Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Alat Listrik

Berbagai Jenis Baterai Cas / Baterai Sekunder

Topik: Ukuran & jenis baterai

Daftar isi (1 bagian)
  1. Jenis-jenis Baterai Cas
  2. 1. Baterai nikel-kadmium (NiCd)
  3. 2. Baterai litium-ion (Li-Ion)
  4. 3. Baterai asam-timbal
  5. 4. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)
  6. Pertanyaan yang sering diajukan
  7. Tanya admin
Charge Baterai

Setelah membahas mengenai baterai primer maka sekarang kita akan membahas mengenai baterai sekunder. Baterai sekunder adalah jenis baterai yang dapat di isi ulang atau Rechargeable Battery alias baterai cas.

Pada prinsipnya, cara Baterai Cas menghasilkan arus listrik adalah sama dengan Baterai Primer. Hanya saja, Reaksi Kimia pada Baterai Cas ini dapat berbalik (Reversible).

Pada saat baterai digunakan dengan menghubungkan beban pada terminal baterai (discharge), elektron akan mengalir dari negatif ke positif. Sedangkan pada saat sumber energi luar (charger) dihubungkan ke baterai cas, elektron akan mengalir dari positif ke negatif sehingga terjadi pengisian muatan pada baterai.

Jenis-jenis Baterai Cas

Jenis-jenis baterai yang tergolong dalam kategori baterai sekunder / baterai cas / baterai isi ulang diantaranya adalah:

1. Baterai nikel-kadmium (NiCd)

Baterai NiCd

Baterai NiCd adalah baterai cas yang katodanya terbuat dari logam nikel, sedangkan anodanya terbuat dari kadmium yang digulung berlapis dengan lapisan pemisah di antara keduanya. Baterai NiCd mengeluarkan lebih banyak daya dari baterai alkalin dan dapat diisi ulang sebanyak 1000 kali.

Baterai Ni-Cd memiliki kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas dan siklus daya tahan yang lama. Di sisi lain, Baterai Ni-Cd akan kehilangan muatan sendiri (self-discharge) sekitar 20% per bulan saat tidak digunakan.

Baterai Ni-Cd mengandung kadmium, logam berat beracun yang bersifat karsinogenik, sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup bila dibuang sembarangan.

Saat ini, penggunaan baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium) dalam perangkat portabel konsumen telah dibatasi ketat di Uni Eropa melalui “Directive 2006/66/EC” atau “Battery Directive” beserta perubahannya; baterai portabel berkadmium hanya diizinkan untuk keperluan khusus seperti sistem darurat dan alat medis.

2. Baterai litium-ion (Li-Ion)

Baterai li-ion

Baterai Cas Li-Ion adalah baterai yang paling sering digunakan dalam alat elektronik portable seperti ponsel pintar dan juga laptop. Hal ini dikarenakan baterai Li-Ion bisa :

  1. Menghasilkan listrik dalam jumlah besar
  2. Tegangan yang konstan
  3. Hemat daya
  4. Juga jauh lebih ringan dibanding jenis baterai sekunder lainnya

Satu sel Li-ion bertegangan nominal 3,6–3,7 V dan sekitar 4,2 V saat terisi penuh. Li-ion wajib diisi dengan charger atau modul charger khusus Li-ion yang berproteksi (membatasi tegangan isi, mencegah pengosongan berlebih, dan memutus saat arus berlebih), karena pengisian berlebih atau hubung singkat bisa membuat baterai panas, menggembung, bahkan terbakar.

Baterai Li-Ion memiliki daya tahan siklus yang tinggi dan juga lebih ringan sekitar 30% serta menyediakan kapasitas yang lebih tinggi sekitar 30% jika dibandingkan dengan Baterai Ni-MH.

Self-discharge Li-ion rendah, hanya sekitar 2–5% per bulan.

Baterai Li-Ion lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung zat berbahaya Cadmium.

Sama seperti Baterai Ni-MH (Nickel- Metal Hydride), Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Baterai Li-Ion tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.

3. Baterai asam-timbal

Baterai lead acid

Baterai asam timbal atau aki merupakan jenis baterai isi ulang pertama yang ditemukan oleh fisikawan Prancis Gaston Planté pada tahun 1859.

Energi yang disimpan baterai asam timbal per kilogram tergolong kecil (berat untuk kapasitasnya), tetapi baterai ini sanggup mengeluarkan arus sangat besar dalam waktu singkat. Karena sifat ini, baterai ini digunakan pada kendaraan bermotor untuk menyediakan arus tinggi saat menyalakan mesin.

Karena baterai jenis ini lebih murah dibanding dengan baterai yang berteknologi lebih baru, baterai asam timbal banyak digunakan. Baterai asam timbal digunakan sebagai sumber listrik cadangan pada tower BTS, rumah sakit, dan pembangkit listrik skala kecil.

Untuk keperluan ini, baterai asam timbal dimodifikasi agar mampu lebih lama menyimpan energi dan mengurangi ongkos pemeliharaan.

4. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

baterai Ni-MH

Baterai cas Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) memiliki keunggulan yang hampir sama dengan Ni-Cd, tetapi baterai Ni-MH mempunyai kapasitas 30% lebih tinggi dibandingkan dengan Baterai Ni-Cd serta tidak memiliki zat berbahaya Cadmium yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Baterai Ni-MH dapat diisi ulang hingga ratusan kali sehingga dapat menghemat biaya dalam pembelian baterai. Baterai Ni-MH biasa memiliki self-discharge sekitar 30% setiap bulan jika tidak digunakan; tipe low self-discharge jauh lebih kecil.

Saat ini Baterai Ni-MH banyak digunakan dalam Kamera dan Radio Komunikasi. Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Baterai Ni-MH tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.

Kalau kalian butuh berbagai jenis dan ukuran baterai, jangan ragu untuk segera beli di S-gala.com ya!

Barang lengkap, harga bersaing dan cocok sekali untuk dijual kembali.

Untuk Anda yang ingin menjual lampu, S-Gala menyediakan harga ecer, reseller, dan grosir sesuai total belanja, dan watt maupun merek boleh dicampur. Pembayaran COD tersedia untuk Jawa & Bali. Selengkapnya di cara mulai jualan lampu atau tanya admin S-Gala lewat WhatsApp.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu baterai sekunder?
Baterai yang reaksi kimianya bisa dibalik (reversible), sehingga dapat diisi ulang dengan charger. Disebut juga baterai cas atau rechargeable battery.
Apa saja jenis baterai cas?
Yang umum adalah nikel-kadmium (NiCd), litium-ion (Li-ion), asam-timbal atau aki, dan nikel-metal hidrida (Ni-MH).
Berapa tegangan baterai Li-ion?
Satu sel Li-ion bertegangan nominal 3,6–3,7 V dan sekitar 4,2 V saat penuh. Pengisiannya wajib memakai charger khusus Li-ion yang berproteksi.
Baterai cas mana yang paling cepat kehilangan muatan saat disimpan?
Ni-MH biasa dan NiCd, sekitar 20–30% per bulan. Li-ion hanya kehilangan sekitar 2–5% per bulan.
Kenapa baterai NiCd mulai dibatasi?
Karena mengandung kadmium yang beracun. Uni Eropa membatasi penggunaannya pada perangkat portabel dan hanya mengizinkannya untuk keperluan khusus.

Tanya admin di WhatsApp

Mau tanya soal alat listrik atau isi artikel ini? Admin S-Gala bantu jawab lewat WhatsApp.

Tanya admin di WhatsApp

Baca juga