Langsung ke isi
Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB Sen–Sab 08–17 WIB COD Jawa & Bali · luar Jawa-Bali transfer diskon 5% 0812-2276-8892
S-Gala
Lampu Emergency

Cara Memperbaiki Lampu Emergency

Daftar isi (3 bagian)
  1. Penggunaan Lampu LED Emergency Berdasarkan Modelnya
  2. Lampu LED Emergency Model Lampu Bohlam
  3. Lampu LED Emergency Model Petromaks /Lentera
  4. Cara Memperbaiki Lampu Emergency
  5. Siapkan tools dasar (peralatan)
  6. Ketahui Modul Elektronik dari Lampu LED Emergency
  7. Diagnosa Penyebab Lampu Emergency Tidak Menyala
  8. Prosedur untuk mendiagnosa dan memperbaiki Lampu LED emergency
  9. Memperbaiki masalah dengan mengecek fisik komponen
  10. Memperbaiki masalah dengan mengecek rangkaian keseluruhan
  11. Tips dan trik
  12. Pertanyaan yang sering diajukan
  13. Produk terkait
Cara Memperbaiki Lampu Emergency

Jika kalian sedang mencari lampu emergency LED di market place, tentunya banyak sekali bentuk dan jenis-jenisnya. Namun secara umum, ada dua jenis atau bentuk lampu LED emergency.

  1. Berbentuk seperti bohlam
  2. Berbentuk seperti petromaks / lantern

Apakah fungsinya berbeda? Tidak.

Fungsinya sama-sama untuk menjadi penerangan saat listrik padam. Yang membedakan hanya model dan peruntukkannya saja.

Penggunaan Lampu LED Emergency Berdasarkan Modelnya

Lampu LED Emergency Model Lampu Bohlam

Lampu emergency LED bentuk bohlam
Macam-macam bentuk lampu emergency model bohlam

Lampu LED emergency model lampu bohlam biasanya diperuntukkan untuk pemakaian dalam ruang atau indoor karena lampu ini memerlukan fitting lampu untuk melakukan pengisian baterai.

Jadi, agak sulit untuk dipakai di luar ruangan jika tidak mempunyai adapter fitting.

Lampu LED Emergency Model Petromaks /Lentera

lampu emergency led model petromaks
Contoh lampu emergency model petromaks / lantern

Sedangkan lampu LED emergency model petromaks atau lantern dapat digunakan juga di luar ruangan atau outdoor. Misalnya, pada saat melakukan kegiatan kemping.

Pengisian baterai pada lampu emergency LED model petromaks bisa dilakukan lebih fleksible, yaitu dengan menggunakan kabel yang disediakan sepaket dengan lampu tersebut.

Terkadang ada juga produk lampu emergency model lantern yang ada fitur solar cell-nya. Jadi, pengisian baterai dapat dilakukan pada siang hari dengan menempatkannya di bawah sinar matahari.

Cara Memperbaiki Lampu Emergency

Bagaimana jika lampu emergency yang kalian punya tiba-tiba tidak menyala atau rusak? Pada dasarnya kedua model lampu LED emergency ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama, hanya berbeda pada desain casing-nya saja.

Terkadang lebih murah jika kita memperbaiki lampu emergency sendiri daripada membeli yang baru >> DIY Lampu Emergency.

Berikut langkah-langkah atau cara memperbaiki lampu emergency.

Peringatan keselamatan: sebelum membongkar, cabut lampu dari fitting atau stop kontak dan matikan saklarnya. Bagian power supply terhubung ke listrik PLN 220–230 V, dan kapasitornya bisa tetap menyimpan muatan setelah listrik dicabut. Kosongkan dulu muatan kapasitor (misalnya dengan resistor beberapa kΩ yang dipegang memakai tang berisolasi) sebelum menyentuh atau mengukur. Baterai Li-ion jangan dihubung singkat, ditusuk, atau dipanaskan. Bila ragu, bawa ke teknisi.

Siapkan tools dasar (peralatan)

Untuk mendiagnosa lampu LED emergency yang rusak tentunya kalian harus memiliki tools dasar, diantaranya adalah:

  • Digital Multi Meter (DMM) – digunakan untuk mengukur berbagai nilai pada rangkaian dan komponen sehingga dapat menentukan apakah sebuah komponen itu rusak atau tidak.
multimeter digital
  • Obeng plus dan minus
  • Solder beserta dengan suction dan timahnya
satu set soldering
  • Pinset
  • Heat gun atau hairdryer (opsional) – digunakan untuk membuka casing lampu yang di lem

Ketahui Modul Elektronik dari Lampu LED Emergency

Sebelum kita membongkar lampu LED emergency yang rusak, ada baiknya kalian mengetahui terlebih dahulu modul-modul elektronik apa saja yang dimiliki oleh lampu LED emergency.

