Berbagai Macam Varian Stop Kontak
Topik: Stop kontak & colokan
Daftar isi (1 bagian)
Siapa yang di sini tidak tahu apa itu stop kontak?
Stop kontak (soket listrik) adalah perangkat instalasi listrik tempat steker alat listrik dicolokkan untuk mendapatkan aliran listrik. Stop kontak bukan alat pengaman; pemutus arus saat terjadi korsleting atau beban lebih adalah MCB atau sekering. Listrik rumah juga merupakan arus bolak-balik, jadi tidak punya kutub positif dan negatif, melainkan fasa, netral, dan ground.
Dengan kata lain, stop kontak adalah material instalasi listrik yang berperan sebagai pusat penghubung antara arus listrik dengan peralatan elektronik.
Stop kontak ini merupakan salah satu perangkat listrik yang banyak digunakan pada instalasi listrik di rumah, gedung, perkantoran, fasilitas publik, dan lainnya.
Di Indonesia, stop kontak umumnya dibedakan menjadi dua:
- Stop kontak kecil.
- Stop kontak besar.
Stop kontak kecil adalah stop kontak yang memiliki dua kanal atau lubang yang berperan sebagai penyalur listrik dengan daya rendah ke alat elektonik melalui steker yang sejenis.
Sedangkan stop kontak besar merupakan stop kontak yang memiliki dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempengan logam pada sisi bawah dan atas kanal AC.
Lempengan logam ini berfungsi sebagai ground. Stop kontak besar biasanya digunakan pada alat elektronik berdaya lebih besar. Stop kontak ber-ground ini wajib dipakai untuk alat berbodi logam dan alat yang stekernya punya kontak ground, dan klip ground-nya harus tersambung ke kabel hijau-kuning sistem pembumian rumah.
Varian Stop Kontak

Tahukah kamu ternyata stop kontak juga memiliki varian yang beragam?
Jika yang umum digunakan di Indonesia adalah stop kontak 2 lobang, ternyata ada bentuk-bentuk lain yang digunakan di luar negeri loh!
Untuk kalian yang memiliki hobi travelling tentunya hal ini bukan hal baru lagi bukan?
Varian Stop Kontak – A

Stop kontak tipe A ini memiliki colokan berbentuk dua lempengan yang berdekatan sebagai konektornya.
Stop kontak tipe A merupakan stop kontak dengan standar 2 cabang paralel yang datar.
Biasanya dipakai di negara bertegangan 100–127 volt, seperti Amerika Serikat dan Jepang.
Tipe B

Varian Stop kontak dengan tipe B ini memiliki bentuk berupa dua lempengan pipih sejajar sebagai konektornya ditambah satu pin ground bulat (berbentuk huruf U) di bawahnya.
Tipe B juga umumnya dipakai di negara bertegangan 100–127 volt, misalnya Amerika Serikat dan Kanada.
Tipe C

Stop kontak dengan tipe C ini memiliki dua kaki koneksi yang berbentuk bulat atau silindris yang dikenal dengan sebutan Europlug.
Steker tipe C memiliki dua pin bulat berdiameter sekitar 4 mm dan panjang 19 mm, dengan jarak antar pin sekitar 18,6 mm di pangkal dan 17,5 mm di ujung.
Di Indonesia dipakai tipe C dan tipe F. Steker tipe C (tanpa ground) bisa dicolokkan ke stop kontak tipe F.
Tipe D

Stop kontak dengan tipe D berupa 3 koneksi yang memiliki bentuk bulat yang membentuk segitiga.
Stop kontak D ini memiliki kekuatan 5 ampere dengan tegangan antara 220 volt sampai dengan 230 volt.
Tipe E

Tipe E memakai dua pin bulat berdiameter 4,8 mm, sedangkan ground-nya berupa pin yang menonjol dari stop kontak dan masuk ke lubang pada steker.
Tipe ini banyak dipakai di Perancis, Belgia, Polandia, dan Republik Ceko.
Tipe F

Tipe F ini mirip dengan stop kontak dengan tipe C.
Stop kontak tipe F ini biasa disebut juga dengan sebutan “Schuko Steker” atau “Schutz Kontakt”.
Tipe F dipakai di banyak negara Eropa seperti Jerman dan Belanda, juga di Indonesia dan Korea Selatan.
Tipe F memakai dua pin bulat berdiameter 4,8 mm, dengan ground berupa dua klip logam di sisi atas dan bawah. Inilah stop kontak arde yang umum di rumah-rumah di Indonesia.
Biasa digunakan pada tegangan berkisar 220 volt sampai dengan 240 volt.
Tipe G

