Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Panduan Usaha

Peluang Bisnis Online Tanpa Modal

Daftar isi (3 bagian)
  1. Perbedaan Reseller & Dropshipper
  2. 1. Sistem Kerja Berbeda
  3. 2. Tipe Pelayanan
  4. 3. Strategi & Metode Pemasaran
  5. 4. Ketersediaan Stok Barang
  6. 5. Jumlah Modal yang Digunakan
  7. 6. Jumlah Keuntungan yang Didapat
  8. 7. Tingkat Risiko Bisnis
  9. Jadi Lebih Baik Menjadi Reseller atau Dropshipper?
  10. Peluang Bisnis Online Tanpa Modal
  11. Tanya admin
Cover Peluang Bisnis Online Tanpa Modal

Apakah kalian pernah mendengar istilah dropship?

Ya, seiring berkembangnya dunia bisnis online, maka muncul berbagai metode dan cara jualan online yang bisa dipilih.

Mulai dari menjadi produsen, reseller, dan dropshipper.

Kalau menjadi produsen tentu sudah jelas ya, kita sendiri yang memproduksi barangnya & menjualnya langsung ke konsumen.

Nah, kalau reseller & dropshipper, apa sih bedanya?

Mana yang lebih menguntungkan?

Dan apakah benar menjadi dropshipper artinya kita bisa berjualan tanpa modal?

Yuk kita kenali lebih jauh apa itu dropship & bedanya dengan resell.

Perbedaan Reseller & Dropshipper

Reseller dan dropshipper

Resell & dropship memang sering tertukar dan bikin keliru. Karena pada dasarnya, resell & dropship sama-sama kegiatan menjual produk orang lain.

Secara sederhana, reselling & dropshipping sama-sama kegiatan “menjual kembali” produk orang lain.

Perbedaan mendasar antara reseller & dropshipper adalah sebagai berikut :

Seorang reseller membeli barang di harga tertentu & menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Maka selisih harga tersebut-lah yang menjadi keuntungan bagi reseller. Sedangkan seorang dropshipper adalah pihak ke-3 yang bekerjasama dengan pemilik produk untuk memasarkan produk tersebut.

Secara rinci, berikut adalah perbedaan antara reseller & dropshipper.

1. Sistem Kerja Berbeda

Sistem kerja reseller
Mekanisme kerja reseller

Perbedaan pertama terletak pada sistem kerjanya.

Seorang reseller memiliki sistem kerja yang mirip dengan toko offline.

Reseller harus memiliki stok barang sebelum menjualnya ke konsumen.

Lalu bagaimana sistem dropshipper bekerja?

Seorang dropshipper lebih fokus pada marketing/pemasaran produk. Ketika ada pesanan, maka seorang dropshipper lalu harus memproses pesanan tersebut ke pemilik produk.

2. Tipe Pelayanan

Mekanisme kerja dropshipper
Sistem kerja dropshipper

Perbedaan kedua antara reseller & dropshipper terletak pada bagaimana mereka melayani konsumen.

Seorang reseller memberikan pelayanan penjualan langsung ke konsumen. Mereka akan langsung mengemas & mengirim produk sesuai pesanan konsumen.

Sedangkan seorang dropshipper melayani konsumen secara tidak langsung. Apa maksudnya?

Ketika ada pesanan, maka dropshipper akan menyampaikan pesanan tersebut ke pemilik produk/produsen, dan produsen-lah yang akan mengemas serta mengirimkan barang pesanan ke konsumen atas nama sang dropshipper.

3. Strategi & Metode Pemasaran

Pemasaran digital

Perbedaan ketiga antara reseller & dropshipper terletak pada strategi dan metode pemasarannya.

Biasanya, reseller melakukan pemasaran langsung ke konsumen & menawarkan produk yang dijualnya.

Sedangkan seorang dropshipper biasanya menggunakan pemasaran lewat sosial media. Mereka membuat konten-konten menarik yang bisa menarik minat konsumen agar mau memesan.

4. Ketersediaan Stok Barang

Reseller harus punya stok barang

Selanjutnya, perbedaan antara reseller & dropshipper terletak pada ketersediaan stok barang.

Bagi para reseller, stok barang wajib ada untuk mendukung penjualan. Bahkan biasanya mereka membeli stok barang dalam jumlah cukup banyak agar mendapatkan harga yang bisa bersaing.

Sedangkan bagi para dropshipper, ketersediaan stok bukanlah hal yang diperlukan.

Karena dropshipper hanya fokus pada kegiatan pemasaran saja. Sedangkan stok barang akan ditanggung sepenuhnya di pihak produsen / pemilik produk.

5. Jumlah Modal yang Digunakan

jadi dropshipper apakah butuh modal

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi modal yang digunakan.

Seorang reseller tentu akan menggunakan lebih banyak modal terutama dari segi penyediaan produk.

Sedangkan dropshipper cenderung menggunakan modal dalam jumlah sedikit; bahkan inilah peluang bisnis online tanpa modal!

6. Jumlah Keuntungan yang Didapat

profit jadi dropshipper

Perbedaan lain yang cukup signifikan adalah dari segi keuntungan / profit yang didapatkan.

Biasanya seorang reseller bisa mendapatkan profit yang lebih tinggi karena mereka memiliki produk dengan harga modal barang yang lebih murah.

Jadi kalau dilihat dari segi keuntungan semata, tentu menjadi seorang reseller bisa jauh lebih menguntungkan.

7. Tingkat Risiko Bisnis

jadi reseller punya risiko lebih besar

Sedangkan kalau kita tinjau dari segi risikonya, tentu menjadi seorang reseller memiliki risiko bisnis / risiko rugi yang lebih besar.

Kembali hal tersebut dikarenakan seorang reseller memiliki stok barang. Kalau sampai tidak terjual, maka akan menjadi stok mati & uang tidak berputar.

Menjadi seorang dropshipper bisa dibilang bisnis tanpa risiko juga!

Modal kemampuan membuat konten & marketing, maka biarpun tidak terjadi penjualan maka dropshipper tidak akan rugi secara material.

Jadi Lebih Baik Menjadi Reseller atau Dropshipper?

Tentu pilihan kembali ke kondisi kita masing-masing.

Jika kalian memiliki modal lebih & merupakan seorang yang risk taker, maka ada baiknya kalian memberanikan diri menjadi seorang reseller.

Tapi jika kalian punya keterbatasan modal; tapi memiliki niat besar untuk berbisnis; maka dropshipper bisa jadi pilihan yang tepat untukmu.

Mau jual lampu di toko atau warung?

  • Harga grosir mulai Rp2.800/biji
  • Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
  • COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Lihat harga grosir Tanya admin di WhatsApp

Peluang Bisnis Online Tanpa Modal

Setelah tahu perbedaan antara reseller & dropshipper, kini kita tahu bahwa menjadi dropshipper memang betul bisa menjadi peluang bisnis online tanpa modal!

Kalau kalian ingin mencoba jadi reseller lampu dengan stok sendiri, modalnya juga bisa kecil. S-Gala, supplier grosir lampu LED dari Bandung, melayani belanja mulai Rp50 ribu; harga reseller berlaku mulai total belanja Rp300 ribu dan harga grosir mulai Rp1 juta, boleh campur watt dan merek.

Simak cara mulai jualan lampu atau tanya admin di WhatsApp 0812-2276-8892.

Tanya admin di WhatsApp

Mau tanya soal panduan usaha atau isi artikel ini? Admin S-Gala bantu jawab lewat WhatsApp.

Tanya admin di WhatsApp

Baca juga