Kesetrum Listrik? Lakukan Segera Hal Ini!
Daftar isi (3 bagian)
- Apa yang Terjadi Ketika Seseorang Tersengat Listrik?
- Penyebab tersengat listrik
- Akibat kesetrum
- Langkah pertolongan pertama saat kesetrum listrik
- 1. Amankan area di sekitar tempat kejadian
- 2. Jangan menyentuh korban
- 3. Jangan memindahkan korban
- 4. Periksa tubuh korban
- 5. Tutup luka bakar
- 6. Lakukan CPR
- 7. Cari pertolongan medis
- Bagaimana Cara Menghindari Tersetrum Listrik?
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Produk terkait
Salah satu bahaya dari konsleting listrik adalah kesetrum.
Tersengat listrik atau kesetrum adalah suatu kondisi gawat darurat ketika seseorang mengalami kontak langsung dengan aliran listrik.
Maka dari itu, orang yang kesetrum harus segera mendapatkan pertolongan darurat.
Apa yang Terjadi Ketika Seseorang Tersengat Listrik?
Tingkat keparahan kesetrum sendiri tergantung pada jenis arus, tingginya tegangan, kesehatan seseorang, hingga seberapa cepat mendapatkan pertolongan.
Saat arus cukup besar, setruman bisa mengakibatkan kematian.
Jangan meremehkan listrik rumah. Tegangan 220–230 V dari PLN sudah cukup untuk menghentikan atau mengacaukan kerja jantung bila arusnya mengalir melewati dada, misalnya dari tangan ke tangan atau dari tangan ke kaki. Arus sekitar 30 mA saja sudah berbahaya; karena itu instalasi rumah dianjurkan memakai pengaman arus bocor (ELCB/RCCB) 30 mA.
Tegangan yang lebih tinggi dari 500 volt, seperti jaringan listrik di tiang dan gardu, cenderung menimbulkan luka bakar dalam yang lebih parah dan bisa melukai orang di dekatnya walau tidak menyentuh langsung.
Untuk itu, penting bagi semua orang mengetahui langkah yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat melihat ada orang kesetrum.
Tubuh manusia dapat menghantarkan listrik karena sebagian besar terdiri dari cairan, apalagi bila kulit basah atau berkeringat. Saat manusia kesetrum, listrik bisa dihantarkan ke seluruh tubuh sehingga kerusakan yang terjadi bisa sangat luas.
Penyebab tersengat listrik

Beberapa penyebab seseorang kesetrum adalah:
- Sambaran petir
- Salah memperbaiki alat-alat listrik, kabel, atau alat elektronik lainnya.
- Kontak dengan kabel, alat listrik, atau alat elektronik
- Kontak dengan alat-alat di lingkungan kerja
- Menyentuh atau menggigit sumber listrik dengan bahan logam. Umumnya ini terjadi pada anak-anak.
Akibat kesetrum
Berikut ini adalah hal-hal yang bisa terjadi setelah seseorang kesetrum :
- Luka bakar
- Patah tulang
- Serangan jantung
- Gangguan ketika menelan, melihat, atau mendengar
- Pingsan
- Gangguan pernapasan
- Kejang
- Nyeri otot
- Gangguan detak jantung
- Henti jantung
- Kematian
Langkah pertolongan pertama saat kesetrum listrik

Jika kamu adalah korban atau orang yang kesetrum listrik dan kondisi kalian masih sadar, hal pertama yang bisa kalian lakukan: BERTERIAKLAH MINTA TOLONG sekencang mungkin agar orang lain segera mematikan listrik.
Bila tubuh masih bisa digerakkan, lepaskan diri dan menjauh dari sumber listrik. Setelah lepas, tetap periksakan diri ke dokter walau merasa baik-baik saja, karena sengatan listrik bisa menimbulkan gangguan irama jantung atau luka dalam yang tidak langsung terasa.
Karena ketika seseorang kesetrum, prosesnya sangat cepat. Listrik menjalar dengan sangat cepat di tubuh manusia. Jadi memang jika kalian adalah korbannya, tidak banyak yang bisa dilakukan sendiri.
Nah, lalu bagaimana ketika kita melihat orang lain yang jadi korban kesetrum?
Lakukan hal-hal berikut ini!
1. Amankan area di sekitar tempat kejadian

Sebelum menolong korban kesetrum, perhatikan keadaan di sekitar kalian. Pastikan kalian tidak berada di dekat sumber listrik.
Langkah terpenting adalah segera memutus aliran listrik: matikan MCB utama di panel (kotak sekering di dekat meteran) atau cabut steker alat yang menyetrum bila bisa dijangkau dengan aman.
Bila kecelakaan melibatkan kabel tegangan tinggi, misalnya kabel PLN di tiang atau gardu, jangan mendekat. Jaga jarak minimal 6 meter dari korban dan kabel, lalu segera hubungi PLN (123) dan layanan darurat (112).
Hindari menyentuh kubangan air atau benda-benda yang basah.
Air adalah penghantar listrik yang baik, sehingga dapat membuat kalian kesetrum juga.
Apabila terdapat api, jangan memadamkannya dengan air selama listrik belum padam. Gunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis CO2 atau serbuk kimia kering yang aman untuk kebakaran listrik.
2. Jangan menyentuh korban

