Apa itu Penangkal Petir?
Daftar isi (2 bagian)
Penangkal petir adalah perangkat sederhana berupa batang berbentuk tombak dari bahan logam yang runcing dan kabel.
Ada 3 bagian komponen utama perangkat ini, yaitu splitzen atau batang penangkal, kawat konduktor, dan grounding atau tempat pembumian.
Rangkaian ini adalah jalur bagi arus listrik dari petir untuk diteruskan langsung ke permukaan bumi. Tak heran jika penangkal petir sering ditemukan pada gedung pencakar langit karena bangunan bertingkat tinggi relatif dekat jaraknya dengan langit sehingga sangat rentan terhadap sambaran petir.
Cara Kerja Penangkal Petir
Saat awan petir terbentuk, bagian bawah awan umumnya bermuatan negatif. Muatan ini menginduksi muatan positif di permukaan tanah dan di benda-benda tinggi, termasuk ujung penangkal petir yang runcing.
Ketika beda muatan sudah cukup besar, terjadilah sambaran. Penangkal petir menjadi titik sambar yang dikehendaki, lalu arus petir yang sangat besar dialirkan lewat kabel penghantar turun (down conductor) ke sistem pembumian dan disebar ke dalam tanah, sehingga tidak mengalir melalui struktur bangunan.
Dengan begitu bangunan lebih terlindung dari kerusakan akibat sambaran. Tapi tidak menutup kemungkinan sisi bangunan lain tetap tersambar, makanya bangunan besar biasanya dilengkapi beberapa titik penangkal dan pengaman petir tambahan, misalnya pengaman surja (surge arrester) di panel listrik.
Tipe Penangkal Petir
1. Penangkal Petir Konvensional

Perangkat sederhana yang lazimnya hanya menunggu datangnya petir untuk menyambar ujung penangkal. Prinsip kerjanya menangkap petir secara pasif. Berbentuk seperti tiang dan membutuhkan kabel konduktor.
Karena bersifat pasif, bangunan dengan area yang luas kerap menggunakan beberapa penangkal sekaligus pada puncak atapnya.
Bisa dipasang dan diaplikasikan di mana saja. Lebih ideal untuk bangunan dengan area sempit, seperti rumah tinggal.
2. Penangkal Petir Elektrostatis

Menggunakan sistem E.S.E. (Early Streamer Emission) yang lebih aktif dalam menangkap petir. Perangkat ini memiliki satu elemen tambahan, yaitu head terminal yang berisi muatan listrik statis pada bagian ujung finial (splitzen).
Menurut pabrikannya, head ini memancarkan streamer (lidah muatan) lebih awal daripada ujung penangkal biasa, sehingga diklaim mampu "menjemput" sambaran petir lebih dulu dan melindungi area yang lebih luas. Klaim ini masih diperdebatkan: standar internasional IEC 62305 tidak mengakui keunggulan perlindungan sistem ESE dibanding penangkal konvensional.
Alat dipasang tinggi untuk melindungi area yang lebih luas. Penangkal elektrostatis tetap membutuhkan kabel penghantar turun dan sistem pembumian seperti penangkal konvensional; tanpa keduanya, arus petir tidak punya jalur aman ke tanah. Semakin tinggi head terminal dipasang, maka semakin luas jangkauan area yang dapat dilindungi. Bisa dipasang dan diaplikasikan di mana saja.
Lebih ideal untuk bangunan dengan area luas, seperti rumah bertingkat, gedung pencakar langit, kawasan industri, dan perkebunan, karena pabrikan mengklaim radius perlindungannya sekitar 50–150 m, tergantung tipe dan tinggi pemasangannya.
3. Penangkal Petir Radioaktif

Penangkal petir tipe radioaktif ini dilarang berdasarkan kesepakatan internasional terhadap pemakaian zat radioaktif yang dapat menganggu makhluk hidup dan menimbulkan bencana dari zat yang digunakan.
Penangkal jenis ini memakai bahan radioaktif di ujungnya untuk mengionisasi udara di sekitarnya, dengan anggapan petir lebih mudah ditangkap.
Zat yang dipakai misalnya Radium-226 dan Americium-241. Keunggulannya tidak terbukti, sementara bahan radioaktifnya berbahaya, sehingga jenis ini tidak boleh dipakai lagi. Penangkal radioaktif lama harus ditangani pihak berwenang (di Indonesia: BAPETEN), bukan dibongkar atau dibuang sendiri.
Kesimpulan
Dibanding tipe elektrostatis, penangkal konvensional lebih sederhana. Meski begitu, pemasangan penangkal petir sebaiknya dikerjakan atau diawasi instalatir yang berpengalaman, karena posisi batang, jalur kabel, dan nilai tahanan pembumian harus dirancang dan diukur dengan benar. Penangkal petir yang dipasang asal-asalan justru bisa membahayakan, karena menarik sambaran tanpa jalur aman ke tanah.
Gambaran urutan pemasangannya secara umum:
- Siapkan sistem grounding terlebih dulu, dengan melihat tata letak serta struktur tanah yang dimiliki. Tanam ground rod, biasanya sampai mencapai lapisan tanah lembap atau air tanah, lalu ukur tahanan pembumiannya dengan earth tester. Bila belum memenuhi syarat, tambah kedalaman atau jumlah ground rod.
- Buat jalur petir dengan kabel konduktor yang menghubungkan splitzen dan grounding. Hindari kabel berlekuk tajam atau membentuk sudut runcing agar tidak terjadi loncatan muatan listrik saat terjadi petir.
- Tentukan posisi splitzen di bagian tertinggi dari bangunan, yaitu atap.
- Periksa semua sambungan, dan ukur ulang tahanan pembumian secara berkala, misalnya setiap tahun dan sesudah terjadi sambaran.
Peringatan keselamatan: jangan memasang atau memeriksa penangkal petir saat cuaca mendung atau hujan petir, dan selalu gunakan pengaman kerja di ketinggian.
Indonesia termasuk wilayah dengan jumlah hari guruh (hari terjadinya petir) yang tinggi, apalagi saat musim hujan. Saat cuaca memburuk, petir sering menjadi penyebab bencana.
Jangan remehkan bahaya tersambar petir yang dapat membahayakan penghuni rumah. Sambaran petir bisa merusak bangunan, memicu kebakaran, dan merusak peralatan elektronik.
Jangan lupa juga untuk mematikan alat elektronik saat hujan yang disertai petir ya!
Jika Anda tinggal di rumah yang sangat tinggi, dikelilingi pohon yang lebih tinggi dari rumah Anda yang berjarak kurang dari sekitar 3 meter (10 kaki) dari bangunan, atau tinggal di daerah dengan sambaran petir yang tinggi maka amat disarankan untuk memasang penangkal petir.
Sekian informasi terkait penangkal petir kali ini, jangan lewatkan berbagai artikel menarik lainnya hanya di blogpost s-gala.com.
Untuk Anda yang ingin menjual lampu, S-Gala menyediakan harga ecer, reseller, dan grosir. Harga reseller berlaku mulai total belanja lampu LED Rp300 ribu, grosir mulai Rp1 juta, dan watt maupun merek boleh dicampur. Pembayaran COD tersedia untuk Jawa & Bali. Selengkapnya di cara mulai jualan lampu atau lewat WhatsApp admin 0812-2276-8892.



