Jenis Lampu Untuk Dimmer, Apa Saja Ya?
Daftar isi (2 bagian)
Apakah diantara kalian ada yang memiliki lampu di rumah yang bisa diredupkan dan diterangkan?
Biasanya fitur redup – terang ini ada di lampu baca, lampu tidur, ataupun lampu hias.
Ya!
Fungsi ini disebut dengan fungsi dim atau dimmer.
Dimmer adalah pengatur nyala lampu sederhana dimana pengguna / user bisa mengatur intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah lampu.
Lalu, bagaimana sih cara kerja dimmer ini?
Dan apakah semua jenis lampu bisa dipasangkan fitur dimmer?
Yuk kita bahas di artikel kali ini!
Cara Kerja Dimmer

Coba kalian bayangkan sebuah rangkaian listrik pada lampu.
Ketika aliran listrik melewati lampu, maka lampu akan menyala.
Secara sederhana, ketika dimmer dipasang, kalian bisa mengatur seberapa banyak daya listrik yang masuk ke lampu. Dimmer rumah umumnya bekerja dengan memotong sebagian gelombang listrik AC (pemotongan fase) memakai komponen triac.
Nah, semakin kecil jumlah aliran listrik yang masuk, maka nyala lampu akan semakin redup.
Sebaliknya saat semakin besar jumlah aliran listrik yang masuk, maka nyala lampu akan semakin terang.
Dimmer sendiri biasanya berbentuk seperti knop yang bisa diputar dan mudah dipakai untuk pengguna.
Jika diputar ke arah kanan, biasanya intensitas cahaya akan semakin besar dan jika diputar ke kiri maka intensitas cahaya jadi semakin kecil.
Seperti saklar, dimmer dipasang seri pada kabel fasa lampu. Matikan MCB sebelum memasangnya, dan pilih dimmer yang batas wattnya (tertulis di bodi atau kemasan) lebih besar dari total watt lampu.
Jenis Lampu Untuk Dimmer
Pertanyaan selanjutnya adalah : apakah semua jenis lampu baik itu lampu pijar, LED, CFL, TL, Halogen, dll bisa dipasangkan fitur dimmer?
Jawabannya : TIDAK.
Lampu yang paling mudah diredupkan dengan dimmer biasa adalah lampu pijar dan lampu halogen, karena bebannya murni berupa filamen.
Lampu LED hanya bisa diredupkan bila memang dirancang dimmable, yaitu driver di dalamnya dibuat untuk menerima listrik yang sudah dipotong oleh dimmer. Kebanyakan lampu LED biasa di pasaran tidak dimmable.
Lampu CFL (lampu hemat energi atau tornado) dan lampu TL biasa umumnya juga tidak bisa dipasang dimmer, kecuali tipe khusus yang bertuliskan dimmable.
Kalian harus benar-benar membaca spesifikasi lampu LED saat membeli, pastikan ada keterangan bahwa lampu LED yang kalian beli bisa diatur intensitas cahayanya.

Biasanya akan ada tulisan keterangan “DIMMABLE”, itu artinya lampu tersebut bisa dipasangkan dimmer.
Harga lampu LED dimmable umumnya lebih mahal daripada yang tidak bisa di-dim, karena drivernya lebih rumit. Pakai juga dimmer yang memang cocok untuk LED (biasanya tertulis "LED dimmer" atau "trailing edge") dan cek daftar kecocokan dimmer dari pembuat lampunya.
Lampu LED dimmable berbentuk bohlam umumnya memakai fitting standar E27, sama dengan bohlam biasa.
Apa yang Terjadi Kalau Salah Memasang Jenis Lampu Untuk Dimmer?
Apa yang terjadi kalau lampu LED yang tidak dimmable, atau lampu LED berwatt sangat kecil, dipasang pada dimmer?
Akibatnya bisa lebih dari sekadar tidak meredup:
- Lampu berkedip-kedip (flicker), berdengung, atau baru menyala stabil saat dimmer diputar habis ke kanan.
- Driver lampu menjadi panas dan cepat rusak, sehingga umur lampu jauh lebih pendek.
- Dimmer tidak bekerja normal bila total watt lampu di bawah beban minimal dimmer (tertulis di bodi atau kemasan dimmer).
Jadi jangan memasang lampu yang tidak dimmable pada dimmer. Bila dimmer sudah terpasang tetapi lampunya tidak dimmable, ganti dimmer dengan saklar biasa.
Apakah Ada Lampu Yang Bisa Diredupkan – Diterangkan Tanpa Dimmer?
Seiring perkembangan teknologi, ternyata sekarang ada juga lho bola lampu LED yang bisa diredupkan dan diterangkan tanpa dimmer!
Lampu ini mengubah tingkat terang dan warna cahayanya setiap kali saklar dimatikan lalu dinyalakan lagi dalam waktu singkat.
Contohnya adalah produk lampu LED Scene Switch keluaran dari Philips.
Dalam satu produk ini, ada tiga pengaturan warna yaitu :
- 100% cahaya (8 Watt) – Terang / Bright Light dengan suhu warna 2700 Kelvin (extra warm white)
- 40% cahaya (5 Watt) – Sedang / Natural Light dengan suhu warna 2500 Kelvin (very warm white)
- 10% cahaya (2 Watt) – Redup / Cosy Warm Glow dengan suhu warna 2200 Kelvin (flame white)

Selain hemat energi, cara mengubah warna atau pengaturan warnanya sangat mudah.
Tinggal menyalakan saklar 1x, maka lampu akan berada di pengaturan 100%.
Lalu matikan saklar selama satu detik dan nyalakan kembali, maka lampu akan berada di pengaturan 40%.
Matikan kembali saklar selama satu detik dan nyalakan kembali, maka lampu akan berada di pengaturan 10%.
Jika kalian kembali mematikan saklar selama satu detik, maka saat dinyalakan lampu akan kembali ke pengaturan 100%.
Mudah sekali bukan? Rasanya sangat cocok untuk menggantikan fungsi dan peran dimmer ya!
Tapi kembali ke pilihan masing-masing, apakah kalian suka lampu dengan dimmer atau lampu yang memiliki fitur redup otomatis seperti keluaran Philips?
Ingin tahu lampu LED mana yang cocok untuk kebutuhan kalian? Tanyakan ke admin S-Gala.
Jangan ragu untuk menghubungi kontak WA customer service kami melalui tautan berikut ini >> chat admin WhatsApp





