Cara Membuat Lampu Pintar
Daftar isi (1 bagian)
Lampu pintar sudah banyak tersedia di pasaran, mulai dari yang pemakaiannya sederhana yang hanya aktif pada satu kondisi saja hingga yang memiliki sistem yang kompleks yang memiliki konektivitas nirkabel dan dapat diatur atau diprogram lewat smart phone.
Selain kalian dapat membelinya di pasaran, lampu pintar juga dapat dibuat dengan modul-modul yang sudah tersedia dipasaran.
Contohnya dengan menggunakan controller yang dibuat dengan modul Arduino.
Jika kalian memiliki kemampuan coding Arduino dan rangkaian listrik maka implementasi dari lampu pintar ini akan sangat luas dan fitur-fiturnya bahkan dapat melebihi lampu pintar yang dijual dipasaran.
Artikel ini akan membahas bagaimana cara membuat lampu pintar sederhana yang dibuat dengan menggunakan controller Arduino dan modul-modul yang sudah tersedia dipasaran.
Membuat Lampu Pintar
Kali ini kita akan coba membuat DIY lampu pintar sederhana yang lampunya dapat menyala secara otomatis pada saat keadaan ruangan gelap dan dapat dinyalakan atau dimatikan dengan cara melambaikan tangan ke sensor dengan cara tertentu.
Bahan-bahan yang diperlukan
1. Controller Arduino (untuk contoh DIY kali ini menggunakan Arduino UNO)

Arduino UNO adalah salah satu modul PCB mikrokontroler yang menggunakan chip ATmega328P.
PCB ini dikembangkan oleh Arduino.cc yang sudah dilengkapi dengan terminal input dan output sehingga dapat dikembangkan kembali untuk digunakan dengan modul PCB lainnya dengan mudah.
Selain itu Arduino ini juga dilengkapi aplikasi untuk memprogram mikrokontroler pada modul Arduino dan sudah dilengkapi dengan library untuk koneksi antar modul atau fungsi-fungsi dasar sehingga relatif mudah untuk digunakan.
2. Modul SparkFun APDS-9960

PCB modul SparkFun APDS-9960 ini merupakan modul PCB yang berisi sensor RGB dan Gerakan.
Modul ini dapat mengukur warna dan cahaya dari lingkungan sekitar, mendeteksi kedekatan benda (jarak benda ke sensor), dan mendeteksi Gerakan tanpa sentuh (touchless) sehingga jika modul ini digabungkan dengan modul kontroller, kalian dapat mengontrol komputer, robot dan peralatan elektronik lainnya dengan Gerakan tangan.
Faktanya sensor ini juga digunakan pada smart phone Samsung Galaxy S5.
Modul ini juga dilengkapi dengan filter yang memblokir sinar UV dan IR, empat buah diode terpisah untuk membedakan arah pergerakan, dan interface I2C.
Terminalnya terdiri dari VL (opsi power tambahan untuk LED IR), GND (Ground), VCC (power untuk sensor APDS-9960), SDA (I2C data), SCL (I2C Clock), dan INT (Interrupt). Sensor ini memiliki jangkauan deteksi 10 sd. 20 cm.
3. Modul Relay atau relay 5VDC / 220VAC jika menggunakan lampu dengan spesifikasi 220VAC

Modul relay ini digunakan untuk mengontrol peralatan yang memakai listrik PLN 220–230 V AC menggunakan sinyal tegangan rendah dari Arduino.
Relay ini diperlukan karena Arduino bekerja dengan tegangan 5VDC sedangkan lampu yang ingin dikontrol menggunakan tegangan 220VAC.
Maka dengan relay ini sinyal 5 V DC dapat menyalakan atau mematikan lampu yang memakai listrik 220–230 V AC.
Kontak relay dipasang memutus kabel fasa (bukan netral) menuju lampu, sama seperti saklar biasa. Pilih modul relay yang kontaknya mampu menahan 250 V AC dan arus lampu yang dipakai, lalu tutup semua terminal 220 V dengan kotak berisolasi agar tidak tersentuh.
4. Lampu beserta fitting dan steker stop kontak
Kalian juga dapat menggunakan LED kecil (misalnya LED 5 mm) untuk percobaan ini. Jika memakai LED kecil, relay tidak dibutuhkan: LED cukup disambung ke pin Arduino melalui resistor pembatas arus yang dipasang seri (misalnya 220–330 ohm). Untuk LED berdaya lebih besar atau LED strip, gunakan transistor atau MOSFET sebagai saklar karena pin Arduino hanya dianjurkan mengalirkan arus kecil (sekitar 20 mA).
5. Kabel sambung / jumper
6. Kemampuan elektronika dasar & coding
Selain bahan-bahan di atas dan kemampuan elektronika dasar, diperlukan juga kemampuan coding dasar untuk Arduino dan cara meng-compile dan mendownload program ke modul Arduino (diperlukan komputer yang sudah terinstall aplikasi Arduino).
Cara Membuat Lampu Pintar
Peringatan keselamatan: bagian 220 V (relay, fitting, dan steker) hanya boleh dirangkai saat steker tercabut. Uji dulu programnya dengan LED kecil, lalu sambungkan lampu 220 V setelah rangkaian rapi dan semua terminal tertutup. Jangan menyentuh modul relay saat tercolok, dan bila ragu minta bantuan teknisi listrik.
Setelah bahan-bahannya sudah tersedia maka selanjutnya adalah menghubungkan komponen-komponen tersebut seperti diagram di bawah ini:

Setelah menghubungkan semua koneksi yang dibutuhkan, maka selanjutnya adalah membuat kode program untuk lampu pintar ini.
Secara program kita harus membuat lampu ini memiliki 2 mode, yaitu mode otomatis dan mode manual.
Mode otomatis akan menyalakan atau mematikan lampu sesuai dengan tingkat cahaya pada ruangan (gelap-lampu menyala, terang-lampu mati).
Pada mode manual, kondisi lampu akan berubah (mati jadi menyala atau menyala menjadi mati) pada saat kita melambaikan tangan ke arah kanan.
Untuk mengubahnya kembali menjadi mode otomatis, tinggal melambaikan tangan ke arah kiri.
Berikut ini adalah kode program Arduino berikut penjelasannya untuk lampu pintar ini :






Setelah menulis atau meng-copy paste kodenya, compile dan download ke modul Arduino dan coba jalankan fitur-fitur lampu pintar dengan melambaikan tangan.
Nah, sekarang sudah bisa kan membuat lampu pintar sendiri?
Kalau kalian mau membeli berbagai macam lampu pintar atau alat elektronik lainnya, kalian bisa chat customer service S-gala.com melalui tautan berikut >> chat admin WhatsApp
Tertarik menjadikan lampu LED sebagai peluang usaha? Mulailah dari belanja kecil di S-Gala, supplier grosir lampu LED dengan gudang di Bandung. Belanja mulai Rp50 ribu, harga reseller mulai Rp300 ribu, harga grosir mulai Rp1 juta. Toko yang sudah jalan bahkan bisa bikin merek lampu sendiri. Lihat cara mulai jualan lampu atau chat admin di 0812-2276-8892.