Secara garis besar modul-modul tersebut adalah:

Modul charge baterai dan baterainya

Modul ini berfungsi untuk mengisi kembali daya pada baterai. Jadi pada saat listrik padam, lampu akan menyala dengan bertenagakan baterai.

Pada modul ini juga terdapat modul power supply untuk mengubah arus AC dari PLN menjadi DC, karena baterai dan rangkaian lampu bekerja dengan arus DC.

Modul switching (on/off)

Switching on/off ada pada dudukan lampu emergency
Pada lampu emergency model bohlam seperti ini, switching on/off ada di dudukan lampu emergency-nya. Lampu baru menyala saat dipasang ke dudukan tersebut secara manual.

Pada jenis lampu bohlam, lampu emergency dipasang pada fitting bohlam biasa. Saat posisi seperti ini, lampu berfungsi seperti lampu biasa (switching on/off menggunakan saklar) & sekaligus mengisi daya alias ngecas. Pada sebagian model, saat mati lampu kalian perlu melepas lampu dari fitting & memasangnya pada dudukan khusus lampu emergency yang disediakan. Banyak model lain langsung menyala otomatis di fitting saat listrik padam selama saklarnya dalam posisi ON.

Setelah itu, lampu emergency-nya menyala.

Untuk jenis petromak atau lantern, modul ini biasanya digantikan dengan switch fisik pada lampu (untuk menyalakan bagian tertentu pada lampu atau mengatur level terangnya lampu).

Modul lampu LED

Modul ini berisikan chip LED yang dapat menyala jika dialiri arus listrik.

Pada beberapa produk ada yang menggunakan hanya satu buah chip lampu LED dengan watt yang tinggi.

Tapi ada juga yang menggunakan beberapa chip lampu LED yang dirangkaikan secara seri atau paralel bergantung pada desain rangkaian yang digunakan.

Hubungan antar modul lampu emergency LED

Hubungan antar modul yang ada pada lampu emergency LED dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

Bagan koneksi antar modul lampu LED emergency

Diagnosa Penyebab Lampu Emergency Tidak Menyala

Langkah selanjutnya dalam cara memperbaiki lampu emergency adalah mendiagnosa masalahnya dan mencari kemungkinan penyebab kerusakan. Ada beberapa masalah yang biasa terjadi pada lampu emergency sbb:

Lampu LED tidak menyala sama sekali

Kemungkinan penyebab kerusakan :

  • Baterai yang sudah rusak alias tidak dapat diisi
  • Modul pengisian baterai tidak berfungsi atau rusak
  • Power supply bermasalah
  • Chip lampu LED rusak
  • Modul atau tombol switch on/off mengalami kerusakan (pada model petromak atau lantern)

Indikator pengisian baterai tidak menyala alias baterai lampu tidak mengisi saat dicas

Kemungkinan penyebab kerusakan :

  • Modul pengisian baterai tidak berfungsi atau rusak
  • Power supply bermasalah
  • Baterai soak (rusak, tidak bisa lagi menyimpan muatan)

Sebagian lampu LED tidak menyala

Kemungkinan penyebab kerusakan :

  • Chip lampu LED rusak
  • Ada jalur rangkaian di PCB pada modul lampu LED yang putus
GejalaKemungkinan penyebabYang diperiksa / solusi
Lampu tidak menyala sama sekaliBaterai rusak, modul pengisian rusak, power supply bermasalah, chip LED rusak, tombol on/off rusak (model lentera)Isi lalu ukur tegangan baterai, ukur keluaran power supply, periksa chip LED dan tombol; ganti yang rusak
Indikator pengisian tidak menyala / tidak mau dicasModul pengisian rusak, power supply bermasalah, baterai soakUkur keluaran power supply dan modul pengisian; ganti modul atau baterai
Sebagian LED tidak menyalaChip LED rusak, jalur PCB putusGanti chip LED sejenis, sambung jalur PCB dengan kabel; jangan men-short chip LED

Prosedur untuk mendiagnosa dan memperbaiki Lampu LED emergency

Setelah mendiagnosa kemungkinan penyebab kerusakan, kini saatnya kita BONGKAR lampu emergency-nya.

