Jenis Baterai dan Cara Mengganti Baterai Lampu Emergency
Topik: Ukuran & jenis baterai
Daftar isi (4 bagian)
- Kapasitas Baterai
- Umur Pakai Baterai
- Jenis Baterai
- Lead-Acid Battery / Aki
- Baterai NiCad
- Baterai Lithium Ion
- Cara Mengganti Baterai Lampu Emergency
- Pastikan kerusakan
- Bongkar penutup tembus cahaya pada lampu
- Cabut papan rangkaian LED dan komponen
- Cabut baterai yang terdapat pada lampu
- Siapkan baterai baru
- Sesuaikan baterai baru dengan baterai sebelumnya (apabila diperlukan) dan pastikan baterai aman untuk digunakan
- Pasang kembali baterai pada tempatnya
- Pasang kembali lampu
- Lampu LED emergency siap digunakan kembali
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Produk terkait
Lampu Emergency atau lampu darurat merupakan lampu yang tetap bisa digunakan pada saat listrik padam atau bisa digunakan juga di tempat yang tidak tersedia listrik.
Lampu emergency pada dasarnya sama seperti lampu pada umumnya, yang menjadikan lampu ini bisa tetap menyala waktu tidak ada sumber listrik adalah baterai yang ada pada lampu emergency.
Lampu emergency yang berkualitas baik bisa ditentukan dari :
- Kapasitas baterai
- Umur pakai baterai itu sendiri
- Jenis baterai yang dipakai
Kalian juga bisa membuat DIY Lampu Emergency sendiri untuk mendapatkan kualitas lampu yang diinginkan. Jangan lupa baca artikelnya ya!
Kapasitas Baterai
Kapasitas baterai yang semakin besar akan menyebabkan semakin lamanya waktu pakai lampu sewaktu tidak ada sumber listrik.
Selain itu jenis lampu yang digunakan juga berpengaruh terhadap waktu pakai tanpa adanya sumber listrik. Lampu LED merupakan lampu yang sangat hemat energi, maka akan membuat lampu darurat memiliki waktu pakai yang relatif lebih panjang.
Umur Pakai Baterai

Umur pakai baterai dinilai dari Cycle Life atau siklus isi ulang dari baterai.
1 kali siklus bisa diartikan kondisi baterai dari kosong kapasitasnya kemudian diisi atau di-charge hingga penuh, dan kemudian digunakan hingga kosong kembali.
Rata-rata baterai memiliki cycle life 100-1500 kali tergantung jenis baterai yang digunakan.
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Jenis Baterai
Baterai pada lampu emergency memiliki beberapa variasi, namun seiring berkembangnya teknologi baterai, ukuran baterai yang dipakai semakin kecil, tapi memiliki performa yang sangat baik.
Berikut merupakan jenis baterai yang digunakan:
Lead-Acid Battery / Aki

Lead-Acid Battery atau yang lebih kita kenal sebagai aki, merupakan teknologi baterai isi ulang yang tertua. Disebut Lead–Acid karena tersusun oleh lempengan timbal yang direndam dalam cairan asam, yang kemudian bereaksi dan kemudian menghasilkan listrik.
Baterai jenis ini memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap kondisi lingkungan dan biaya produksi yang cenderung murah.
Tetapi kelemahan dari baterai jenis ini adalah ukurannya yang besar dan kemudian cukup berat, sehingga kurang praktis digunakan untuk dipindahkan. Selain itu cycle life baterai relatif rendah, hanya sekitar 200-300 kali.
Baterai NiCad

NiCad merupakan baterai yang cukup kuat untuk terus menerus digunakan.
Keunggulan dari baterai ini adalah cycle life yang sangat baik bisa mencapai 1500 kali dan sangat baik untuk bekerja di lingkungan yang dingin.
Tetapi kelemahan dari baterai ini yaitu baterai ini bisa kehilangan energi cukup cepat saat tidak digunakan, selain itu kapasitas energi yang bisa disimpan baterai cenderung kecil.
Baterai Lithium Ion

Baterai Litium ion atau Li-ion, merupakan teknologi baterai yang tergolong baru.
Keunggulan dari baterai ini adalah ukuran yang relatif kecil tapi bisa menyimpan energi dalam jumlah besar. Kemudian saat disimpan, jumlah energi yang hilang relatif kecil dibanding baterai jenis lainnya. Jadi biarpun disimpan, energi yang hilang tidak akan terlalu banyak.
Tetapi kelemahan dari baterai jenis ini adalah memerlukan perlindungan yang baik saat diisi dan dipakai. Satu sel Li-ion bertegangan nominal 3,6–3,7 V dan penuh sekitar 4,2 V; sel ini wajib diisi lewat rangkaian atau modul charger Li-ion yang dilengkapi proteksi (pengisian berlebih, pengosongan berlebih, dan hubung singkat). Pengisian yang salah bisa membuat baterai menggembung, panas, bahkan terbakar.
Tipe baterai yang paling ekonomis dalam jenis ini adalah tipe 18650, karena memiliki perbandingan yang sangat efisien antara biaya dengan energi yang dihasilkan.
Banyak lampu emergency di pasaran memakai baterai li-ion tipe 18650 karena efisiensinya baik. Contoh merek lampu LED emergency yang menggunakan baterai ini antara lain:
- Yazuho
- Hitato
- Neco Soe

