atau disebut juga arus AC.
PLN mendistribusikan arus listrik untuk penggunaan di rumah-rumah, kantor, mall, dan bangunan lainnya menggunakan arus AC.
Sedangkan, sebagian besar peralatan elektronik yang kita gunakan bekerja dengan arus DC atau arus searah bertegangan rendah.
Oleh sebab itu maka kita membutuhkan sebuah alat atau rangkaian elektronik yang dapat mengubah arus dari arus bolak balik (arus AC) menjadi arus searah (arus DC).

Serta alat yang menyediakan tegangan dengan besaran tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan perangkat elektronik untuk beroperasi.
Tentunya setiap produk elektronik memiliki besaran tegangan masing-masing untuk dapat beroperasi.
Rangkaian alat tersebut merupakan adaptor atau yang biasa disebut juga dengan istilah DC power supply.
Rangkaian adaptor biasanya ada yang dipasangkan atau sudah dirakit jadi satu dengan peralatan elektroniknya, namun ada pula yang dirakit secara terpisah seperti pada laptop.
Sebagian adaptor terpisah bersifat universal, yaitu mempunyai tegangan output yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Contohnya dengan pilihan tegangan output 3 V, 4,5 V, 6 V, 9 V, atau 12 V.
Ada pula adaptor yang hanya menyediakan besaran tegangan tertentu dan memang ditujukan untuk produk elektronik tertentu seperti pada adaptor monitor computer dan adaptor laptop.

Pemakaian Adaptor Beda Voltase
Pemakaian adaptor dengan voltase listrik yang berbeda atau tidak sesuai dengan kebutuhan tegangan yang dibutuhkan oleh perangkat elektronik akan merusak produk elektronik yang kalian miliki.
Gunakanlah adaptor yang sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan sebuah perangkat.
Untuk ampere, adaptor boleh punya kemampuan arus yang sama atau lebih besar dari kebutuhan perangkat, tetapi jangan lebih kecil.
Sebagian perangkat punya rentang tegangan masuk yang cukup lebar sehingga selisih kecil tidak terlalu bermasalah, tetapi rentang itu harus dicek di label atau buku manualnya, bukan ditebak.
Jika tegangan adaptor berada di luar rentang yang diizinkan perangkat, perangkat bisa tidak bekerja normal atau cepat rusak.
Suatu alat listrik hanya dapat bekerja jika terdapat arus listrik yang mengalir di dalamnya.
Besar arus listrik yang masuk ke dalam perangkat dipengaruhi oleh tegangan dari sumber listrik, entah itu baterai atau adaptor, dan oleh rangkaian di dalam alat tersebut.
Pada beban sederhana yang tahanannya relatif tetap, makin tinggi tegangan, makin besar arus yang masuk. Banyak perangkat elektronik memang punya regulator tegangan di dalamnya, tetapi regulator itu pun punya batas tegangan masuk; bila dilewati, regulator atau komponen lain bisa panas dan rusak.

Bolehkah menggunakan adaptor beda voltase?
Jadi, apakah boleh menggunakan adaptor yang memiliki voltase yang berbeda dari yang dibutuhkan perangkat?
Jawabannya adalah tidak. Jangan menggunakan adaptor dengan tegangan yang berbeda, apalagi melebihi tegangan yang dibutuhkan sebuah perangkat.
Karena hal ini bisa membuat arus listrik yang masuk besar dan melebihi kapasitas perangkat, dan tentunya akan membuat perangkat elektronik milik kalian rusak.
Sebaliknya, adaptor dengan voltase lebih rendah juga tidak dianjurkan: perangkat bisa tidak menyala, mati-hidup, atau bekerja tidak normal.
Gunakanlah adaptor dengan tegangan yang pas sesuai dengan yang dibutuhkan, dan pastikan jenis keluarannya sama (DC atau AC; sebagian kecil adaptor mengeluarkan AC).
Untuk ampere, adaptor dengan kemampuan arus yang lebih tinggi dari kebutuhan perangkat tetap aman dipakai, misalnya adaptor 12 V 2 A untuk alat 12 V 1 A.
Ampere atau arus yang terdapat pada adaptor hanya menyatakan kesanggupan maksimal adaptor, sehingga jika perangkat tidak menggunakan arus yang banyak, berarti adaptor aman digunakan karena sebenarnya adaptor tersebut mampu menyediakan arus yang lebih tinggi. Perangkat hanya menarik arus sesuai kebutuhannya.
Yang tidak boleh adalah adaptor dengan ampere lebih kecil dari kebutuhan perangkat: adaptor akan bekerja di atas kemampuannya, menjadi panas, tegangannya turun, dan bisa rusak.
Perhatikan juga polaritas colokan DC. Simbol di label adaptor dan perangkat menunjukkan apakah pin tengah colokan positif (center positive) atau negatif (center negative). Polaritas yang terbalik bisa langsung merusak perangkat walaupun voltasenya sama. Pastikan pula ukuran colokannya pas, tidak longgar.
| Kondisi adaptor dibanding kebutuhan perangkat | Akibat |
|---|---|
| Voltase sama, ampere sama atau lebih besar | Aman, ini pilihan yang benar |
| Voltase sama, ampere lebih kecil | Adaptor panas, tegangan turun, perangkat tidak stabil; adaptor bisa rusak |
| Voltase lebih tinggi | Arus atau tegangan berlebih; perangkat bisa panas dan rusak |
| Voltase lebih rendah | Perangkat tidak menyala, mati-hidup, atau bekerja tidak normal |
| Polaritas colokan terbalik | Perangkat bisa langsung rusak |
| Jenis keluaran berbeda (AC untuk perangkat DC) | Perangkat tidak bekerja atau rusak |
Sekian informasi mengenai penggunaan adaptor beda voltase atau adaptor dengan tegangan yang berbeda, semoga bermanfaat ya!
Jangan lupa untuk membaca artikel bermanfaat lainnya di blog S-Gala!
Ada pertanyaan soal adaptor atau perlengkapan listrik lain? Tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



