Lampu Blue Light VS Lampu UV untuk Bayi Kuning
Daftar isi (3 bagian)
Halo new moms! Apakah kalian memiliki masalah bayi kuning? Apa sih yang dimaksud bayi kuning itu? Apakah berbahaya?
Jangan kuatir, Mom! Bayi kuning atau yang disebut dengan istilah jaundice di awal masa kelahirannya merupakan hal yang normal dan sering terjadi. Warna kuning yang muncul pada kulit, mata, kuku, dan rongga mulut bayi disebabkan karena kadar bilirubin yang tinggi.
Apa itu bilirubin?
Bilirubin adalah zat yang dihasilkan dari proses penguraian & regenerasi sel darah merah dalam tubuh. Bilirubin ini normal dan alami, bahkan orang dewasa pun memiliki kadar bilirubin dalam darah.
Normalnya, bilirubin ini akan diproses dan dipecah oleh organ hati kita dan dibuang melalui urin & feses. Itulah yang menyebabkan urin & feses kita berwarna kuning.
Nah, bayi yang baru lahir memiliki sistem organ tubuh yang belum sempurna, termasuk organ hatinya. Itulah mengapa bilirubin belum dapat diproses dan dibuang secara optimal.

Meskipun normal dan alami, ternyata kadar bilirubin yang tinggi ini bisa membahayakan bayi kita. Bila dibiarkan terus menerus, dampak yang dapat dialami oleh bayi adalah sbb:
- Kerusakan otak (kernicterus)
- Masalah saraf
- Hingga kematian
Wah, berbahaya sekali ya! Untuk itu, perlu penanganan khusus untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi yang jaundice.
Penting: segera bawa bayi ke dokter atau fasilitas kesehatan bila kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir, kuning menyebar sampai perut, lengan, tungkai, atau telapak, bayi tampak lemas, malas menyusu, sulit dibangunkan, atau tinjanya berwarna pucat. Hanya pemeriksaan kadar bilirubin oleh tenaga kesehatan yang bisa menentukan perlu tidaknya fototerapi.
Cara Menurunkan Kadar Bilirubin Bayi
Penanganan bayi kuning/jaundice ditentukan dokter berdasarkan kadar bilirubin dan usia bayi. Ada hal yang bisa dibantu orang tua di rumah, dan ada penanganan medis dengan teknologi.

Yang perlu diketahui orang tua di rumah:
- Menjemur bayi di bawah sinar matahari tidak dianjurkan sebagai pengobatan bayi kuning. Cahaya matahari tidak terukur untuk menurunkan bilirubin dengan aman, sementara kulit bayi baru lahir mudah terbakar sinar UV dan bayi bisa kepanasan. Bila kuning tidak membaik, periksakan ke dokter.
- Memberikan ASI sesering mungkin (umumnya 8–12 kali sehari pada minggu-minggu pertama) atau susu sesuai anjuran dokter. Semakin cukup asupannya, semakin banyak bilirubin yang terbuang bersama urin & feses bayi.
Teknologi yang digunakan tenaga kesehatan untuk menurunkan kadar bilirubin bayi :
- Fototerapi konvensional menggunakan sinar lampu Bluelight.
- Fototerapi menggunakan selimut yang mengandung serat optik, biasanya digunakan untuk bayi prematur.

Nah, untuk fototerapi sendiri biasanya dilakukan di rumah sakit. Bayi akan diletakkan di kotak khusus dan disinari terus menerus kecuali saat menyusu.
Biayanya bervariasi tergantung rumah sakit dan lama penyinaran. Selain itu, orangtua juga harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mengantarkan ASI perah untuk sang bayi tercinta.
Repot, bukan?
Di beberapa kota tersedia fototerapi di rumah (home phototherapy) dengan alat medis sewaan. Pilihan ini hanya boleh dipakai bila dokter menyetujuinya, dan kadar bilirubin bayi tetap harus diperiksa ulang sesuai jadwal dari dokter.
Jangan merakit lampu fototerapi sendiri. Intensitas dan panjang gelombang cahayanya tidak terukur, lampu bisa panas atau pecah, dan sambungan listrik 220 V yang dibuat seadanya di dekat bayi berbahaya. Yuk kita bahas kenapa yang dipakai lampu biru, bukan lampu UV!
Lampu Bluelight VS UV untuk Bayi Kuning, Mana yang Benar?
Di rumah sakit, bayi biasanya ditempatkan pada box kaca/akrilik yang di atasnya dipasangkan serangkaian lampu bercahaya biru untuk fototerapi.

Banyak orang yang menganggap cahaya biru yang dihasilkan lampu tersebut merupakan cahaya UV.
Memang penggunaan lampu UV untuk kesehatan sangat dibutuhkan terutama untuk rumah sakit.
Ternyata, menggunakan sinar UV untuk bayi kuning itu KELIRU lho, Mom!
Mari kita berkenalan dulu dengan jenis lampu khusus untuk fototerapi.
Jenis Lampu untuk Fototerapi
Cahaya yang digunakan untuk fototerapi adalah cahaya BlueLight / Bili Light dan bukan UV ya Mom! Cahaya bluelight ini dipaparkan langsung ke kulit bayi tanpa terhalang pakaian.
Cahaya biru dengan panjang gelombang tertentu (sekitar 460–490 nm) mengubah bilirubin di kulit menjadi bentuk yang lebih mudah dibuang tubuh. Kemudian bilirubin akan dibuang bersamaan dengan urin dan feses bayi.
Lampu fototerapi adalah alat kesehatan. Beberapa merk unit fototerapi yang dikenal antara lain:
- GEA
- Tesena
- Yongdon
- Air-shield
- BES