Cara Mengganti Baterai Lampu Emergency
Semua jenis baterai memiliki umur pakai, lalu bagaimana cara mengganti baterai lampu emergency?
Lampu emergency model bohlam dan petromaks sebenarnya memiliki konsep ganti baterai yang sama.
Peringatan keselamatan: lampu emergency model bohlam bekerja dengan listrik PLN 220–230 V dari fitting, dan papan rangkaiannya bisa bertegangan tinggi. Lepaskan lampu dari fitting sebelum dibongkar, tunggu beberapa menit, dan jangan menyentuh papan rangkaian selama lampu terpasang di fitting yang bertegangan. Hindari juga hubung singkat antara kutub baterai: baterai Li-ion yang terhubung singkat bisa panas dan terbakar.
Berikut ini beberapa cara mengganti baterai lampu Emergency model bohlam:
Pastikan kerusakan

Cara mengganti baterai lampu emergency diawali dengan menentukan dulu, apakah benar kerusakan ada di baterainya? Sebelum membongkar lampu LED emergency sebaiknya periksa terlebih dahulu untuk memperkirakan kerusakan yang terjadi.
Perhatikan : Apabila lampu tetap menyala saat dalam kondisi terpasang pada dudukan lampu yang terhubung ke sumber listrik (PLN), tapi saat dicoba untuk dinyalakan tanpa sumber listrik dan lampu tidak menyala maka kemungkinan terbesar baterai harus diganti. Atau kemungkinan lainnya ada kendala pada kabel yang menghubungkan baterai dengan lampu.
Tapi apabila dihubungkan dengan sumber listrik atau tanpa sumber listrik lampu tetap tidak dapat menyala, maka harus diperiksa lebih mendalam komponen dan bagian lampu lainnya. Jangan lupa mampir ke artikel lain di s-gala.com untuk lebih tahu mengenai komponen pada lampu emergency.
Bongkar penutup tembus cahaya pada lampu

Peralatan:
- Obeng pipih (dilapisi dengan kain)
- Pemanas (jika ada), bisa menggunakan hair dryer (pengering rambut) atau heat gun
Coba kalian lihat gambar 7, bagian yang ditandai kotak merah merupakan bagian yang perlu dipanaskan atau dicongkel dengan menggunakan obeng yang dilapisi dengan kain agar tidak merusak lampu.
Apabila terdapat baut maka lepaskan terlebih dahulu baut yang menahan penutup tembus cahaya pada lampu tersebut.
Kenapa sih perlu dipanaskan?
Tujuannya untuk mempermudah saat melepas penutup tembus cahaya, karena kebanyakan lampu menggunakan lem sebagai penguat penutup lampu. Dengan dipanaskan biasanya lem akan jadi lebih lunak dan mudah untuk dilepaskan.
Sebelum melepas bisa dicoba juga terlebih dahulu untuk memutar penutup lampu jika memungkinkan. Kalau sudah bisa berputar atau bergerak, maka bisa dicoba untuk melepas dengan menarik penutup ke arah yang berlawanan dengan bagian lampu bawahnya.

Setelah terbuka biasanya akan terlihat seperti pada gambar 8. Bagian pertama yang terlihat adalah komponen LED sumber utama penghasil cahaya, kemudian papan rangkaian atau circuit board tempat LED dan komponen pendukung lainnya terpasang.
Cabut papan rangkaian LED dan komponen

Selanjutnya cabut papan rangkaian LED pada lampu. Biasanya ada kabel lain ataupun komponen yang rentan tercabut pada papan rangkaian.
Sebaiknya berhati-hati dalam melepaskan papan rangkaian agar tidak ada kabel lainnya ataupun komponen yang tercabut atau putus.
Cabut baterai yang terdapat pada lampu

Setelah papan rangkaian terlepas akan terlihat baterai yang menjadi sumber energi saat lampu digunakan tanpa ada sumber listrik (PLN). Seperti pada gambar 10 kiri, bagian yang ditandai dengan kotak hijau menunjukkan socket yang menghubungkan baterai dengan papan rangkaian.
Nah, lepaskan terlebih dahulu socket tersebut sebelum melepas baterainya. Kalau lampu yang akan diperbaiki tidak menggunakan socket, maka kabel yang terhubung dengan lampu dapat dilepaskan dengan bantuan solder.
Setelah socket dan baterai terlepas akan terlihat seperti gambar 10 kanan.
Siapkan baterai baru

