Mengenal Berbagai Macam Jenis Saklar Mekanis atau Saklar Manual
Topik: Saklar listrik
Daftar isi (2 bagian)
Pada artikel kali ini, kita akan mengenal berbagai macam varian saklar.
Sebelumnya sudah dibahas apa itu saklar, bagian-bagian yang ada di dalam saklar, cara memasangkan kabel ke saklar dan lain-lainnya.
Saklar sendiri merupakan salah satu komponen elektronika yang sering kita temui dan gunakan di rumah dan bangunan lainnya.
Kebanyakan saklar digunakan untuk menyalakan lampu yang akan terhubung secara otomatis dengan aliran listrik jika kita menyalakannya.
Secara umum fungsi saklar adalah untuk memutus dan menghubungkan aliran listrik.
Oleh karena itu pasti ada tombol ON dan OFF di setiap saklar.
Artikel kali ini khusus untuk membahas jenis macam saklar.
Mungkin bagi kita yang awam dengan dunia perlistrikan hanya mengenal dan familiar adalah saklar yang ada di rumah seperti pada gambar di bawah ini.

Namun pada kenyataannya ternyata banyak sekali jenis-jenis saklar yang perlu kita ketahui.
Secara garis besar, saklar dibagi menjadi 2 jenis, yaitu saklar mekanis dan saklar elektronik.
Perbedaan kedua jenis saklar tersebut adalah untuk jenis saklar mekanis harus diaktifkan secara fisik misalnya dengan menekan, digerakkan, melepaskan, atau menyentuh kontaknya (harus ada pergerakan atau sentuhan secara fisik).
Sedangkan untuk jenis saklar elektronik tidak perlu menggunakan kontak fisik apapun.
Saklar elektronik memakai komponen semikonduktor seperti transistor, MOSFET, atau triac untuk menghubungkan dan memutus arus tanpa kontak yang bergerak. Adapun relay dan kontaktor bekerja dengan kumparan (coil) magnet yang menarik kontak mekanis, sehingga sering disebut saklar elektromekanis.
Pertama mari kita bahas mengenai saklar mekanis.
Saklar mekanis ini dikelompokan menjadi beberapa golongan, yaitu :
- Macam-macam saklar mekanis berdasarkan cara geraknya
- Macam-macam saklar mekanis berdasarkan jumlah kontak hubungnya
- Macam-macam saklar mekanis berdasarkan tipe instalasinya
- Macam-macam saklar mekanis berdasarkan letak penempatannya
Macam-macam Saklar Mekanis
Saklar Mekanis berdasarkan cara geraknya
Pada saklar terdapat 2 titik kontak hubung yaitu 1 kontak hubung yang posisinya diam sebagai penghubung langsung kepada penghantar listrik (kabel) dan 1 lagi yang bergerak menjauh atau mendekat pada 1 titik yang diam.
Nah, dalam cara terhubungnya kontak hubung yang diam dan bergerak, tipe saklar mekanis memiliki beberapa metode, yaitu :
Toggle Switch (Saklar Toggle)

Toggle switch digerakkan secara manual dengan cara didorong ke atas atau ke bawah dan menggunakan gagang mekanis, tuas, atau mekanisme goyang.
Pada umumnya toggle switch banyak digunakan sebagai sakelar control untuk lampu.
Seperti yang dapat kita lihat di gambar, ada tulisan SPST, SPDT, DPDT, itu merupakan pembagian saklar berdasarkan jumlah kontak hubungnya.
Hal itu akan kita bahas di sub-bab berikutnya.
Toggle switch tersedia untuk arus kecil sampai arus yang lebih besar (misalnya sampai 10 A). Rating arus dan tegangannya biasanya tertera pada bodi saklar dan tidak boleh dilampaui.
Toggle switch ini tersedia dalam berbagai tingkatan, ukuran dan model serta banyak digunakan untuk berbagai jenis aplikasi dalam rangkaian listrik.
Posisi ON tidak selalu sama: di sebagian negara (misalnya Amerika Serikat) tuas ke atas berarti ON, sedangkan di negara lain (misalnya Inggris) tuas ke bawah berarti ON. Lihat tanda I/O atau ON/OFF pada saklar.
Saklar Tombol Dorong / Push Button Switch