Stop kontak G ini memiliki bentuk persegi panjang yang membentuk segitiga sama kaki.
Tipe G punya tiga pin pipih: pin fasa dan netral berukuran sekitar 6,35 x 4 mm dengan panjang 17,7 mm, serta pin ground yang lebih besar dan lebih panjang. Steker tipe G biasanya berisi sekering. Tipe ini dipakai antara lain di Inggris, Malaysia, dan Singapura.
Biasanya digunakan pada tegangan 220 volt, 230 volt dan 240 volt.
Tipe H

Stop kontak tipe H ini merupakan stop kontak yang hanya digunakan di Israel dan Palestina.
Stop kontak ini memiliki bentuk berupa 3 garpu bulat yang membentuk segitiga dengan ukuran panjang 19 mm.
Tipe I

Stop kontak tipe I ini memiliki dua koneksi yang berbentuk V terbalik dengan kemiringan berkisar 30 derajat dan memiliki pin di tengahnya sebagai grounding.
Tipe I ini merupakan stop kontak yang umum digunakan pada negara Argentina, Australia, China, Fiji, Myanmar, New Zealand dan Uruguay.
Tipe J

Stop kontak satu ini sekilas mirip tipe C, tetapi memiliki 3 pin bulat.
Pin ground-nya sedikit bergeser dari garis pin fasa dan netral, sehingga ketiga pin membentuk segitiga yang sangat tumpul.
Dua buah pin yang sejajar berfungsi sebagai pin 1 fasa dan netral sedangkan satu pin ditengahnya berfungsi sebagai grounding.
Stop kontak tipe J terutama digunakan di Swiss dan Liechtenstein.
Tipe K

Tipe K adalah standar Denmark. Bentuknya mirip tipe C/F dengan dua pin bulat, tetapi ground-nya berupa pin setengah bulat di bawah kedua pin tersebut.
Tipe K dipakai di Denmark dan Greenland.
Tipe L

Tipe L memiliki bentuk seperti tiga garpu bulat yang ditempatkan dalam satu garis lurus.
Tipe L ini banyak digunakan di negara Chili, Kuba, Maldives, Uruguay, Etiopia, Italia dan San Marino.
Selain itu ada juga beberapa negara lain yang menggunakan tipe ini yaitu Canary Island, Libya, Suriah dan lainnya.
Tipe M

Stop kontak tipe M memiliki bentuk yang hampir sama seperti stop kontak tipe D.
Sama-sama memiliki tiga garpu konektor berbentuk bulat yang membentuk segitiga.
Lalu apa bedanya? Ukuran pin tipe M lebih besar karena dirancang untuk arus hingga 15 ampere. Tipe M dipakai antara lain di Afrika Selatan dan India untuk peralatan berdaya besar.
Tipe N

Tipe N memiliki tiga pin bulat dalam susunan segitiga kecil. Ada dua varian: 10 ampere dengan pin berdiameter 4 mm dan 20 ampere dengan pin berdiameter 4,8 mm, keduanya sepanjang 19 mm.
Tipe N ini banyak digunakan di negara Brasil dan Afrika Selatan.
Tipe O

Stop kontak yang satu ini memiliki 3 pin bulat: 2 pin untuk fasa dan netral serta 1 pin ground.
Stop kontak dengan tipe O ini hanya di gunakan di Thailand saja.
Selain varian yang terdapat di atas, terdapat pula stop kontak portabel yang dilengkapi dengan terminal dimana stop kontak sudah dilengkapi dengan panjang kabel tertentu yang dapat dibawa kemanapun.
Bila memakai adaptor colokan saat bepergian, ingat bahwa adaptor hanya mengubah bentuk colokan, bukan tegangan. Alat yang hanya mendukung 110–120 V tidak boleh dicolokkan langsung ke listrik 220–230 V tanpa trafo penurun tegangan; cek rentang tegangan (misalnya 100–240 V) pada label alat atau charger.
Sekian informasi mengenai berbagai macam varian stop kontak, semoga bermanfaat ya!
Jangan lupa untuk membaca artikel bermanfaat lainnya mengenai Saklar dan Stop kontak hanya di S-gala.com!
Butuh stop kontak atau perlengkapan instalasi listrik? Tanyakan ketersediaannya ke admin S-Gala lewat WhatsApp.