Cara mengganti baterai lampu emergency selanjutnya adalah mempersiapkan baterai baru yang satu tipe dengan baterai sebelumnya, agar spesifikasinya tetap tidak berubah.
Apabila memungkinkan untuk memperoleh baterai yang sama persis dengan baterai awal, maka akan lebih baik. Tapi kalau baterai yang sama persis sulit diperoleh, gunakan baterai yang minimal jenis kimia dan tipenya (gambar 13, kotak kuning) serta tegangan atau voltase-nya (gambar 13, kotak putih) sama, agar tidak merusak rangkaian pengisi dan LED. Jangan mengganti baterai Li-ion dengan aki atau NiCad, atau sebaliknya, karena cara pengisiannya berbeda. Untuk Li-ion 18650, pilih sel bermerek jelas dan sebaiknya yang sudah dilengkapi tab (lempeng nikel) untuk disambung.
Sedangkan kapasitas baterai dalam mAH (gambar 13, kotak merah) hanya akan berpengaruh pada besarnya kapasitas yang dimiliki oleh baterai, semakin besar kapasitas baterai maka lampu akan bisa digunakan dalam waktu yang lebih lama.
Sesuaikan baterai baru dengan baterai sebelumnya (apabila diperlukan) dan pastikan baterai aman untuk digunakan

Peralatan dan perlengkapan:
- Solder
- Pemotong kabel
- Timah
- Kabel
- Isolasi listrik
- Cutter
Cara untuk menyesuaikan baterai baru :
Gambar 12, bagian kiri :
Terlihat baterai yang digunakan secara spesifikasi sama, tapi secara fisik masih memerlukan beberapa penyesuaian.
Bagian kutub positif dan negatif baterai dihubungkan dengan kabel, secara umum kabel untuk sumber listrik positif akan menggunakan kabel berwarna merah, sedangkan sumber listrik negatif menggunakan kabel hitam.
Cara paling aman adalah memakai baterai yang sudah dilengkapi tab (lempeng nikel yang dilas titik oleh pabrik), lalu kabel disolder ke tab tersebut, bukan langsung ke badan baterai.
Penting: hindari menyolder langsung ke kutub baterai Li-ion dan jangan menggores kutubnya dengan cutter. Panas solder yang lama bisa merusak segel dan bagian dalam sel, sedangkan goresan bisa merusak lapisan pelindung sehingga kutub positif dan negatif mudah terhubung singkat. Baterai yang terlalu panas atau rusak dapat menggembung, bocor, bahkan terbakar. Bila tidak ada baterai bertab, serahkan penyambungan ke teknisi yang memiliki alat las titik (spot welder).
Gambar 12, bagian tengah
Setelah kabel terpasang, lindungi tiap kutub dengan menggunakan isolasi untuk listrik untuk menghindari konslet yang dapat merusak baterai ataupun lampu secara keseluruhan.
Gambar 12, bagian kanan
Karena baterai sebelumnya dihubungkan dengan papan rangkaian menggunakan socket, maka socket dari baterai sebelumnya dapat kita gunakan kembali.
Caranya adalah dengan memotong dari baterai sebelumnya dan dihubungkan dengan kabel yang sudah disolder pada tiap kutub baterai.
Lindungi juga sambungan kabel dengan menggunakan isolasi listrik untuk keamanan dalam penggunaan lampu LED emergency.
Pasang kembali baterai pada tempatnya

Baterai dengan jenis yang sama akan dapat dipasangkan kembali pada posisi baterai sebelumnya. Jika perlu bisa dilem agar baterai tidak bergerak untuk keamanan dalam penggunaan lampu dan mengurangi resiko konslet.
Pastikan lagi juga pelindung kutub tetap terpasang dengan baik.
Pasang kembali lampu

Setelah lampu dan baterai telah terpasang, pastikan terlebih dahulu dengan mencoba lampu LED emergency dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada komponen lampu yang mengalami konslet. Bila lampu harus dicoba di fitting, pasang dulu ke fitting dalam keadaan saklar mati, baru nyalakan saklar, dan jangan menyentuh bagian dalam lampu selama tersambung ke listrik. Setelah dipastikan berfungsi dengan normal, matikan lagi saklar dan lepas lampu dari fitting, baru pasang kembali penutup lampu.
Gunakan lem kembali pada beberapa bagian yang memerlukan, seperti penutup tembus cahaya lampu dengan bagian lampu lainnya. Jadi lampu tidak akan mudah terlepas untuk penggunaan selanjutnya.
Selain itu pastikan juga bagian yang saling mengunci tertutup dengan baik dan benar.
Lampu LED emergency siap digunakan kembali

Begitulah cara mengganti baterai lampu emergency.
Tidak sulit bukan?
Kalau masih bingung, kalian bisa melihat langkah-langkah mengganti baterai lampu emergency di video berikut ini.
Jadi jangan buang dulu lampu LED emergency yang baterainya sudah tidak berfungsi.
Selamat bereksperimen!



