Cara Memperbaiki Regulator Gas yang Rusak
Daftar isi (2 bagian)
Bagi kalian yang menggunakan kompor dan water heater gas LPG (Liquified Petroleum Gas) pastilah menggunakan juga regulator gas.
Mengapa kita membutuhkan regulator gas ini?
Alasannya adalah gas yang digunakan di rumah atau industri di Indonesia kebanyakan menggunakan tabung (3, 5.5, 12, dan 50 kg – tabung yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina).
Fungsi & Cara Kerja Regulator Gas yang Baik
Gas LPG yang isinya berupa Propana atau Butana atau campuran keduanya ini dimasukkan ke dalam tabung dan dikompres sehingga bertekanan.
Tekanan gas di dalam tabung bisa mencapai sekitar 6–7 bar (600–700 kPa), tergantung suhu dan campuran gasnya. Tekanan ini relatif tetap selama masih ada gas cair di dalam tabung.
Maka jika kita langsung menghubungkan tabung dengan kompor tanpa menggunakan regulator, gas akan keluar dengan sangat kencang dan berbahaya.

Regulator gas ini mengatur pengeluaran gas yang berada di dalam tabung sehingga aman untuk digunakan.
Selain itu regulator gas ini juga berfungsi seperti stabilizer yaitu mengatur keluaran gas secara konstan karena kompor dan water heater memerlukan pasokan gas yang stabil untuk bekerja dengan baik.
Di Indonesia peralatan ini kebanyakan membutuhkan aliran gas yang konstan dengan tekanan kurang lebih 2,3 s/d 3,3 kPa.
Hal inilah yang dikerjakan oleh regulator yaitu mengatur keluaran gas dengan besaran tekanan tersebut.
Selain untuk mengatur keluaran gas secara konstan, regulator dengan kualitas baik juga mencegah gas keluar jika terjadi putus selang atau kebocoran gas pada sistem.

Tanda-tanda Kerusakan & Cara Memperbaiki Regulator Gas
Karena perannya yang sangat penting, pemasangan regulator gas ini juga perlu diperhatikan. Pemasangan yang salah atau kurang kencang dapat menyebabkan regulator rusak & mengakibatkan terjadi kebocoran gas. Gas yang bocor dapat mengakibatkan ledakan dan kebakaran.
Di pasaran sendiri cukup banyak model dari regulator gas ini, sehingga perlu diperhatikan petunjuk masing-masing model untuk pemasanganya sehingga tidak salah.
Beberapa indikasi atau tanda pemasangan regulator yang salah dapat ditandai dengan bunyi mendesis dan bau menyengat khas LPG.
Bau itu berasal dari zat pembau yang sengaja ditambahkan, karena LPG aslinya tidak berbau. Untuk memastikan kebocoran, olesi sambungan regulator, selang, dan mulut tabung dengan air sabun: bila muncul gelembung, berarti bocor. Jangan pernah mengecek kebocoran dengan api atau korek.
Bila tercium bau gas: jangan menyalakan api, jangan menyalakan atau mematikan saklar listrik, lepaskan regulator dari tabung, buka pintu dan jendela, lalu bawa tabung ke tempat terbuka. Bila bau tidak hilang, hubungi agen LPG atau pemadam kebakaran.
Untuk beberapa regulator yang memiliki pengunci yang longgar masih dapat diakali dengan menggunakan pengunci regulator yang banyak dijual di pasaran.




Beberapa masalah yang sering terjadi dan ciri-ciri regulator rusak / yang sudah kurang baik diantaranya adalah :
- Mampet
- Bocor pada katup/valve membrane
- Mekanisme penguncian yang longgar
Cara Memperbaiki Regulator Gas
Mampet biasanya disebabkan karat pada saluran regulator atau pin ball (gotri) yang macet akibat pengembunan saat pemakaian. Menusuk saluran regulator dengan jarum tidak kami sarankan, karena bisa merusak katup dan bola pengamannya; regulator yang mampet atau berkarat sebaiknya diganti. Untuk penguncian yang longgar, pasang ulang regulator dengan benar atau gunakan pengunci regulator tambahan.
Bila regulatornya baik tetapi tetap mendesis, periksa karet seal di mulut tabung. Karet yang hilang, sobek, atau getas membuat gas bocor; tukarkan tabung ke agen atau pangkalan, atau ganti karet seal sesuai petunjuk agen.
Lakukan semua pemeriksaan dengan kompor mati, jauh dari api, dan di ruangan berventilasi.
Namun untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan dari bagian dalam regulator sendiri seperti valve yang bocor sangat tidak disarankan untuk diperbaiki karena setiap regulator gas memiliki umur pakai dan tidak didesain untuk dapat diperbaiki.
Solusi untuk regulator yang rusak adalah menggantinya dengan yang baru.
Gunakan regulator gas dengan kualitas yang baik (minimal bertanda SNI untuk menjamin kualitasnya) dan pilihlah model dengan sistem penguncian yang baik serta memiliki fitur seperti pengukur tekanan dan anti bocor. Ganti juga selang gas yang retak atau getas dengan selang bertanda SNI dan kencangkan dengan klem.
Jadi kesimpulannya, jika sudah terjadi ketidakwajaran atau tanda-tanda kerusakan pada regulator gas kalian; sebaiknya ganti saja dengan yang baru.
Karena meskipun diperbaiki, biasanya regulator yang sudah tidak bekerja sempurna tersebut akan kembali mengalami kerusakan dalam waktu yang tidak lama.
Lebih baik minimalisir risiko terjadinya ledakan gas akibat regulator rusak dengan membeli yang baru.
Harga regulator SNI kini terjangkau kok! Jangan takut mahal ya!
Kalian bisa hubungi kontak CS kami untuk meminta daftar harga terbaru regulator SNI termurah dengan kualitas yang baik melalui klik tautan berikut >> chat admin WhatsApp
Kami juga menyediakan berbagai peralatan listrik dari pabrik mitra untuk kalian!
Untuk penjelasan lebih lanjut boleh segera kontak CS kami ya!