Saklar tombol dorong atau bisa juga disebut dengan push botton merupakan jenis saklar yang menghubung dan memutuskan arus ketika ada dorongan, dan berhenti bekerja apabila saklar kehilangan daya dorongan tersebut.
Jadi selama tombol tersebut ditekan maka saklar akan menyala, namun bila tekanan tersebut hilang atau berhenti maka saklar akan kembali ke keadaan OFF.
Itu adalah push button jenis NO (normally open). Ada juga jenis NC (normally closed) yang kebalikannya: kontak tersambung dalam keadaan biasa dan terputus saat tombol ditekan, misalnya untuk tombol STOP pada panel motor.
Bila dilihat dari gambar di atas, maka saklar push button ini terdiri dari kontak stasioner diam dan bergerak.
Dimana kontak stasioner diam terhubung dengan kabel aliran listrik yang dipasang secara seri, sedangkan stationer yang bergerak berhubungan dengan tombol dorongnya.
Saklar Pemilih / Selector Switch

Saklar pemilih atau selector switch atau biasa familiar juga dengan sebutan rotary switch merupakan jenis saklar yang dioperasikan dengan cara memilih kontak hubung yang ingin di fungsikan.
Pada umumnya dengan cara diputar ke titik yang kita inginkan.
Saklar putar ini terdiri dari satu atau lebih kontak bergerak (kenop) dan lebih dari satu kontak stasioner.
Pengawatannya sedikit lebih rumit karena ada banyak kontak keluaran.
Contoh penggunaan selector switch ini bisa di lihat pada alat ukur listrik seperti multitester / AVO meter.
Bisa juga kita temukan di dalam kipas angin ataupun blender.
Pressure Switch

Saklar pressure ini lebih banyak digunakan dalam aplikasi industri untuk merasakan adanya tekanan sistem hidrolik dan perangkat pneumatik. Contoh yang dekat dengan kita adalah otomatis pompa air, yang menyalakan pompa saat tekanan air turun dan mematikannya saat tekanan sudah cukup.
Bergantung pada kisaran tekanan yang ingin dideteksi, elemen penggerak pressure switch bisa berupa diafragma (untuk tekanan rendah), bellow logam, atau piston (untuk tekanan tinggi).
Untuk mengenal saklar ini, maka dapat kita lihat dari simbolnya, saklar ini terdiri atas setengah lingkaran yang terhubung ke garis di mana bagian datar menunjukkan diafragma.
Dan posisi kemiringannya menunjukan tekanannya.
Temperature Switch

Suatu elemen yang efektif untuk mengukur suatu suhu atau panas yang paling umum adalah bimetal strip yang bekerja berdasarkan prinsip ekspansi termal.
Bimetalik strip ini dibuat dari dua logam yang berbeda (yang memiliki laju ekspansi termal yang berbeda) dan terikat satu sama lain.
Kontak saklar dioperasikan ketika suhu menyebabkan strip bimetalik ini menekuk atau melengkung.
Metode lain yang bisa kita gunakan untuk mengoperasikan sakelar suhu ini adalah dengan menggunakan tabung gelas berisikan cairan merkuri, ketika ujung tabung (bulb) dipanaskan, merkuri di dalamnya akan mengembang dan kemudian menghasilkan tekanan untuk mengoperasikan kontak saklar ini.
Joystick switch

Pasti kita sering melihat saklar yang berbentuk seperti ini terutama pada stick PS, atau permainan yang ada di dalam Timezone.
Sakelar Joystick adalah suatu perangkat kontrol yang digerakkan secara manual oleh kita dimana digunakan pada umumnya dalam peralatan kontrol portable.
Saklar ini terdiri dari tuas yang bergerak bebas lebih dari satu sumbu gerak.
Sakelar joystick ini sangat cocok untuk gerakan menurunkan, menaikkan dan memicu gerakan ke kiri dan kanan seperti yang biasa kita lakukan pada saat main PS.
Selain dipakai dalam pembuatan stick PS, mainan di Timezone, biasannya digunakan untuk membangun mesin, kontrol kabel dan crane.
Saklar berdasarkan jumlah kontak hubungnya
Kontak hubung pada sebuah saklar mekanis dibedakan menjadi dua, yaitu ada yang disebut dengan Pole dan Throw.
Apa itu pole dan throw?
“Pole” merupakan kondisi yang memperlihatkan banyaknya kontak saklar pada saklar atau bisa dilihat titik tengah atau barisan tengah pada gambar di bawah ini.
“Throw” merupakan kondisi yang memperlihatkan jumlah kondisi yang akan terjadi atau bila kita perhatikan gambar di bawah ini, throw adalah posisi titik-titik yang berada selain di barisan tengah.

