Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Lampu Emergency

DIY – Membuat Senter Sederhana yang Bisa di-Cas

Daftar isi (3 bagian)
  1. Komponen Utama yang Diperlukan
  2. Rangkaian Senter
  3. Rangkaian untuk Senter Rechargeable
  4. DIY Membuat Senter Sederhana dengan Baterai Cas
  5. Alat dan Bahan untuk DIY Membuat Senter Sederhana dengan Baterai Cas
  6. Cara Membuat Lampu Senter Cas Sendiri
  7. Pertanyaan yang sering diajukan
  8. Produk terkait
DIY Membuat Senter Sederhana yang Bisa Dicas

Banyak senter yang beredar di pasaran, mulai dari modelnya sampai dengan fitur-fiturnya yang berlimpah.

Namun sebenarnya cukup mudah lho untuk DIY membuat senter sederhana dengan menggunakan peralatan yang kalian miliki di rumah!

Komponen Utama yang Diperlukan

Untuk DIY membuat senter sederhana sendiri, terdapat 3 hal utama yang diperlukan yaitu:

  1. ‍Sumber cahaya, bisa menggunakan lampu bohlam atau lampu LED
  2. ‍Sumber listrik, ada bermacam-macam tipe dan jenis baterai; ada yang dapat dicas dan ada yang tidak bisa.
  3. ‍Saklar, ada yang berbentuk toggle, push button, rocker, dll.

Rangkaian Senter

Untuk membuat lampu senter sendiri pada dasarnya tinggal menghubungkan baterai, saklar, dan LEDnya sesuai dengan rangkaian di bawah ini:

rangkaian listrik pada senter
Gambar rangkaian senter sederhana

Jika kalian lihat pada rangkaian, terdapat resistor sebelum tersambung ke LED. Resistor ini berguna untuk membatasi arus yang mengalir ke LED sehingga LED tidak kelebihan arus dan rusak. LED bekerja pada tegangan sekitar 2–3,4 Volt (LED merah sekitar 2 V, LED putih sekitar 3 V), dan sedikit kenaikan tegangan saja bisa membuat arusnya melonjak.

Untuk informasi tambahan, jika sumber cahaya yang digunakan adalah lampu bohlam, maka penggunaan resistor tidak diperlukan.

Lalu bagaimana menghitung berapa besar resistor yang harus digunakan? Pertama kalian harus mengetahui spesifikasi LED yang digunakan. Sebagai contoh kita memiliki spesifikasi LED sbb:

  • Voltase: 2,8 Volt
  • Kuat arus: 200 mA
  • Sumber listrik: baterai lithium 18650 dengan tegangan nominal 3,7 Volt, yang saat penuh mencapai sekitar 4,2 Volt

Maka perhitungannya adalah:

  • Hitung dengan tegangan baterai penuh, supaya arus tidak berlebih saat baterai baru dicas: voltase pada resistor = 4,2 – 2,8 = 1,4 Volt
  • Besar resistor = voltase / kuat arus = 1,4 / 0,2 = 7 Ω, dibulatkan ke atas ke nilai resistor yang ada di pasaran, misalnya 7,5 Ω atau 8,2 Ω

Dengan perhitungan tersebut, kita dapat menghitung besaran resistor yang digunakan. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah daya dari resistornya harus disesuaikan.

Pada contoh di atas, daya pada resistor adalah 1,4 × 0,2 = 0,28 watt, sehingga gunakan resistor minimal ½ watt (sekitar dua kali daya hitungan) untuk menghindari resistor menjadi panas dan terbakar.

Rangkaian untuk Senter Rechargeable

Lalu bagaimana jika kita ingin menggunakan sumber listrik yang dapat diisi kembali (rechargeable)?

Tentunya jika kita ingin menggunakan baterai rechargeable, kita harus menambahkan modul charger kedalam rangkaian senter tadi.

Untuk baterai lithium, wajib memakai modul charger jadi yang khusus untuk baterai tersebut dan memiliki proteksi overcharge, overdischarge, overcurrent, dan hubung singkat. Jangan merakit charger lithium sendiri atau mengecas baterai lithium langsung dari adaptor biasa.

Dalam pemilihannya sendiri harus disesuaikan dengan jenis baterai yang digunakan.