Unit fototerapi juga bisa disewa, tetapi pemakaiannya di rumah tetap harus atas persetujuan dan pemantauan dokter.
Unit fototerapi lama umumnya memakai lampu fluorescent khusus jenis TL Bluelight, sedangkan unit yang lebih baru banyak memakai LED biru. Sekali lagi, bukan lampu UV yang digunakan ya! Karena sinar UV memiliki panjang gelombang berbeda dengan bili light.
Bahaya Lampu UV untuk Bayi
Cahaya UV dan bluelight memiliki panjang gelombang yang berbeda.
- UV-C memiliki panjang gelombang 100nm – 280nm
- UV-B memiliki panjang gelombang 280nm – 315nm
- UV-A memiliki panjang gelombang 315nm – 400nm
- Bluelight atau yang sering disebut dengan istilah High Energy Visible (HEV) memiliki panjang gelombang 400nm – 500nm

Penggunaan sinar ultraviolet untuk bayi malah akan berakibat buruk karena kulit bayi dapat terpapar radiasi UV berbahaya.
Cahaya bluelight yang digunakan untuk fototerapi tentunya sudah diatur sedemikian rupa untuk mampu memberikan manfaat dan bukan bahaya bagi sang bayi.
Lampu TL Bluelight
Lampu TL Bluelight adalah lampu khusus untuk unit fototerapi, misalnya Philips TL 20W/52. Lampu ini dipasang di dalam unit fototerapi berstandar medis yang jarak, pelindung, dan intensitas cahayanya sudah diatur; penggantian lampunya sebaiknya dilakukan teknisi alat kesehatan.
Jangan merangkai sendiri lampu TL bluelight di atas tempat tidur bayi dengan dudukan seadanya. Selain dosis cahayanya tidak terukur, lampu bisa jatuh atau pecah, dan sambungan listrik 220 V yang dibuat seadanya berisiko korsleting dan menyetrum.
Kalau orang tua kita atau orang zaman dahulu biasanya menyinari bayi kuning dengan lampu pijar kuning, itu salah ya Moms! Karena bayi bukanlah telur ayam yang perlu dihangatkan agar bisa menetas. 😉
Hal yang Diperhatikan Selama Fototerapi

Selama fototerapi, baik di rumah sakit maupun di rumah atas arahan dokter, ada beberapa hal yang biasanya diperhatikan. Tetap ikuti instruksi dokter atau perawat.
- Biarkan cahaya terpapar langsung ke kulit bayi. Bayi hanya menggunakan popok saat disinar.
- Gunakan penutup mata! Pastikan cahaya bluelight tidak terpapar langsung ke mata bayi.
- Berikan ASI atau susu sesuai arahan dokter, umumnya setiap 2–3 jam dengan jumlah yang cukup. Bayi bisa kehilangan cairan saat disinar.
- Ikuti petunjuk alat soal jarak lampu ke bayi. Jangan menutup lampu atau unit fototerapi dengan kain, karena bisa panas berlebih.
- Sebaiknya tidak meninggalkan bayi sendirian, atau setidaknya pantau terus secara rutin untuk memastikan penutup mata bayi tidak terlepas.
- Ubah posisi bayi secara berkala sesuai arahan perawat agar seluruh area kulit terpapar dengan rata.
- Periksakan ulang kadar bilirubin sesuai jadwal dari dokter. Fototerapi dihentikan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan perkiraan dari warna kulit.
Mau jual lampu di toko atau warung?
- Harga grosir mulai Rp2.800/biji
- Belanja Rp300 ribu ke atas dapat harga Reseller, Rp1 juta ke atas harga Grosir. Boleh campur merek & watt
- COD Jawa & Bali tanpa biaya · transfer diskon 5%
Memanfaatkan Lampu UV untuk Bayi
Meskipun dinyatakan memiliki resiko radiasi yang cukup berbahaya, ternyata kita tetap bisa memanfaatkan sinar UV untuk bayi lho!
Caranya dengan menggunakan lampu UV ini sebagai perangkap nyamuk dan serangga di kamar bayi.

Sinar UV dinyatakan efektif dalam menarik serangga termasuk nyamuk, jadi bayi kita bisa aman dari gigitan serangga. Pasang perangkap UV di tempat yang tidak terjangkau bayi dan cahayanya tidak mengarah langsung ke bayi.
Saat ini banyak produk lampu UV yang berfungsi sebagai perangkap serangga. Kalian bisa mendapatkannya dengan mudah di marketplace.
Merk dan harganya juga beragam jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta budget.
Baca artikel lainnya tentang pemanfaatan lampu UV untuk perangkap nyamuk serta serangga hanya di blog s-gala.com ya!
Ingin punya penghasilan tambahan dari jualan lampu? Mulainya bisa dengan modal kecil. Di S-Gala, minimal belanja Rp50 ribu, harga reseller mulai total belanja lampu LED Rp300 ribu, dan harga grosir mulai Rp1 juta. Harga jual ke pembeli Anda, Anda sendiri yang menentukan. Baca cara mulai jualan lampu atau chat admin di 0812-2276-8892.