Single Pole single Throw (SPST)

SPST merupakan jenis saklar yang hanya memiliki satu kontak penghubung untuk satu kondisi.
Contoh saklar spst yang bisa kita temukan seperti gambar di atas dan untuk penerapannya bisa kita lihat saklar tunggal di rumah yang dimana 1 saklar hanya untuk menyalakan 1 lampu.
Single Pole Double Throw (SPDT)

Saklar SPDT merupakan jenis saklar yang memiliki satu kontak penghubung dengan dua kondisi yang ingin kita aktifkan atau fungsikan.
Saklar ini memiliki tiga terminal: satu terminal bersama (common) dan dua terminal keluaran. Terminal common selalu terhubung ke salah satu dari dua keluaran, tergantung posisi tuasnya.
Contoh penerapannya adalah saklar tukar (saklar hotel) di rumah, yang memungkinkan satu lampu dinyalakan dan dimatikan dari dua tempat, misalnya di bawah dan di atas tangga.
Rangkaian listriknya dapat kita lihat seperti pada gambar.
Double Pole Single Throw (DPST)

DPST merupakan jenis saklar yang memiliki dua kontak hubung pada satu kondisi yang kita inginkan.
Saklar DPST punya empat terminal dan bekerja seperti dua saklar SPST yang digerakkan bersamaan oleh satu tuas, misalnya untuk memutus fasa dan netral sekaligus.
4. Double Pole Double Throw (DPDT)

DPDT merupakan jenis saklar yang memiliki dua kontak hubung untuk dua kondisi yang kita harapkan.
Three Pole Double Throw (TPDT)

TPDT merupakan jenis saklar yang memiliki 3 kontak hubung untuk dua kondisi.
Saklar 3 kutub seperti ini banyak dipakai pada instalasi 3 fasa, misalnya saklar pemindah (changeover) antara listrik PLN dan genset untuk ketiga fasa sekaligus.
Single Pole 6 Throw (SP6T)

SP6T ini seperti pada rotary switch yang sudah kita bahas sebelumnya.
Dimana hanya ada 1 kontak hubung dan 4/6 kondisi.
Seperti pada saklar kipas angin atau blender.
Saklar berdasarkan tipe instalasinya
Dalam menginstalasi sebuah saklar ada 3 jenis umum intalasi saklar dan setiap saklar yang digunakan pada instalasi tertentu akan berbeda-beda.
Saklar Instalasi Tenaga
Saklar yang digunakan untuk instalasi ini menggunakan saklar yang berukuran besar.
Contohnya saklar Push Button, TPDT dan lainnya
Saklar Instalasi Rumah
Pada umumnya saklar ini bersifat diam dan menempel pada tembok rumah dan biasanya hanya berfungsi untuk memutus dan mematikan aliran listrik pada lampu.
Contohnya saklar tunggal, saklar ganda dan saklar tukar.
Saklar Instalasi Elektronik
Saklar yang digunakan untuk instalasi ini memiliki bentuk, karakteristik dan jenis yang hampir sama degan instalasi tenaga, namun ukuran yang dipakai lebih kecil.
Contohnya limit switch, selektor switch, temperatur swicth dan lain-lain.
Saklar berdasarkan letak penempatannya

Secara penempatan, cara pasang saklar lampu rumah dibagi menjadi 2 yaitu saklar inbow dan saklar outbow.
Apa perbedaannya?
Saklar Inbow adalah cara pasang saklar lampu rumah yang kabelnya ditanam di dalam tembok dan saklarnya tidak terlalu menonjol, semetara saklar outbow adalah saklar yang dipasang berada di luar tembok.
Istilah inbow dan outbow berasal dari bahasa Belanda inbouw (tanam) dan opbouw (tempel). Keduanya adalah jenis saklar instalasi di dalam rumah.
Saklar rumah selalu dipasang pada kabel fasa, bukan netral, agar lampu tidak bertegangan saat saklar OFF. Matikan MCB sebelum memasang atau mengganti saklar.
Saklar rumah sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
Saklar Tunggal
Saklar tunggal yaitu saklar yang memiliki hanya 1 kontak hubung misalnya saklar yang biasa kita digunakan di dalam rumah.
Saklar Seri (ganda)
Saklar ganda (seri) adalah saklar yang memiliki 2 kontak hubung dan dapat bekerja secara bersamaan atau satu persatu misalnya saklar yang ada biasanya ada di perumahan.
Saklar tukar
Saklar tukar (saklar hotel) adalah saklar SPDT dengan 3 terminal: satu terminal common dan dua terminal penghubung. Sepasang saklar tukar dipakai untuk menyalakan dan mematikan satu lampu dari dua tempat berbeda.
Diatas merupakan jenis-jenis dan macam-macam saklar mekanis atau manual menurut klasifikasinya.
Sekian informasi mengenai berbagai macam jenis saklar mekanis, semoga bermanfaat ya!
Jangan lupa untuk membaca artikel bermanfaat lainnya di S-gala.com!
Butuh saklar untuk instalasi rumah? Tanyakan ketersediaannya ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