Sebagai contoh jika kalian menggunakan baterai 18650 lithium maka gunakan modul charger untuk yang dapat mencharge baterai jenis tersebut. Jika kalian menggunakan modul charger yang tidak diperuntukkan untuk baterai tipe tersebut maka akan terjadi beberapa kemungkinan seperti :

  • Baterai yang tidak terisi
  • Umur baterai menjadi lebih pendek bahkan rusak
  • Yang lebih parah baterai dapat meledak

Maka sangatlah penting menyesuaikan modul charger dengan baterai yang digunakan.

Hal ini dikarenakan setiap jenis baterai (NiCd, NiMh, Li-Po,dll) memiliki karakter kimia yang berbeda dan metode pengisian yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan antara satu jenis baterai dengan yang lain.

Mau jual lampu di toko atau warung?

  • Harga grosir mulai Rp2.800/biji
  • Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
  • COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Lihat harga grosir Tanya admin di WhatsApp

DIY Membuat Senter Sederhana dengan Baterai Cas

Pada DIY lampu senter sederhana kali ini, kita akan menggunakan baterai lithium tipe 18650 yang sudah cukup banyak tersedia di pasaran dan modul chargernya pun sudah cukup banyak dijual. Selain itu ukurannya kecil sehingga fleksibel untuk dipasang pada casing berbentuk apapun.

Alat dan Bahan untuk DIY Membuat Senter Sederhana dengan Baterai Cas

Berikut bahan-bahan yang digunakan untuk DIY kali ini:

Bahan untuk diy lampu senter cas

Keterangan barang:

1. High power LED

LED yang digunakan merupakan tipe LED SMD dengan tegangan kerja sekitar 2,8–3,2 Volt dan kuat arus 200 mA.

Tipe LED ini juga membutuhkan PCB yang berperan juga sebagai pendingin.

2. Modul charger untuk baterai 18650

Perlu dibedakan dua jenis modul. Modul charger (misalnya TP4056) mengisi baterai lithium dengan cara yang benar sampai tegangan penuh 4,2 Volt lalu berhenti. Modul proteksi atau BMS (Battery Management System) hanya melindungi baterai dari overcharge, overdischarge, dan hubung singkat; BMS sendiri tidak mengecas. Pilih modul charger yang sudah dilengkapi proteksi, biasanya punya terminal B+/B- untuk baterai dan OUT+/OUT- untuk beban.

Terdapat juga modul yang memiliki fitur komplit seperti soket micro USB dan lampu indikator pengecasan.

Kalian dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan ukuran casing yang digunakan.

3. Switch atau saklar

Berguna untuk menyalakan dan mematikan senter. Saklar yang dipakai di sini tipe rocker.

4. Soket baterai

Jika kalian ingin kemudahan dalam mengganti baterai dikemudian hari, soket baterai ini dapat menjadi opsi.

Namun karena ukurannya yang cukup besar, maka memerlukan casing yang cukup besar pula.

5. Kabel

Diperlukan untuk menghubungkan berbagai komponen listrik. Gunakan kabel yang kecil namun berkualitas.

6. Baterai 18650

Kalian dapat memilih baterai yang sudah memiliki pin untuk disolder sehingga mudah dihubungkan dengan kabel atau jika kalian menggunakan soket maka pilihlah baterai yang tidak menggunakan pin. Jangan menyolder langsung ke badan baterai yang tidak punya pin, karena panas solder bisa merusak baterai dan memicu kebocoran atau kebakaran.

7. Casing, Reflektor, & Lensa

Kalian dapat berkreasi sekreatif mungkin untuk membuat casingnya dan bentuknya pun bisa bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan dan selera kalian.

Bisa dari barang-barang bekas seperti botol, tutup botol, atau pada DIY kali ini menggunakan pipa berukuran ¾”.

Jangan lupa juga untuk menyediakan reflektor untuk senter kalian agar lebih optimal.

Reflektor dapat kalian buat dari alumunium foil atau selotip aluminium atau dapat juga membeli di marketplace. Dan sediakan juga cover bening untuk senter kalian, bahannya bisa dari plastik mika bening atau akrilik bening.

Cara Membuat Lampu Senter Cas Sendiri

Langkah 1. Cek Rangkaian Senter Cas

Setelah semua barang tersedia, langkah pertama adalah mengecek atau membuat rangkaian senter terlebih dahulu sehingga kalian dapat mengukur panjang kabel yang dibutuhkan dan lubang-lubang yang diperlukan pada casing senter.

Rangkaian senter yang bisa dicharge
Gambar rangkaian senter dengan charger

Rangkaian di atas merupakan rangkaian senter dengan modul charger TP4056 yang sudah terdapat fitur yang lengkap, kalian tinggal menghubungkan baterai dan rangkaian lampu ke modul tersebut.