Jika korban masih bersentuhan dengan sumber aliran listrik, jangan menyentuhnya agar kalian tidak ikut kesetrum.
Pada listrik rumah (tegangan rendah), bila aliran listrik benar-benar tidak bisa diputus, korban dapat dijauhkan dari sumber listrik dengan benda kering yang tidak menghantarkan listrik, seperti gagang sapu kayu atau kursi plastik, sambil berdiri di atas alas kering seperti papan kayu, karet, atau tumpukan koran. Jangan memakai benda logam atau benda basah. Pada tegangan tinggi, cara ini tidak aman: jangan mendekat sama sekali. Hentikan usaha menolong bila kalian merasakan kesemutan di kaki atau tubuh bagian bawah, karena itu tanda tanah di sekitar korban bertegangan.
3. Jangan memindahkan korban

Jangan memindahkan korban kesetrum, kecuali jika dia terancam kesetrum lagi atau berada di area yang tidak aman.
4. Periksa tubuh korban

Jika semua sudah aman, periksa tubuh korban kesetrum dengan teliti dan berurutan mulai dari kepala, leher, hingga kaki.
Apabila terdapat luka, hindari menyentuhnya.
Jika korban kesetrum menunjukkan tanda-tanda syok (lemas, muntah, pingsan, napas cepat, atau sangat pucat), angkat kakinya sedikit lebih tinggi, kecuali jika dia merasa kesakitan.
Apabila petugas medis sudah tiba, jelaskan kondisi korban kesetrum tersebut, termasuk jika ada luka di tubuhnya.
5. Tutup luka bakar

Jika korban kesetrum mengalami luka bakar, lepaskan perhiasan, jam tangan, ikat pinggang, atau pakaian di sekitar luka sebelum area itu membengkak. Namun jangan menarik pakaian yang sudah lengket pada luka bakar; biarkan dan serahkan pada petugas medis.
Setelah itu, dinginkan luka bakar dengan air bersih yang mengalir (sejuk, bukan air es) selama sekitar 20 menit. Jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, atau bahan lain pada luka.
Tutup luka dengan perban atau kain kasa steril. Jangan gunakan selimut atau handuk, karena dapat menempel pada luka bakar.
6. Lakukan CPR

Setelah dipastikan aman, periksa apakah korban merespons dan bernapas normal. Bila korban tidak sadar dan tidak bernapas atau hanya megap-megap, segera minta orang lain menghubungi layanan darurat (112 atau ambulans 119) dan mulai resusitasi jantung paru (RJP/CPR) dengan pijat jantung di tengah dada.
Pada orang dewasa, lakukan pijat jantung sekitar 100–120 kali per menit dengan kedalaman sekitar 5–6 cm, dan teruskan sampai korban bernapas normal atau petugas medis datang. Bila ada AED (alat kejut jantung otomatis) di dekat lokasi, gunakan sesuai petunjuk suaranya.
Pastikan kalian memahami cara melakukan resusitasi, untuk menghindari kesalahan yang justru dapat membahayakan nyawa korban.
7. Cari pertolongan medis

Setiap orang yang tersengat listrik sebaiknya diperiksa dokter. Hubungi nomor telepon darurat (112 atau ambulans 119) untuk pertolongan medis segera jika terjadi hal berikut:
- Sengatan listrik tinggi
- Korban kesetrum sampai kesulitan bernapas
- Detak jantung korban tidak teratur atau sangat cepat
- Korban kejang
- Luka bakar di beberapa bagian tubuh
- Korban muntah-muntah
- Dan tidak merespons atau tidak sadarkan diri
Pastikan kalian menceritakan dengan jelas kecelakaan kesetrum yang terjadi. Jika memungkinkan, sebutkan sumber listriknya, misalnya listrik rumah 220 V atau kabel tegangan tinggi, serta berapa lama korban tersengat.
Kalian boleh saja menolong korban kesetrum, namun pastikan dulu keselamatan diri agar kalian tidak ikut terkena aliran listrik.
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Bagaimana Cara Menghindari Tersetrum Listrik?
Beberapa langkah pencegahan yang terbukti efektif:
- Gunakan alat listrik, kabel, dan lampu yang ber-SNI dan dalam kondisi baik.
- Pasang pengaman arus bocor (ELCB/RCCB) 30 mA dan pastikan instalasi memiliki pembumian (ground) yang baik.
- Matikan MCB dan cek dengan tespen sebelum memperbaiki instalasi atau mengganti lampu.
- Jangan menyentuh alat listrik dengan tangan basah atau saat berdiri di lantai basah.
- Pasang penutup stop kontak bila ada anak kecil di rumah.
S-Gala adalah supplier grosir lampu LED dan alat listrik dari Bandung.
Bisa banget untuk dijual lagi juga lho!
Hubungi segera kontak WA CS kami di tautan berikut >> chat admin WhatsApp