Langkah-langkah cara memperbaiki lampu emergency adalah sbb (kali ini kita menggunakan contoh lampu emergency led jenis bohlam) :

Membuka casing

Cara membuka casing lampu emergency led bohlam

Cara membuka casing dari lampu emergency jenis bohlam dapat dilakukan dengan menarik bagian transparan (bagian atas) dari lampu.

Susah? Coba gunakan bantuan obeng min yang dibungkus dengan kain terlebih dahulu agar casing lampu tidak rusak pada saat dicongkel.

Jika pada batas antara bagian atas dan bawah terlihat menggunakan lem, coba panaskan dahulu dengan heat gun atau hairdryer supaya lemnya melunak dan mudah untuk ditarik (hati -hati saat menggunakan heat gun karena panas yang berlebih dapat membuat casing lampu meleleh).

Penampang komponen lampu emergency led saat dibuka
Terlihat komponen lampu emergency LED sesudah dibuka

Menentukan modul-modul pada rangkaian

Modul-modul pada rangkaian lampu emergency led bohlam
Modul-modul pada lampu LED emergency

Penjelasan warna kotak pada Lampu LED Emergency

Keterangan modul lampu emergency LED

Memperbaiki masalah dengan mengecek fisik komponen

Untuk cara memperbaiki lampu emergency yang masalahnya terdapat pada modul – modul lampu emergency, pertama yang harus dilakukan adalah melakukan cek fisik terlebih dahulu.

Pertama, cek kabel dan soket-soket tersambung dengan baik.

Jika ada kabel yang terputus dapat disambung dengan menggunakan solder dan bungkus dengan selotip listrik atau shrink tube (selang bakar) untuk mencegah terjadinya konslet.

Cek juga jalur pada PCB apakah ada yang terputus atau terbakar. Jika ada, perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan kabel untuk menyambung kembali jalur yang putus.

Kedua, cek apakah ada komponen yang terbakar atau kabel terlepas atau putus.

Untuk komponen yang terbakar, tidak ada cara lain selain mengganti komponen tersebut. Cari IC, kapasitor atau resistor dengan nilai yang sama dan menggantinya dengan cara desoldering (melepas komponen) dan resoldering komponen yang baru.

Ketiga, cek juga apakah ada chip LED yang rusak.

Chip LED yang rusak biasanya ditandai dengan adanya titik berwarna hitam pada mata LED karena terbakar. Jika chip LED dirangkai seri, satu saja chip yang rusak (putus) membuat arus tidak mengalir sehingga seluruh LED dalam rangkaian seri itu padam. Pada rangkaian paralel, biasanya hanya LED yang rusak yang padam.

LED chip terbakar
Contoh chip LED yang terbakar

Untuk mengganti chip LED, kalian dapat mengambil chip LED di lampu LED bekas kalian yang sudah rusak alias dikanibal atau dapat membeli juga di toko komponen terdekat atau secara online karena cukup banyak tersedia di pasaran.

Jangan sekali-kali meng-short-kan chip LED yang sudah rusak karena tegangan dan arus pada chip LED lain dapat meningkat sehingga chip LED lain ikut rusak.

Memperbaiki masalah dengan mengecek rangkaian keseluruhan

Jika cek secara fisik telah dilakukan dan tidak terjadi hal-hal yang telah disebutkan di atas, maka langkah selanjutnya adalah mengecek rangkaian dengan lebih menyeluruh.

Ukur nilai-nilai komponen

Ukur nilai komponen terutama resistor, kapasitor, transistor dan diode dengan menggunakan DMM.

Untuk melakukan pengukuran yang akurat, pastikan lampu tidak tersambung listrik dan kapasitor sudah dikosongkan, lalu lepas komponen yang akan diukur dari rangkaian (minimal salah satu kakinya). Jika ditemukan komponen yang nilainya sudah tidak sesuai dengan kriteria, maka ganti komponen tersebut dengan yang baru.

Ganti komponen aktif

Langkah berikutnya adalah dengan mencoba mengganti komponen aktif seperti IC satu persatu sampai ditemukan IC mana yang bermasalah.

Cara memperbaiki lampu emergency dengan mengganti baterai baru

Untuk masalah baterai yang soak atau sudah tidak dapat diisi kembali, kalian dapat menggantinya dengan baterai baru yang sejenis dengan aslinya; pada banyak lampu emergency berupa baterai Li-ion tipe 18650 3,7 V. Sesuaikan tipe, tegangan, dan ukurannya dengan baterai asli, perhatikan polaritas, dan pilih baterai yang mereknya jelas. Baterai ini cukup mudah didapatkan di pasaran dengan kapasitas dan kualitas yang beragam.