Modul ini juga sudah terdapat micro USB, sehingga untuk mengisi kembali daya baterai dapat menggunakan charger handphone.

Keselamatan baterai lithium: perhatikan polaritas saat menyambung baterai ke modul (terbalik bisa merusak modul dan membuat baterai panas), jangan sampai kutub baterai terhubung singkat, jangan mengecas tanpa diawasi atau di dekat bahan mudah terbakar, dan jangan memakai baterai yang penyok, menggembung, atau panas saat dicas.

Langkah 2. Menyusun Komponen Sesuai Rangkaian

Kalian dapat menggunakan timah dan solder untuk menghubungkan kabel ke komponen dan shrink tube untuk melapisi sambungan-sambungan sehingga tampak rapi dan aman dari konsleting.

Setelah rangkaian sudah dipastikan berfungsi dengan baik,maka kalian tinggal membuat casing dan memasang rangkaian tersebut ke dalam casing.

Kalian dapat menempelkannya dengan menggunakan hot glue gun atau power glue.

Langkah 3. Memasukkan rangkaian ke casing & membuat reflektor

Merangkai reflektor senter LED
Memasang reflektor pada LED

Langkah berikutnya adalah memasukkan dan menempelkan LED beserta reflektornya dan komponen yang lainnya ke dalam casing.

Buatlah lubang-lubang yang diperlukan pada casing seperti lubang untuk switch dan lubang untuk lampu indikator serta lubang untuk microUSB.

Memasukkan komponen DIY senter cas
Memasukkan semua komponen ke dalam casing senter
Komponen senter DIY di dalam casing pipa PVC
Semua komponen didalam senter DIY dengan casing PVC

Langkah 4. Tes

Setelah semua komponen dimasukkan ke dalam casing langkah berikutnya adalah mengetes fungsi dari senter tersebut. Tes semua fungsi apakah telah bekerja dengan baik.

Tes DIY senter cas sederhana
Senter menyala dengan baik dan memiliki sorot yang baik juga
Tes modul baterai DIY senter cas sederhana
Mengetes modul chargernya (lampu biru menyala jika baterai sudah terisi penuh, merah jika baterai masih dalam proses pengisian)

Langkah 5. Finishing dan selesai!

Setelah semua fungsi berjalan dengan baik, maka kalian dapat mengecat atau mewarnai casing kalian sehingga lebih menarik dan bagus seperti kalian membeli di marketplace.

Langkah membuat DIY lampu senter
Gambar hasil akhir DIY senter saku yang bisa dicas

Selamat mencoba!!

Seru sekali bukan pembahasan kita kali ini. Untuk proyek DIY Membuat Senter Sederhana dengan Baterai Cas seperti yang kita lakukan di atas ternyata biayanya relatif murah lho!

Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di blog post www.s-gala.com ya!

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja komponen untuk membuat senter yang bisa dicas?
LED (misalnya LED SMD high power), resistor pembatas arus, saklar, baterai lithium 18650, modul charger lithium berproteksi seperti TP4056 dengan port micro USB, kabel, serta casing, reflektor, dan lensa bening.
Bagaimana menghitung resistor untuk LED senter?
Kurangi tegangan baterai penuh dengan tegangan LED, lalu bagi dengan arus LED. Contoh: (4,2 − 2,8) V dibagi 0,2 A = 7 Ω, pakai 7,5 atau 8,2 Ω dengan daya minimal ½ watt.
Apakah baterai 18650 bisa dicas dengan charger HP?
Bisa lewat modul charger lithium seperti TP4056: charger HP dicolok ke micro USB modul, dan modul itulah yang mengisi baterai sampai 4,2 V lalu berhenti. Jangan menyambung baterai lithium langsung ke adaptor biasa.
Apa beda modul charger dan BMS?
Modul charger mengisi baterai dengan cara yang benar sampai penuh. BMS atau modul proteksi hanya melindungi baterai dari overcharge, overdischarge, dan hubung singkat, tetapi tidak bisa mengecas sendiri.
Kenapa senter LED butuh resistor?
Untuk membatasi arus. Tanpa resistor atau driver, arus LED bisa melonjak saat baterai penuh sehingga LED panas dan cepat rusak. Senter dengan bohlam pijar tidak memerlukan resistor.

Produk terkait

Lihat semua Lampu emergency

Baca juga