Apa itu Lampu TL LED?
Topik: Lampu TL LED
Daftar isi (1 bagian)
Sejarah Lampu TL LED
Apa itu lampu TL LED?
Sebelumnya mari kita bahas apa kepanjangan dari TL.
Istilah kata TL sendiri merupakan singkatan dari “Tube Luminescent” atau juga sebutan lainnya “Tube Lamp” yaitu lampu penerangan yang berbentuk tabung.
Lalu apa yang dimaksud dengan lampu TL?
Lampu TL, yang juga disebut lampu pendar atau dalam bahasa Inggris fluorescent lamp, adalah lampu tabung yang berisi gas mulia bertekanan rendah (umumnya argon) dan sedikit uap merkuri, dengan dinding dalam tabung dilapisi bubuk fosfor (fluorescent). Di Indonesia lampu ini sering disebut “lampu neon”, padahal isinya bukan gas neon.
Saat elektroda di kedua ujung tabung mendapat tegangan tinggi dari ballast, gas di dalamnya terionisasi dan arus mengalir melalui uap merkuri. Uap merkuri memancarkan sinar ultraviolet yang tidak terlihat, lalu lapisan fosfor mengubahnya menjadi cahaya putih yang kita lihat.
Lampu ini cukup umum digunakan sehingga kalian akan dengan mudah menemukan tempat jual beli lampu TL ini.
Lampu pijar yang praktis dan tahan lama dikembangkan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1879.
Namun setelah diteliti ternyata lampu pijar tersebut kurang efisien terhadap penggunaan energinya karena terlalu banyak memakan energi atau bisa kita sebut boros energi.
Oleh karena itu para ilmuwan lain mencoba mencari bola lampu yang lebih efisien dalam penggunaan energi.

Maka pada tahun 1902, seorang ilmuwan yang bernama Georges Claude menemukan karya baru dalam dunia lampu.
Berkat usaha pria berkebangsaan Prancis ini, dunia mengenal lampu neon, yaitu tabung berisi gas neon yang menyala merah. Lampu neon inilah salah satu cikal bakal lampu tabung; lampu TL (fluorescent) sendiri baru dipasarkan secara luas pada akhir 1930-an.
Penemuannya itu mendapatkan cahaya berwarna merah yang kemudian disebut dengan lampu neon.
Namun dalam perjalanannya itu ditemukan bahwa lampu neon belum sempurna.
Sinar cahaya merah pada tabung lampu tersebut dinilai tidak berguna bagi keperluan sehari-hari seperti untuk menerangi rumah ataupun jalanan.
Meskipun pada saat itu beberapa ilmuwan mengungkapkan kelemahan dari lampu ciptaannya, Claude tidak putus asa dan menyerah.
Ia berusaha menemukan cara untuk menyempurnakan lampu tersebut.
Setelah melewati berbagai penelitian, lampu neon yang menghasilkan pancaran sinar warna merah ini ternyata dapat menarik perhatian dan mempunyai kelebihan dapat bertahan dengan siraman air hujan.
Sehingga penemuan Claude akhirnya digunakan untuk kepentingan mengiklan dan membuat reklame.

Dan kemudian hasil karya yang spektakuler tersebut dipublikasikan di Paris pada tahun 1910.
Dan akhirnya Claude melakukan hak paten pada penemuannya agar tidak ditiru oleh orang lain.
Pada tahun 1923, seorang pengusaha bernama Earle C. Anthony membeli papan reklame lampu neon buatan perusahaan Claude.
Ia membelinya seharga sekitar US$24 ribu, nilai yang besar pada masa itu.
Lampu neon tersebut, digunakan untuk menerangi papan reklame perusahaan penjualan mobil di Los Angeles.
Pertama kali penemuan lampu neon Claude hanya terdapat 2 warna cahaya yaitu berwarna biru dan merah.
Dan semenjak saat itu sampai sekarang penemuannya digunakan sebagai penerangan papan reklame, seperti neon box yang biasa digunakan untuk penerangan reklame hotel, café ataupun tempat-tempat berbelanja.

Georges Claude meninggal pada tahun 1960 dalam usia 89 tahun.
Perbedaan Lampu TL Neon dan Lampu TL LED
Dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih, saat ini sudah ditemukan 2 macam lampu TL.
Pertama yaitu lampu TL dengan teknologi fluorescent (sering disebut TL neon), yang berkembang dari lampu tabung gas seperti temuan Georges Claude, dan yang kedua adalah lampu TL dengan teknologi LED (Light Emitting Diodes).
Apa perbedaan dari kedua lampu TL tersebut?
Mari kita bahas satu per satu.
Dimulai dari lampu TL Neon/ Fluorescent.
Lampu TL neon terdiri dari dua buah elektroda yang berupa logam dan terletak pada ujung-ujung sebuah tabung lampu.
Tabung ini berisi gas mulia bertekanan rendah (umumnya argon, kadang dicampur kripton atau neon) dan sedikit merkuri.
Merkuri inilah yang menguap saat lampu bekerja. Karena mengandung merkuri, lampu TL bekas tidak boleh dibuang sembarangan.