Baterai untuk lampu led emergency
Contoh baterai yang dipakai untuk lampu emergency led

Untuk mengecek kondisi baterai ini dapat dilakukan dengan menggunakan DMM. Ukur tegangan atau voltasenya.

Baterai Li-ion 18650 bertegangan nominal 3,6–3,7 V. Saat terisi penuh tegangannya sekitar 4,2 V, dan saat hampir kosong sekitar 3,0 V. Tegangan rendah belum tentu berarti baterai rusak; bisa jadi baterai hanya kosong. Isi dulu sampai penuh dengan pengisi yang sesuai, lalu ukur lagi: baterai yang tidak mau naik mendekati 4,2 V, tegangannya cepat turun lagi, terasa panas, atau menggembung sebaiknya diganti. Baterai yang tegangannya sudah sangat rendah (di bawah sekitar 2,5 V) sebaiknya tidak dipaksa diisi dan langsung diganti.

Mau jual lampu di toko atau warung?

  • Harga grosir mulai Rp2.800/biji
  • Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
  • COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Lihat harga grosir Tanya admin di WhatsApp

Tips dan trik

Untuk melepas komponen SMD (surface mount devices) pada PCB memang susah-susah gampang. Untuk PCB yang tidak ada heatsink-nya, caranya cukup mudah dilakukan dengan menggunakan 2 solder atau soldering station yang memiliki heat blower.

PCB lampu emergency led tanpa heatsink
Lampu LED yang casing dan PCB-nya tidak menggunakan heatsink

Namun PCB yang dilengkapi dengan heatsink cukup sulit dilepas karena heatsink akan menyerap panas dari solder sehingga timah akan sulit mencair. Jika dipaksakan, panas berlebih malah akan membuat komponen menjadi rusak (padahal dicabut hanya ingin diukur menggunakan DMM). Sayang, bukan?

Ada satu cara untuk melepasnya yaitu dengan cara memanaskan heatsink (bagian bawah PCB yang tidak terdapat komponen) dengan menggunakan heat gun atau heat blower. Lepas baterai terlebih dahulu sebelum memanaskan PCB. Jangan memakai api kompor atau api terbuka: panasnya tidak terkendali, dapat merusak PCB dan komponen, bahkan memicu kebakaran, apalagi bila baterai Li-ion masih terpasang.

Lampu emergency LED yang menggunakan heatsink
Lampu LED yang casing dan PCBnya menggunakan heatsink

Setelah dipanaskan lalu capit komponen yang akan dilepas dengan menggunakan pinset. Dengan cara ini, komponen akan lebih mudah terlepas dan tidak rusak karena panas berlebih.

Sekedar catatan tambahan juga, casing dan PCB yang menggunakan heatsink umumnya menandakan desain pembuangan panas yang lebih baik, karena membantu komponen dan chip LED tidak overheat yang berakibat memperpendek umur komponen.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa lampu emergency tidak menyala sama sekali?
Kemungkinan penyebabnya baterai rusak, modul pengisian baterai rusak, power supply bermasalah, chip LED rusak, atau tombol on/off rusak pada model lentera.
Kenapa lampu emergency tidak mau dicas?
Biasanya karena modul pengisian baterai rusak, power supply bermasalah, atau baterai sudah soak (tidak bisa lagi menyimpan muatan).
Kenapa sebagian LED di lampu emergency mati?
Penyebabnya chip LED yang rusak atau ada jalur PCB di modul LED yang putus. Chip LED rusak biasanya terlihat ada titik hitam karena terbakar. Jangan men-short chip yang rusak; ganti dengan chip LED sejenis.
Bagaimana cara cek baterai 18650 lampu emergency?
Ukur dengan multimeter. Li-ion 18650 bertegangan nominal 3,6–3,7 V, penuh sekitar 4,2 V, dan hampir kosong sekitar 3,0 V. Tegangan rendah bisa berarti baterai hanya kosong, jadi isi dulu lalu ukur ulang; ganti bila tidak mau naik mendekati 4,2 V, cepat turun, panas, atau menggembung.
Apa yang harus dilakukan sebelum membongkar lampu emergency?
Cabut lampu dari listrik, kosongkan muatan kapasitor di bagian power supply sebelum disentuh atau diukur, dan jangan menghubung singkat atau memanaskan baterai Li-ion. Untuk melepas komponen pada PCB ber-heatsink, pakai heat gun, jangan api kompor.

Produk terkait

Lihat semua Lampu emergency

Baca juga