Ketika kedua elektroda yang berada pada ujung-ujung tabung lampu diberi tegangan listrik, maka elektron-elektron akan keluar dari salah satu elektroda menuju elektroda lain yang berada di sisi yang berbeda.
Dalam perjalanannya, elektron-elektron ini akan menghantam atau menabrak atom-atom uap merkuri di dalam tabung.
Energi atom merkuri kemudian naik dalam waktu singkat, lalu kembali ke keadaan semula.
Saat kembali ke keadaan semula, atom merkuri memancarkan sinar ultraviolet. Sinar ini mengenai lapisan fosfor di dinding tabung yang kemudian berpendar menjadi cahaya putih yang kita lihat.
Berbeda dengan lampu reklame berisi gas neon murni yang menyala merah, lampu TL menghasilkan cahaya putih berkat lapisan fosfornya.

Sedangkan untuk lampu LED TL merupakan penyempurnaan dari lampu Neon dengan menggunakan teknologi LED ( Light Emitting Diodes ).
Di dalam Lampu TL berteknologi LED ini memiliki puluhan bahkan ratusan LED dalam 1 tabungnya.
Dengan terang yang setara, lampu TL LED umumnya membutuhkan daya jauh lebih kecil daripada TL neon; penghematannya bisa sekitar separuh atau lebih, tergantung produk.
Setiap chip LED di dalamnya hanya menyala bila dialiri arus searah dari anoda ke katoda (arah maju). Karena itu lampu TL LED memiliki driver di dalamnya yang mengubah listrik AC PLN menjadi DC, sehingga yang menentukan lampu menyala adalah tipe pengawatannya (listrik masuk dari satu ujung atau dua ujung) sesuai label lampu.
Kalau didalam lampu TL Neon menggunakan hantaman elektron-elektron yang berpindah dari 1 sisi ke sisi yang lain, di dalam lampu TL berteknologi LED ini menggunakan chip semi konduktor yang biasanya disebut junction P (Positif) dan N (Negatif).
Maka perjalanan elektron dalam lampu LED TL merupakan dari perjalanan junction N menuju junction P yang kemudian akan memancarkan cahaya monokromatik atau cahaya satu warna.

Dan perlu diketahui bahwa rumah lampu TL neon dapat dipakai untuk lampu TL LED dengan mengubah sedikit rangkaiannya; biasanya ballast dan starter dilepas atau dilewati sesuai tipe TL LED-nya. Kerjakan dalam keadaan listrik mati, atau lihat panduan cara menginstalasi lampu TL LED.
Namun hal itu akan dibahas dalam artikel selanjutnya.
Setelah mengetahui dasar apa itu lampu LED TL, maka selanjutnya kita akan membahas apa fungsi dari pada lampu TL LED tersebut.
Fungsi dari lampu LED TL sama seperti lampu pada umumnya, yaitu untuk menerangi atau memberi cahaya yang cukup pada tempat-tempat yang membutuhkan cahaya terutama pada saat malam hari atau saat keadaan gelap.
Lampu TL LED ini juga berguna sebagai sumber penerangan yang sangat efisien karena bentuknya seperti tabung yang memanjang membuatnya dapat memancarkan cahaya lebih luas.
Namun ada beberapa keunggulan yang perlu kamu ketahui yaitu :
- Emisi panas yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan dengan lampu yang lain
- Umur pemakaiannya lebih panjang, umumnya belasan ribu hingga puluhan ribu jam tergantung kualitas (lihat klaim pada kemasan)
- Efisiensi dalam menggunakan energi sehingga menjadikan lampu TL LED ini lebih hemat dibanding dengan lampu lainnya
- Dapat memancarkan cahaya lebih besar dan lebih luas jangkauannya
Oleh karena itu saat ini lebih banyak orang-orang memilih untuk menggunakan lampu TL LED dibandingkan dengan TL Neon yang memakan energi lebih besar dibandingkan dengan TL LED.
Dalam artikel selanjutnya akan dibahas mengenai rangkaian daripada lampu TL tersebut.
Namun sebelumnya ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui pada saat penginstalan suatu lampu.
Berikut dilampirkan tabel dimana terdapat simbol-simbol yang biasanya dipakai dalam penginstalan suatu lampu atau penerangan.


Sekian artikel mengenai informasi lengkap seputar Lampu TL berteknologi LED, semoga bermanfaat ya!
Ada pertanyaan seputar lampu TL LED? Tanyakan ke admin S-Gala lewat WhatsApp.





